Dulu Blog Sesat sempat menyatakan, Lorenzo dan Stoner digembleng Kawasaki di masa kecil mereka. Nah, kalau dulu yang ada hanya fotonya Lorenzo, sekarang saya kasih fotonya Stoner, ketemu di majalah, meskipun kecil sekali, maaf ya…

Di foto itu terlihat, Stoner kecil yang kakinya bahkan belum sampai menjejak ke tanah menunggangi sebuah motor trail dengan warna hijau khas Kawasaki.. Jadi, diduga keras itu Kawasaki ya…

Di foto itu, terlihat Stoner kecil berpose di depan piala-piala yang diraihnya, medali-medali pun juga tergantung di dinding, buaaanyak kan? Tidak heran bocah ini nantinya menjadi seorang “alien”.

Sejak kecil, Stoner sudah tumbuh dan terbiasa dengan motocross, dimana roda depan dan belakang sering goyang sana-sini, istilahnya, nyaris tak ada grip. Di Ducati, dia pun menuai hasilnya. Selain itu, Desmosedici pun mengasah kemampuannya menaiki motor sirkuit yang perlu banyak drifting untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Desmosedici yang punya karakter liar dan sulit ditebak pun benar-benar menempa Stoner hingga doi bisa menaklukkan motor yang rasanya nggak neak sekalipun.

Ini terbukti di Brno kemarin. Stoner berkomentar, motornya sebenarnya tidak enak, tidak ketemu settingnya. Ketika akhir Qualifikasi sebenarnya mulai membaik settingnya. Ketika warm up, Honda berusaha memperbaiki settingnya. Sayangnya setting warm up itu malah ke arah yang salah! Artinya, ketika race, Stoner memang mengendarai motor dengan setting yang membuatnya kurang nyaman. Namun, seiring race, Stoner pelan-pelan merasa nyaman (faktor ban kali ya-red). Sebenarnya beberapa kali Stoner kehilangan grip, tapi dia terbiasa dengan itu, dan kejadian-kejadian itu tak mengendorkan mentalnya. Sayang Lorenzo gagal memberikan perlawanan. Disinyalir dikarenakan kesalahan pemilihan ban, sebab Lorenzo memakai kompon soft di roda depannya! Tak heran, di awal race doi terlihat begitu menjanjikan, tetapi di pertengahan race terlihat, doi merasa kurang pede dan bahkan sempat kehilangan grip yang membuatnya lebih berhati-hati. Dani Pedrosa pun sayangnya juga keburu jatuh. Tampaknya doi terlalu memaksakan ketika ingin memperlebar jarak alias kabur dari Lorenzo dan Stoner.

Race kemarin sekali lagi menunjukkan kemampuan Stoner menaklukkan yang liar-liar. Doi sudah terbiasa menjinakkan yang liar dan galak. Ini salah satu buktinya: