Sylvain Barrier hat den Lauf des Superstock 1000 Cups in Brünn gewonnen

Judul yang berlebihan? Fans buta BMW? Bukan saudara-saudara… Kalau melihat WSBK saat ini, memang BMW masih kerepotan. Leon Haslam pun jadi redup setelah menunggangi si picek nan ganteng, posisinya jelas-jelas menurun dibandingkan tahun lalu, ketika masih menunggang Gixxer yang sayangnya minim support dari Suzuki, padahal titel juara dunia ke dua WSBK bagi Suzuki bukan tak mungkin digapai.

BMW S 1000 RR masih yang terbaik? Yup, secara standard ini motor yang paling gila, kompetitif dan sekaligus ekonomis. Yup, harganya hanya sedikit lebih mahal dari Yamaha R1, tetapi fiturnya tak kalah dengan Ducati maupun Aprilia yang harganya jauh di atasnya.

Kalau melihat WSBK, tentu kurang tepat, sebab di sini motor sudah banyak ditunning sana-sini. Bayangkan saja, harga CBR 1000 RR standard zamannya Toseland yang masih di bawah 14000 Euro ketika ditunning harganya jadi jauuuh di atasnya. Tim Hanspree menjual juga lho motor yang sama plek dengan yang dipakai Toseland seharaga 80 ribu Euro! Mahal sih.. Tapi masih jauh lebih murah dibandingkan motor di Moto2 lho… Kalex saja minta 115 ribu Euro untuk satu motornya.

Kalau melihat WSBK kurang tepat, maka kalau lihat kejuaraan Superstock 1000 lebih tepat. Salah satu jebolannya ya Baldovini yang bernaung di bawah panji BMW Italia dan sangat mendominasi tahun lalu. Tahun ini, ternyata BMW masih tampil terdepan, meskipun tak segila tahun lalu. Hanya Ducati dengan 1198 R yang bisa ikutan ngerecokin podium. Sekarang, bandingkan harga motor standardnya kurang dari 16000 Euro, sedangkan si Diva Italia lebih dari 38000 Euro!