You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2011.

 

Hingga hari ini kabarnya Ducati belum mau memberikan foto-foto 1199 resmi dari pihak mereka. Namun, dengan berbekal foto-foto yang sudah terlanjur bocor, beberapa pihak mereka-reka dan membuat desain 1199 semakin jelas, dengan bantuan komputer tentunya..

Pihak Motorrad pun bahkan selangkah lebih maju, mereka mereka-reka 1199S versi Rossi. Boleh juga tuh penampilannya. Motor ini sendiri dikabarkan akan bertenaga sekitar 200 PS! Gila, bagaimana caranya tuh motor jalanan dengan konstruksi V2 kapasitas 1200 cc bisa memperoleh tenaga sebesar itu? Bisik-bisik dari pihak dalam sih karena materialnya yang juga ga bisa sembarangan. Kabarnya klep dan setang seher dari titanium (btw, setang seher untuk mesin twin memang speknya harus top, sebeb menurut regulasi, setang seher untuk motor twin harus bawaan pabrik, beda dengan yang pakai 4 silinder). Piston dari baja pun gosipnya ikutan ambil peran di mesin ini. Soal jeroan mesin, memang Ducati harus sangat selektif, sebab konstruksi twin (yang identik dengan Ducati dan dominasinya di WSBK, harus lebih banyak kena regulasi!).

Berdasarkan foto bocorannya, 1199 tidak pakai rangka! Ya, pakai sih, tapi memang benar-benar serapan dari MotoGP dimana komstir, airbox dan komponen yang mengikat ke mesin itu integral. Bedanya, rangka ini akan menggendong mesin 1200 cc V2, bukan 800 cc V4.

Buat para teknik freaks, 1199 akan melayaninya dengan senang hati. Beberapa paten Ducati dari GP8 tersemat di dalamnya, belum lagi sederet modus berkendara dan fitur yang lainnya, ya siap-siap saja tuh ABS sama traction control dan sebagainya.

Dari berita-berita yang sudah beredar, 1199 memang sangat menjanjikan, bahkan sangat mendominasi. Wong tahun ini saja Checa hampir bisa dipastikan jadi Juara Dunia WSBK! Blog Sesat memandang ini sebagai pembalap yang ketemu jodohnya. Kalau kita pandang dari perspektif lain, Checa adalah pembalap matang, dan 1198 pun sangat matang settingnya! Motor baru macam S 1000 RR dan ZX-10R gress terbukti belum matang untuk event sekelas WSBK. Wah, bagaimana kalau 1199 yang diturunkan tahun depan????? ssttt, ane minta Terawang Gaibnya ke Ki Gede Anue, harap bersabar…

Pastinya sih, 1199 tidak akan murah! Ducati harus melewati tantangan pertama, yakni homoglasi, mereka harus menjual 3000 unit Ducati 1199 kalau mau ikut WSBK (eh, apa sudah dinaikkan jadi 6000 unit ya??). Kehadiran Ducati 1199 tentunya harus mampu menjual! 1199 harus laris, atau kalau tidak terlalu laris (akibat mahalnya harga motor exotis ini), produk lain Ducati harus terdongkrak naik! Mengapa? Yang namanya pabrikan baru mengeluarkan produk baru yang sangat canggih, pastinya mereka keluar biaya besar! Kalau sampai gagal, wah berabe..sudah ada beberapa pabrikan yang habis menelurkan produk extra keren malah mengalami krisis finansial kan?

 

Ketika kita berbicara aki MF, Bro Daris sempat berkomentar tentang aki MF yang rusak karena tekor. Yup, baru-baru ini tambah lagi satu pengalaman. Pada intinya, memang jangan memaksakan aki MF hingga soak abis!

Aki MF yang berkualitas biasa, meskipun baru beberapa bulan, kalau dipakai sampai tekor abis, berisiko besar mengalami kerusakan hingga doi tak bisa diisi ulang! Nah, nyaho nggak tuh.. Di motor biasa, ya 150 ribuan kan lumayan! Di motor besar, keluar duit 2 kalinya! Biasanya aki MF tekor abis karena elektrik starter. Seringkali biker yang lagi malas memaksakan elektrik starternye bekerja lama hingga aki pun tekor.

