You are currently browsing the monthly archive for Juli 2011.

Mari kita lihat satu-satu, mengapa BMW R27 recommended sebagai motor klassik yang masih tetap nyaman dibawa touring. Kita mulai dari jok ridernya, silahkan lihat sendiri bahannya yang aneh… MEskipun begitu, kenyamanannya ane jamin top dan kalau original dari Jerman dipastikan awet, 20 tahun dipakai terus belum tentu robek lho! Namun, harganya juga gila. Di tanah air (tidak termasuk per dan ketapelnya lho) cukup lah untuk nebus dua buah tanki Honda tiger dan satu set ban Corsa untuk ukuran standardnya Tiger.

Selanjutnya, jok yang yahud karetnya itu masih ditopang lagi dengan per, jadi kena lobang pun dijamin sangat minim goncangan, sebab yang meredam tidak hanya suspensi, tetapi juga per jok dan karet jok. Btw, perhatikan ada lubang di atasnya, yup, ketinggian jok punya dua pilihan, mau tinggi, atau rendah.. atau posisi riding mau sporty (kalau disetel tinggi) atau relax (posisi rendah)mantebs to….

Yup, itu gardan… Banyak R27 yang gardannya masih bawaan lahir! JAdi boleh dibilang, bagian ini sangat-sangat sangat awet! Kalau motor lain ketika touring jauh harus melumasi rantai atau membersihkannya dari kotoran, maka rider BMW bisa gunakan waktunya untuk hal lain..

Foot stepnya juga mantebs Bro, bisa disetel (model gerigi) sesuai rotasi pivot poinnya, jadi agak ke depan, ke belakang, tinggi atau rendah… dan itu untuk ke-empat-empatnya footstep R27!

Suspensi belakang kurang keras/lembut??? Gampang, tidak perlu kunci dan tenaga besar, tinggal gerakkan tuas di suspensi belakang untuk memperoleh tingkat kekerasan yang diinginkan!

Suspensi depan bagaimana? Tidak ada sih setelan keras-lembutnya, tetapi ketinggian motor di depan disediakan 2 pilihan, tinggi atau rendah. R27 Blog Sesat saat ini (di foto) sedang pakai lubang yang bawah, artinya bagian depan motor jadi lebih tinggi.

Beda dengan mayoritas motor merk lain, suspensi R27 menganut sistem swing arm yang jadi perintisnya telelever. Seperti pernah kita bahas, suspensi R27 ini benar-benar stabil dalam meredam goncangan, sangat nyaman Bro… minusnya ya berat, kurang lincah dan biaya produksi pastinya lebih mahal. Enaknya, as lengan ayun depan ini punya 2 pilihan juga. Jadi, suspensi yang punya kemampuan anti dive ini memang bisa disetel sehingga jarak sumbu roda berubah. Selain itu, karena sudutnya berubah, suspensi depan pun jadi terasa berbeda tingkat kekerasannya.

Apaan tuh??? simple, cuma untuk mengencangkan/mengendorkan komstir tuh.. Jadi, kalau motor ebih enteng setangnya, tinggal putar ke kiri (mengendorkan), sebaliknya, kalau untuk jalan luar kota yang lurus panjang plus hi speed, tinggal setel agak keras (putar ke kanan searah jarum jam).

Dua lampu mata kucing ini pun lumayan membantu lho. Yang hijau seperti biasa: menunjukkan posisi gigi netral, sedangkan yang merah sebagai indikator pengisian. Jadi, kalau aki tidak mengisi, maka lampu ini akan nyala terus. Makanya ketika motor dihidupkan dan stasioner di bawah 2000 rpm, lampu merah menyala, baru ketika motor digeber gasnya, lampu akan mati, artinya aki sedang terisi.

Suatu malam minggu, tanpa rencana, saya tersesat ke tengah kota Jakarta bersama BMW chapter Lebak Bulus. Lumayan lah, cari hiburan dengan modal cuma beberapa puluh ribu untuk isi bensin dan sedikit cemilan di warung tenda. Sebenarnya keliling naik motor di malam hari bukanlah hal yang baik untuk kesehatan, tetapi dengan semakin memburuknya kemacetan Jakarta, keluyuran di malam hari masih lebih sehat dibandingkan di siang hari. Kalau dulu ada jam padat saat orang berangkat dan pulang kerja, sekarang yang ada hanya macet dan macet sekali.

