Dua minggu lalu saya harus berhadapan dengan seorang psikolog yang ditugaskan untuk menjaring karyawan sakit jiwa di tempat saya cari nafkah agar knalpot Tiger hitam tetap mengebul.

Deg-degan juga, maklum, saya hanyalah seorang pengecut yang selalu lari dan bersembunyi dari orang-orang yang membuat saya merasa terancam huhuhu…

Beginilah sebagian percakapannya:

Psikolog: Mas, ada niat cari pekerjaan lain tidak?

Ijk: Tidak, saya senang dengan pekerjaan sekarang.

Psikolog: Tapi penghasilannya kan tak seberapa!

Ijk: Tujuan saya kerja di sini juga bukan mau jadi orang kaya, Bu..

Psikolog: Tapi kan kebutuhan hidup semakin banyak mas..tidak cari tambahan?

Ijk: Wah, saya nggak pusing soal itu Bu.. saya kan belum menikah, belum punya anak, jadi saat ini ya cukup-cukup saja.

Psikolog: hmmm, tapi harga-harga kan naik terus mas. Apa coba sambil bisnis gitu? Nanti kalau menikah gimana? Calonnya bilang apa?

Ijk: Saya tidak punya calon..

Psikolog: Kasihan………..

Ijk:$#@&^#%(*&^&(:}:{:}{????? (dumplang!)

Ya, psikolog itu memang benar sih..namanya manusia, pasti ingin cari aman secara finansial, pasti mencari lebih.. Sebenarnya, saya juga sudah berpikir kesitu, buktinya, saya punya pekerjaan sampingan lho..dan ini tak saya bocorkan ke psikolog, cukup ke Bro sekalian saja. Ini kerjaan sampingan saya:

Iklan