Solusinya bagaimana? Ya, kalau jelas-jelas motor sangat sulit dihidupkan dengan elektrik starter, ya pakai lah kick starter (kalau ada). Pastikan juga pengisian motor dalam kondisi oke! Nah, kalau yang ada cuma elektrik starter, kalau ada gejala aki MF sudah melemah, sebaiknya dilepas dulu tuh aki dan dicharge. Sambil menunggu itu, kan bisa tuh bersihkan karbu dan busi yang biasanya paling sering jadi biang kerok motor sukar hidup.

Dua minggu lalu saya harus berhadapan dengan seorang psikolog yang ditugaskan untuk menjaring karyawan sakit jiwa di tempat saya cari nafkah agar knalpot Tiger hitam tetap mengebul.

Deg-degan juga, maklum, saya hanyalah seorang pengecut yang selalu lari dan bersembunyi dari orang-orang yang membuat saya merasa terancam huhuhu…

Beginilah sebagian percakapannya:

Psikolog: Mas, ada niat cari pekerjaan lain tidak?

Ijk: Tidak, saya senang dengan pekerjaan sekarang.

Psikolog: Tapi penghasilannya kan tak seberapa!

Ijk: Tujuan saya kerja di sini juga bukan mau jadi orang kaya, Bu..

Psikolog: Tapi kan kebutuhan hidup semakin banyak mas..tidak cari tambahan?

Ijk: Wah, saya nggak pusing soal itu Bu.. saya kan belum menikah, belum punya anak, jadi saat ini ya cukup-cukup saja.

Psikolog: hmmm, tapi harga-harga kan naik terus mas. Apa coba sambil bisnis gitu? Nanti kalau menikah gimana? Calonnya bilang apa?

Ijk: Saya tidak punya calon..

Psikolog: Kasihan………..

Ijk:$#@&^#%(*&^&(:}:{:}{????? (dumplang!)

Ya, psikolog itu memang benar sih..namanya manusia, pasti ingin cari aman secara finansial, pasti mencari lebih.. Sebenarnya, saya juga sudah berpikir kesitu, buktinya, saya punya pekerjaan sampingan lho..dan ini tak saya bocorkan ke psikolog, cukup ke Bro sekalian saja. Ini kerjaan sampingan saya:

Sekitar 3 minggu lalu, rem depan Tiger Hitam mendadak blong. Nggak masalah sih, masih ada rem belakang. Namun, lalu lintas di Jakarta yang penuh kejutan membutuhkan rem depan dan belakang bekerja dengan baik, ya minimal masih rasa tromol lah..

Di roda depan, rem nyaris blong, minyak rem pun turun cepat. Setelah dicek, ternyata baut untuk buang anginnya dol! Wah, puyeng juga nih, mau ngakalin belum sempat nanya-nanya, apakah bautnya bisa diganti yang lebih besar, jadi tak pakai acara tambah daging segala. Maklum, kaliper mahal Bro.. dulu sih 500 ribu masih tembus. Namun, seiring banjirnya motor dan peranti KW2nya, komponen jadi murah, tapi mutunya banyak juga yang nggak jelas gitu deh…

Untuk Tiger lama, katanya sih sama dengan milik Honda Supra, tetapi dudukannya beda. Berhubung saat ke bengkel ane tak pakai Tiger, maka tak jadi ane beli tuh kaliper, terlebih lagi yang jualan ogah-ogahan..sorry ye… emangnya bengkel situ doang! Soal dudukan beda, barangkali yang tiangnya aja kali ya..sayang ane belum sempat membandingkan.

Singkat kata, akibat sibuk, ane nitip ade untuk beli kaliper. Karena yang asli tak tersedia (mahal kali ya, jadi bengkel tidak resmi males nyetok tuh barang), diambillah produk Cina bermerk Yasuho ini. Harganya? Wah, lengkap plus sepatu rem 130 ribu saja kalau tak salah. Murah memang… Bahkan dengan 200 ribu sudah dapat lho cakram plus selang plus pompa plus kaliper made in China! Soal mutu? Wah, ane jamin, bengkel pada nggak kasih jaminan!

