Quo vadis? Die Zukunft von Colin Edwards ist weiter offen

Siapa tak kenal Colin Edwards, pembalap yang dikenal dengan nama Texas Tornado. Pembalap yang pernah jaya bersama Honda di WSBK ini tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan Yamaha di MotoGP. Dengan bantuannya, Valentino Rossi bisa cepat mengembangkan motor dan memperoleh setting optimal untuk M1nya. Edwards sendiri yang sudah termasuk gaek hingga hari ini pun masih kompetitif, sayang saja doi tak sekalipun menempati podium teratas hingga saat ini.

Tahun ini, perlahan tapi pasti, grafik prestasinya menurun. Ada suara-suara dari dalam Yamaha yang menghendakinya mundur. Posisi Edwards sendiri akan diisi pembalap yang lebih muda, kandidatnya antara lain Eugene Laverty, Iannone, Bradley Smith, bahkan Bautista dan De Puniet. Bradl yang kabarnya mengincar jok M1 di Tech 3 malah lebih dekat dengan Honda, malah Honda sudah menginterview pembalap harapan Jerman ini.Kabar dari media Jerman bahkan menyebutkan, dananya sudah terkumpul 80% untuk mengorder RC213V.

Edwards sendiri sebenarnya masih bisa bertahan di Tech3, apalagi Yamaha USA masih ingin Edwards ada di situ. Tapi, kalau dipikir-pikir, cukup lah, toh sudah ada Texas Terror yang menggantikan Texas Tornado. Texas Teror memang terbukti lebih tajam dan bisa menggusur pamor Texas Tornado. Hanya saja, Texas Terror belum cukup kuat menggusur Texas Fried Chickens dari benak rekan-rekan yang menantikan buka puasa nces..nces…

Pekan lalu berhembus kabar, Edwards akan hengkang ke WSBK. Kabarnya BMW siap untuk mempekerjakannya. Toh sudah terbukti, pembalap tua dari MotoGP terbukti ampuh menggempur WSBK. Apalagi Edwards punya pengalaman dengan motor-motor 4 silinder bertenaga besar, cocok untuk duduk di sadel si picek nan ganteng. Beda dengan kesalahan BMW sebelumnya yang mempekerjakan Ruben Xaus… yup, pembalap ini tumbuh besar dengan karakter 2 silinder Ducati dan kesulitan menemukan performa terbaik dengan mesin 4 silinder… Dan, kesalahan ini dilanjutkan Honda Castrol hihihi… nomor boleh sama ama Aaron Slight, tapi dah, nomornya tok!

Kembali ke Edwards. Menjelang Indianapolis, kabarnya malah doi akan gabung tahun depan dengan Forward Racing. Tim CRT ini akan menggunakan mesin S1000RR tune up yang dikawinkan dengan chssis plus body buatan Eskil Suter.

Edwards tentu menyadari besarnya tantangan ini, terlebih di sesi test Brno lalu, Mika Kalio tertinggal 4 detik dari yang tercepat, yakni Stoner di atas RC213V. Namun, 4 detik itu bukan berarti sudah maksimal. Sebab Kalio masih mengeluhkan chattering parah di front end.. hmmm… Puyeng tuh Edwards..

Kalau mau lebih aman, memang mending ikut BMW di WSBK, tapi siapa sih yang rela meninggalkan MotoGP??? Ya, kita tunggu saja, kabarnya di seri ini, Edwards akan umumkan keputusannya.

 

 

Iklan