Sampeyan pasti sudah pernah dengar, kerugian akibat kemacetan Jakarta per tahunnya minta 29 Trilyun! Gila! Bisa memperbaiki fasilitas pendidikan dan kesehatan seluruh Indonesia tuh…

Darimana nominal trilyunan itu? Entahlah. Namun, pikirkan saja berapa uang yang dikeluarkan untuk macet-macetan di jalan selama satu jam untuk bensinnya saja. Pikirkan lagi biaya komponen motor yang lebih cepat aus akibat macet-macetan, biaya kesehatan akibat polusi, biaya untuk sembuh karena stress, belum lagi perkelahian yang ditimbulkan akibat banyaknya orang stress di jalan! Yup, Di Jakarta banyak orang galak ga jelas!

Keluar malam untuk riding adalah solusi menghindari kemacetan dan konsekuensi negatifnya. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak jelas tentu harus dipikirkan penanggulangannya. Tanggung jawab siapa nih? Rakyat? Rakyat bisa apa??? Kebanyakan hanya bisa terima saja, tertipu saja.. Lihat pembangunan dan pelebaran jalan malah seneng, padahal itu cuma memperpanjang meledaknya bom waktu. Banyak yang panen dengan pelebaran jalan itu, ya sebut saja produsen otomotif yang masih bisa terus panen raya. Kendaraan pribadi pun semakin bertambah dan dipastikan nominal kerugian akibat macet pasti semakin besar!

Sekarang, ada tidak caranya mengatasi masalah itu dengan duit yang 29 trilyun itu? Pasti bisa, masalahnya yang 29 trilyun itu kan mayoritas terpaksa keluar dari kantong masyarakat umum…

Sekarang saya melirik ke Jerman. Teman-teman kuliah saya, tak satupun memakai kendaraan pribadi! Ada sih: sepeda hihihihi… Ngajak cewe jalan pun nggak pusing-pusing soal kendaraan! Taxi aja nggak dilirik orang kalau cuma mau jalan-jalan tanpa bawa barang atau ke lokasi yang dilewati kendaraan umum.

Kok bisa mahasiswanya tidak pakai kendaraan pribadi? Ya bisalah, malah doyan, karena mereka punya tiket semesteran. Jadi, ketika masuk kuliah, bayarannya sudah termasuk uang transport. Dulu saya hanya bayar 193 Euro satu semester (biaya administrasi kampus, tarif kendaraan umum dalam kota dan tarif kereta termasuk di dalamnya). Murah banget kan! Di Indonesia, seorang mahasiswa dijamin menghabiskan lebih dari 193 Euro dalam satu semester (6 bulan), dan kalau mau dilihat lagi, ada biaya macet yang cukup besar terkandung di dalamnya.

Kesimpulan sampai disini, kalau mau macet turun drastis, ya untuk pelajar dan mahasiswa, ongkos bis umum, kendaraan umum dan kereta dalam kota sebisanya digratiskan atau wajib dibayarkan di awal tahun pelajaran/semester, jadi mereka akan pikir 2 kali kalau mau berboros-boros ria dengan kendaraan pribadi!

 

Andrea Dovizioso und Marco Simoncelli könnten 2012 ohne Honda-Werksmaschine dastehen

Bagaikan petir di siang bolong tentunya bagi kedua pembalap ini mendengarkan kabar dari Shuhei Nakamoto, sang wapres HRC, bahwa tahun depan mereka sangat mungkin tidak mendapatkan motor pabrikan Honda. Ini dikarenakan Honda yang memangkas budget mereka tahun depan akibat masa krisis ekonomi yang katanya masih jauh dari kata berakhir. Ditambah lagi dengan membengkaknya biaya untuk perbaikan plus lebih minimnya produksi akibat gempa Jepang lalu.

Jadi, Tahun depan hanya akan ada dua pembalap di Repsol, yakni Pedrosa dan Stoner! Di lintasan nantinya, bahkan kemungkinan besar juga Honda hanya akan menurunkan 4 buah motor 1000 cc, yakni 2 untuk pabrikan dan 2 unit lagi untuk tim satelit. Artinya, akan ada dua pembalap Honda saat ini yang akan terdepak dan harus cari merk lain, itupun kalau tim masih mau mempertahankan mereka.

Nakamoto sendiri sudah meminta Simoncelli dan Dovi untuk bersabar, semua ini sebenarnya lebih kepada urusan duit. Honda dipastikan memotong budget mereka untuk MotoGP, tetapi belum tahu berapa besarannya. Pertengahan Agustus ini mudah-mudahan ada kejelasan….

Wah, kalau sampai kejadian, berabe nih, bisa semakin membosankan balap MotoGP, sebab, kedua pembalap ini plus Ben Spies lah yang mengisi jarak yang begitu jauh antara Alien dengan pembalap non Alien, apalagi sesekali mereka punya kemampuan dan potensi untuk jadi juara. Kalau duo Italiano ini naik motor kurang kompetitif, ya, berabe lah…. Ki Gede Anue menyarankan keduanya untuk melirik pabrikan lain, asyiknya sih lirik-lirik ke Ducati!

Kawasaki saat ini sedang naik daun di WSBK. Banyak tim yang berebut ingin menjadi tim pabrikan Kawasaki. Jadi, posisi yang saat ini dipegang Paul Bird Motorsport pun jadi inceran 5 tim lainnya, dan tidak ada jaminan bagi Paul Bird untuk tetap punya hak istimewa di tahun depannya menjadi tim pabrikan.

Direktur Teknik Kawasaki, Ichiro Yoda, menerangkan, tahun 2012 nanti, belum tentu tim Paul Bird Motorsport yang menjadi kepanjangan tangan Kawasaki di WSBK. Paul Bird sendiri menyatakan kepada tim lainnya, kalau timnya tidak mau kehilangan status mereka sebagai tim pabrikan.

Ke-5 tim lainnya itu dikatakan Yoda punya kualitas yang juga top. Kelima tim itu adalah tim Pedercini yang tahun ini jadi tim satelit Kawasaki, kemudian Alstare yang niat cerai dengan Suzuki, tim Supersonic yang tahun ini geber Ducati dengan Maxime Berger, tim MSS Colchester yang merupakan tim Superbike Inggris dan terakhir tim Motocard.com yang turun di kelas Supersport dengan Kawasaki.

Nah, puyeng tapi hepi tuh Kawasaki… Motor mereka memang layak dilirik, sebab memang salah satu yang paling gress dan kompetitif saat ini (standardnya lho…). Belum lagi kalau melihat, status pabrikan tim Kawasaki di WSBK sangat menggiurkan secara bisnis, sebab tim pabrikan Kawasaki di WSBK adalah posisi tertinggi di dunia sport Kawasaki saat ini.

Yoda sendiri menjelaskan, Kawasaki sedang menggodok lamaran-lamaran baru ini dan akan memutuskannya di bulan Agustus ini. Cukup dini memang, tetapi itu dikarenakan tekad mereka untuk mulai sedini mungkin riset dan mengembangkan motor untuk kompetisi WSBK 2012.

Casey Stoner fand es richtig, seinem Teamkollegen die Chance einzuräumen

Di Mugello lalu, Dovi mengambil alih posisi 2 dari Stoner yang berimbas minus 4 poin bagi pembalap no 27 itu. Hal ini menunjukkan, team order di Repsol Honda tidak ada.

Bicara team order memang masalah yang bisa diperdebatkan, bisa positif, bisa negatif, tergantung bidang olahraganya. Rasanya di olah raga balap, team order tidak disukai penonton, hanya saja kenyataannya lain. Di F1, team order jelas-jelas keberadaannya dan memang harus ditelan pahitnya oleh pembalap yang terpaksa mengalah. Ambil contoh terhangat balap F1 di Silverstone yang membuat Weber mengalah kepada Vettel, demi team Red Bull! Team order bukannya tanpa konsekuensi, selain dianggap tidak sportif, akan timbul ketidaksukaan dan ketidakpuasan di pembalap yang mengalah, fans, maupun pembalap yang dimenangkan kebijakan team order itu sendiri.

Stoner dan Dovi berpendapat, jangan sampai ada team order di tim Repsol Honda. Stoner pribadi mengatakan, ia menolak kehadiran team order di MotoGP. Menurutnya, memang mungkin pembalap bisa menang dengan team order, tetapi kemenangan itu baginya tidak bernilai! Kita bukan pemain bola yang memang ingin meraih kemenganan tim! Masing-masing pembalap berjuang untuk kemenangannya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Stoner merasa baik-baik saja atas manuver Dovi atas dirinya di Mugello.

Lorenzo melihat lain!  Menjelang akhir musim, Lorenzo merasa team order itu penting, apalagi kalau pembalap utama kesulitan untuk memenangkan kejuaraan sendirian. Dulu ia punya pengalaman tahun 2006 saat satu tim bersama Alex Debon. Debon agak membantunya dalam race di Valencia. Menurutnya, pembalap bekerja untuk tim/merk tertentu dan digaji oleh merk itu, karenanya kemenangan tim itu penting, meskipun tidak sama dengan di sepak bola. Menurutnya, di tengah musim, team order itu belum penting. emuda Mallorca ini mencontohkan: Dovi boleh saja sikat Stoner di race kalau dia bisa, wong dia juga punya kesempatan untuk bisa jadi juara dunia. Wah, kompor juga nih hehehe… kalau gitu, Spies juga boleh sikat Lorenzo kalau bisa dong ya…

Bro tidak percaya dengan omongan saya, nih kutipannya:

Yamaha-Pilot Lorenzo, der teamintern schon einige Erfahrungen gesammelt hat, sah das ein wenig anders: “Ich habe nicht dieselbe Meinung, besonders am Ende des Jahres. Wenn dein Teamkollege dir helfen kann und nicht selbst um die Meisterschaft kämpft, dazu sind wir ein Team. Wir bekommen Lohn von unserer Marke und unsere Marke soll gewinnen. Als ich die 250ccm-Meisterschaft 2006 mit Alex [Debon] als Partner bei Aprilia gewonnen habe, hat er mir in Valencia auch ein bisschen geholfen. Es ist ein Team, zwar nicht wie im Fußball, aber es ist ein Team und deine Marke ist dabei sehr wichtig.”

Der Mallorquiner meinte aber auch, dass Teamorder mitten in der Saison keinerlei Rolle spielen würde. “Andrea kämpft genauso um die Meisterschaft, er kann den Weltmeistertitel ebenso gewinnen. Zumindest wenn er Casey schlagen kann und das muss er einfach versuchen.”

BTW, Lorenzo mikirin perasaan pembalap kedua dan fans nggak ya?

 

 

 

 

 

Casey Stoner mag den Sachsenring

Setiap pembalap modern, terutama di kelas MotoGP pasti sudah paham peran penting media bagi karier mereka. Media bisa membuat pembalap punya banyak fans, meskipun tidak sedang berlaga di negaranya sendiri. Salah satu yang bisa kita amati adalah: Pembalap akan mengatakan, sirkuit yang menyelenggarakan balap saat itu adalah salah satu tempat favoritnya. Begitulah yang dikatakan Stoner, Dovi, Hayden dan Rossi. Mereka menyukai fans yang ramai dan perayaan pesta MotoGP yang meriah. Stoner menyukai selain itu lay out sirkuit yang sempit dan sangat teknis. Menurutnya, ia berusaha mencari setting terbaik agar motor bisa punya pace bagus sepanjang race, yup tampaknya Mugello lalu memberi pembalap ini pelajaran penting soal daya tahan ban. Yang perlu diperhatikan tentunya tikungan ke kiri yang panjang nian itu. Tikungan ini juga jadi pertimbangan bagi Hayden dalam setting motor. Doi mengakui menyukai tikungan buta di Sachsenring, terutama di bagian akhir yang laksana “air terjun”.

Bagaimana dengan Rossi? Sirkuit ini pasti punya kesan tersendiri baginya. Tahun 2009 lalu, Blog Sesat menyaksikan sendiri kemenangan the Doctor yang berhasil unggul dari Stoner, Lorenzo dan Pedrosa, sebuah kemenangan mutlak yang menunjukkan kehebatannya, sebab cuaca saat itu baik dan ketiga alien saingannya sehat walafiat badan dan motornya, jadi menang karena jelas jago, bukan untung-untungan.

Di Sirkuit ini pula Rossi pernah dipermalukan Gibernau yang saat itu sama-sama menunggangi RC211V, dan itu di tikungan terakhir, dimana di tikungan itu Rossi masih masuk duluan, hanya saja kalah akselerasi akibat Gibernau ambil racing line lain yang memungkinkannya buka gas lebih awal, terlebih lagi doi menggunakan knalpot pendek yang membuat akselerasi bawah dan menengah lebih yahud. Namun, tahun depannya, Rossi membalas kekalahan dengan mengasapi Gibernau dengan jarak yang tipis, setelah melalui race yang seakan siaran ulang tahun sebelumnya, tentunya dengan ending berbeda… Rossi sendiri menyukai sirkuit teknis ini, sebab karakteristiknya yang melawan arah jarum jam.

Menurut Blog Sesat, Sachsenring wajar saja jadi favorit banyak pembalap, sebab sirkuit ini memang tikungan-tikungannya asoy, banyak naik turun, ganti arah dan beberapa tikungan buta.

Bagaimana dengan Pedrosa? Sanggupkah doi tampil ke depan, apalagi duo Yamaha sedang on fire dan penuh percaya diri. Menurut Terawng Gaib Blog Sesat, Pedrosa bisa tampil mengejutkan, sebab sirkuit ini termasuk lambat (straightnya pendek) dan flowing, tidak butuh banyak hard braking! Bisa juara sih terlalu sulit, tapi kembali ke 5 besar bukan hal mustahil. Ingat, doi pernah juara MotoGP tahun 2010 di sirkuit ini.

Dan jangan lupakan Simoncelli yang menunjukkan potensinya di training Mugello lalu dengan hanya tertinggal sedikiiit dari Stoner. Doi cukup jago di sini, dan di sirkuit sarat tikungan ini plus top speed rendah, peluang Simoncelli yang berbadan besar juga semakin bagus. Blog Sesat juga jadi saksi tahun 2009, ketika si Kribo naik podium teratas GP 250 cc, mengulangi prestasi tahun sebelumnya. Simoncelli sendiri juga sedang pede saat ini dan bertekad bisa finish di Sachsenring tanpa drama…

Btw, race tanpa drama, nggak seru juga ya hihihii…..

Seperti yang tersesat kemari sudah tahu, secara kelegalan pada garis besarnya ada 2 jenis moge, yakni yang syah alias surat-suratnya lengkap STNK BPKB dan yang bodong alias cuma bawa badan tok dan kadang dibilang yatim piatu.

Banyak yang mengecam-mengecam seakan hidupnya suci, kalau moge bodong itu yang beli korup, ga mau bayar pajak, hasil curian dsb.nya. Tapi, apakah benar moge bodong itu asalnya selalu buruk?

Moge bersurat pun tidak semuanya lurus-lurus saja lho… Ada yang tempelan. Apa itu? Jadi, anggaplah si Lekdjie beli RC211V bersurat. Suatu saat datang tawaran dari Nunoe yang beli RC 212V tanpa surat. Nah, karena Lekdjie lagi butuh duit, dijuallah suratnya itu (STNK-BPKB) ke Nunoe.

Yang dijual memang suratnya saja, tapi harganya jangan kau tanya.. Anggap saja RC211V Lekdjie yang bersurat itu dia beli 1,5 M. Boleh jadi suratnya tok dijual seharga 700 juta! Woooww..

Kok Si Nunoe mau aja beli surat 700 juta?

Begini Bro… Anggep saja kalau beli RC212V lewat AHM (gedubrak-red) 1,8 miliar, sedangkan masukkin sendiri (bila mampu-red) cukup keluar 900 juta. Nah, kalau Nunoe beli surat RC211V Lekdjie, Nunoe bisa ngirit duit hingga 200 juta (1,8 m-1,6m). Makanya tuh surat tok muahal betul!

Lho, surat tempelan, nggak ilegal tuh? mestinya ilegal ya..tapi pada kenyataannya, cara begini banyak dipakai lho.. asalkan merk sama, tahun beda-beda 10 tahunan juga oke, kapasitas beda-beda ga masalah, asal masih besar juga, ya disikat…. Kalau warna beda? itu mah soal kecil.. Terus no mesin sama rangka??? Ya, tinggal diketrik atau gravir kalau mau, modal 1,5-2 juta… Nah, beres kan..

Terus, moge yang diceraikan itu gimana nasibnya??? Ya, gantian deh dia yang bodong.. Biasanya dah tahun tua, bentuknya dah kelihatan tua dan kaku, kondisinya dah nggak oke, kalau parah ya siap-siap si moge dimutilasi huhuuhu…, seandainya dibiarkan tetap utuh dan hidup, siap-siap terima tuduhan masyarakat yang miring akan menyerang dirinya yang dianggap bodong dan tak jelas ayahnya.. huhuhuhu…kacian ya…

Husqvarna memang bukan merk yang terlalu akrab di kuping bikers tanah air, tetapi merk ini justru sangat senior, sebab di bawah Royal Enfield, Husqvarna adalah produsen tertua sepeda motor yang terus berproduksi sejak lahirnya, tahun 1903, hingga sekarang. Merk Harley Davidson pun kalah 3 bulan lebih muda dari Husqvarna.

Sekarang, Husqvarna itu merk mana sih? Tidak salah kalau menyebut Husqvarna merk asal Swedia. Bahkan, sebelum memproduksi motor, perusahaan ini sudah banyak produksi barang lain, bahkan kalau ditelusuri hingga abad ke 17! nah, bayangkan, dari tahun 1600an!

Husqvarna, di samping KTM, adalah motor yang terkenal jago di lahan off road. Sebenarnya masih banyak lagi jenis dan prestasi Husqvarna, tetapi kita kembali ke fokus! Swedia atau Italia????

Begini Bro, tahun 1987 Husqvarna sudah dibeli Cagiva dan kemudian diambil alih MV Agusta. Seluruh produksi dipindahkan ke utara italia, yakni ke Varese! Nah, dah jadi Italia belum tuh????? Sebab, karyawan Husqvarna juga ada yang tidak sejalan dan melanjutkan produksi motor, tetapi menggunakan nama Husaberg!

Seperti Bro tahu, MV Agusta pun keuangannya kacau balau. Dengan 93 juta Euro, dijuallah Husqvarna ke BMW pada 2007. BMW punya kebijaksanaan menjalankan Husqvarna Motorcycle sebagai perusahaan mandiri (tetap di Italia). Nah, jadi Husqvarna merk mana sekarang? Swedia, Italia, apa Jerman? Yang jelas sih keluaran terbaru mereka, Nuda 900 blasteran Italia-Jerman!

Yang mungkin kebanyakan bikers tidak tahu, Husqvarna lebih solid di penjualan alat-alat pertukangan, kehutanan dan alat rumah tangga, bahkan pernah berada di bawah Elektrolux. Husqvarna sangat terkenal gergaji mesin dan mesin potong rumputnya lho…

 btw, barangkali tanpa sadar Bro sudah memiliki produk Husqvarna di rumah lho.. punya mami… sebab Husqvarna juga produksi mesin pengolah daging, setrikaan, kompor dan mesin jahit, yang paling terkenal ya merk Singer hihihi

Bisher dürfte Repsol Honda sich zur Entscheidung Stoner selbst gratulieren

Casey Stoner adalah pembalap terbaik era 800 cc jika kita mengacu pada jumlah kemenangan hingga hari ini. Pembalap yang bilang membalap dengan motor 125 dan 250 cc membosankan (kurang power katanya! edaaaan…) berhasil mengoleksi 27 kali kemenangan.

Stoner yang tampil menggila tahun ini bisa jadi akan menutup tahun ini dengan gelar juara dunia lagi, sebab dia yang membuka kelas 800cc dengan juara dunia, tentu dia mau endingnya juga bagus.

Numplak RC sableng benar-benar dirasakan positif oleh Stoner, terutama di sektor front end yang lebih baik daripada Ducatinya dulu. Dengan RC sableng, ia bisa mendapatkan feedback yang dibutuhkannya, sebab bagian front end selalu memberi signal dan gejala-gejala, kalau ban depan akan kehilangan traksi, tidak seperti Desmosedici yang tanpa bilang-bilang langsung menekuk dan akhirnya ndlosor.

Tahun depan dengan 1000 cc tentu membuat balap MotoGP saat ini menjadi sulit ditebak lagi. Lap time pembalap dan motor memang ada, tapi itu bukan jaminan, sebab masih banyak yang mencari setting dan mengetset komponen, bukan mencari best lap.

Stoner sendiri mengatakan, mesin 1000 cc Honda tak banyak bedanya dengan tunggangannya yang sekarang, hanya power bawahnya saja yang terasa beda. Stoner menerangkan, kalau mau ngdrift di gigi4 atau 5 dengan mesin 800 cc, maka posisi motor harus benar-benar miring, sehingga di buritan motor benar-benar sudah ditopang tepian ban, sedangkan dengan mesin 1000 cc, mau tegak pun di gigi 4 dan 5 bisa saja ngedrift.

Dalam pengembangan motor baru, ternyata doi tidak suka bekerja sendirian, sebab menurutnya, kelemahan pembalap bisa berdampak negatif ke motor yang sedang dikembangkan. Jika menggunakan beberapa pembalap, maka potensi motor akan lebih tergali dan kelemahannya juga lebih terdeteksi.

Omong-omomg soal kelemahan, doi termasuk orang yang doyan menganalisis kelemahan sendiri. Dulu dia merasa lemah saat masuk tikungan dan saat mengerem keras. Dengan latihan-latihan-latihan sampe bego, dirinya mulai merasa sudah kuat di sisi itu. Stoner masih merasa punya kelemahan saat berakselerasi keluar tikungan (padahal dah top ya?). Stoner membandingkan, Pedrosa lebih kuat dibandingkan dirinya dalam hal ini (bukan masalah bobot, tetapi secara teknik-red).

Bagaimana soal setting? Racing line? Ngegas? Ngerem? Ternyata doi bukan orang yang doyan baca data. Dia berusaha menganalisis sendiri dimana dan di bagian sirkuit mana dia lemah atau butuh perbaikan. Kalau sudah mentok, baru deh tim akan menunjukkan data yang dikumpulkan dengan teknologi canggih komputer itu, tetapi jarang tuh sampai minta ditunjukkan data oleh tim!

Dalam soal setting pun demikian. Menurutnya, kalau mau cepat di lintasan, pembalap harus mencari setting sendiri, bukan tengak-tengok data dan pilihan pembalap lain. Dari racing line pun demikian. Menurutnya, tak ada satupun tikungan yang sama! (Kaya sidik jari aja-red). Pembalap harus berani coba racing linenya sendiri. Dalam balapan, akan jarang terjadi salip menyalip kalau semua berprinsip, hanya ada satu racing line ideal. Untuk menyalip, harus ada yang berani ambil jalur keluar dari racing line yang dianggap ideal itu. Masing-masing pembalap harus mencari jalannya sendiri! (Karena itu doi nggak suka dikuntit ya??)

Kembali ke soal kelemahannya, saat ini Stoner mengaku tidak memiliki kelemahan besar. Menurutnya, selain harus bisa mencari kelemahan sendiri, pembalap harus mengakui kelemahannya itu untuk bisa memperbaikinya. Saat ini, Stoner berusaha memperbaiki sedikit-sedikit kelemahannya… Hmm barangkali kelemahannya yang mudah naik darah perlu diperbaiki… Ki Gede Anue menyarankan ramuan daun dewa dan daun sambung nyawa untuk menurunkan tekanan darah..Untuk mencegah kanker, bisa juga mengkonsumsi daun sirsak yang diseduh.  Kalau masih kurang juga, Ki Gede Anue bisa dihampiri di tempat malprakteknya di kawasan #!$#@%@&%*^@^**^%*^%* dengan no telelfon @#^%&*#&&^(&^

Disediakan juga bagi Stoner ilmu kebal dan Ajian Tinju Jakarta Selatan kalau-kalau diperlukan dalam keadaan mendesak di sirkuit nanti.

Tahun depan MotoGP diharapkan lebih seru dengan hadirnya lebih banyak pembalap di lintasan. Jumlah tim yang diterima pun semakin meyakinkan, tahun depan akan ramai, sebab jumlah tim yang turun lebih banyak. Tim pabrikan sudah mulai melirik kapasitas 1000 cc, Honda dan Ducati sudah mengetest, sedangkan Yamaha menunda hingga 15 Agustus nanti di Brno. Bagaimana dengan Suzuki? Apakah akhirnya bertahan dengan 800 cc? Sulit.. Sebab dipastikan lebih mahal dengan 800 cc, terlebih kalau pabrikan lain pilih 1000 cc yang tentunya punya daya tahan mesin lebih baik jika mengeluarkan tenaga sama dengan yang 800 cc.

Saat test Mugello lalu, tim CRT yang akan hadir tahun depan entah kemana batang hidungnya. Hanya satu tim yang berani nongol, yakni VDS dengan pembalapnya Mika Kallio. Pembalap Finnland ini menggeber satu-satunya motor CRT tahun depan, yakni Suter yang menggendong mesin S1000RR yang di tune up. BTW, kehadiran Suter-BMW yang sebatang kara CRT ini menimbulkan gossip-gossip di kalangan penggemar balap. Kabarnya, Suter-BMW hanya akan jadi satu-satunya motor CRT tahun depan. Moriwaki dikabarkan mundur dan tidak menawarkan motor bermesin 1000 cc, sedangkan FTR dengan mesin Ninjanya malah baru sebatas kasak-kusuk tok!

Lho, kok pada sayur nih CRT? Tambah sayur lah kalau melihat hasil test Kalio yang hanya tembus 1.53.668 di Mugello, tertinggal 6 detik dari Stoner dan Simoncelli yang sanggup tembus 1.47 an! Sedangkan kontestan lain di 1.48an. Memang Kallio bilang mereka masih terganggu chattering, tetapi 6 detikan terhitung terlalu jauh… Apalagi best time Suter-BMW hanya sedikiiiit lebih baik dari rekord fastest lap Moto2 di race! Ingat, di race, bukan di Qualifying!

Wah, puter-puter otak lagi tuh tim CRT kalau mau kompetitif dengan mesin superbike massal. Memang anggaran yang 1 juta Euro jauh lebih hemat dibandingkan 2,5 juta Euro juka memakai motor full pabrikan, tetapi masih terlalu mahal kali kalau hanya untuk tampil di belakang, bahkan bisa jadi jadi bulan-bulanan overlaping! Anjloknya performa motor CRT dibandingkan motor orsi pabrikan pun membuat tim CRT semakin gentar. Gosip-gosipnya lagi, tim Viessmann-Kiefer yang tahun depan mau turun di MotoGP pun akhirnya memutuskan memesan motor 1000 cc Honda…

Hmm rasanya itu pilihan lebih bijak, sebab selain dari segi kompetitif lebih terjamin, mereka tak perlu pusing riset-riset chassis dan mesin lagi yang bisa jadi ujung-ujungnya memakan lebih banyak duit ketimbang terima jadi dari pabrikan!

tersesat muter-muter

  • 2.481.083 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com