Singkat kata, terpasanglah si Yasuho di Tiger Hitam. Awalnya, lama sekali sampai tuas mau keras. Dan akhirnya setelah cukup lama bisa juga, sayang dengan gejala seakan pompa rem rusak. Jadinya, ketika ditekan terasa agak ngelos. Motor pun saya pakai seminggu, setelah seminggu kembali anginnya dibuang lagi. Mendingaaaaan…tapi tetap saja jauh dari performa kaliper bawaan Tiger. Kalau dipakai jalan dan hanya tekan rem depan saja, dijamin teknologinya ABS! Asal berhenti sukuuuurr… Rasa tromol! Mau dibilang apa, harga nggak bohong kok. Ya, kapan-kapan cari yang original atau merk yang lebih baik lah. Saat ini, Tiger Hitam harus extra hati-hati dulu di jalan dan jaga jarak pengereman layaknya truk kontainer atau kereta api yang tak bisa berhenti mendadak. Yasuho yasuho… yasudahlah………

Kevin Schwantz glaubt an Casey Stoner

Satu lagi orang yang terjun ke dunia yang digeluti Ki Gede Anue, yakni pembalap legendaris Suzuki, Kevin Schwantz. Pembalap rajanya patah tulang ini menjadi “orang pinter” dengan ramalannya. Kali ini doi meramalkan nasib Casey Stoner dan Mick Doohan.

Bukan ramalan jelek kok, hanya prediksi hihihi… Menurut Schwantz, Stoner akan memecahkan rekord Doohan yang membukukan 54 kali kemenangan. Sebenarnya ramalan om Schwantz ini tidak butuh kepintaran khusus kok, apalagi pakai semedi di Gunung Gede atau hiking 9 jam lebih ke puncak gunung Ciremai. Cukup klik sana sini pakai mouse, sampeyan akan mendapatkan informasi umur dan jumlah kemenangan seorang pembalap.

Mick Doohan dengan rekord 54 kali kemenangannya tentu menjadi legenda hidup Australia saat ini. Casey Stoner yang kini juga berada di tim yang sama dengan motor yang superior seakan membuat cerita Doohan akan segera terulang, bahkan lebih dahsyat (tapi jangan lupa juga, saingannya kini juga lebih gila, banyak alien coy…).

Schwantz mengatakan, dengan umur yang masih 25 tahun, Stoner sudah membukukan 28 kali kemenangan. Schwantz membandingkan dengan dirinya sendiri, yang pada GP 1988 untuk pertama kalinya memenangi GP, dan saat itu usia dia sudah 24 tahun. Pantas saja Schwantz begitu mempercayai, Stoner akan mampu memecahkan rekord Doohan yang berjaya tahun 1994-1998. Stoner yang 25 tahun sudah koleksi 28 kemenangan di kelas pararaja, sedangkan dulu dirinya baru punya satu di usia 24 tahun.

Schwantz optimis ini bisa diraih, syaratnya, Stoner harus tetap sehat tetap semangat.. ya jangan sampai kecelakaan parah gitu deh.. Menurutnya, Doohan pasti nggak suka kalau ada pembalap Australia yang memecahkan rekordnya!

Kita lihat saja perkembangan selanjutnya… Memang mungkin saja Stoner memecahkan rekord Doohan, apalagi kalau dia dibekali motor dengan power besar dan front end yang sip memberi feedback, sebab geal-geol di buritan terbukti bukan masalah bagi Stoner. Di atas motor dengan front end asoy pun sudah terlihat, kalau doi juga sangat-sangat jarang terjatuh!

Kalau Stonernya sudah oke, ya, tinggal lihat lawannya tahun depan! Jangan-jangan malah tambah 1-2 Allien lagi macam Spies dan Simoncelli. Pastinya sih, Allien tidak akan jadi Allien kalau tidak naik pesawat motor Allien, lihat saja Rossi yang tahun ini bisa dibilang terlempar dari kategori Allien…

Troy Bayliss Portrait MotoGP

Troy Bayliss yang kini berusia 42 tahun memang legendaris dan terbukti di test motor-motor Ducati masih sangat kompetitif, bahkan memecahkan rekord! Sempat dirinya di musim panas lalu menyatakan akan comeback ke Superbike, tetapi menjelang penandatanganan kontrak, doi membatalkannya begitu saja. Sekarang, bagaimana sih sebenarnya si pembalap yang terakhir menjuarai race MotoGP 990 cc itu?

Pria dengan tiga anak ini (Mitch, 16, Abbey, 14 dan Ollie 6) sebenarnya sudah meraih impiannya, yakni mundur dari balapan ketika sedang jaya-jayanya. Doi mundur tahun 2008 lalu setelah 3 kali menjadi juara WSBK bersama Ducati. Kemundurannya ini pun sebenarnya tertunda 2 tahun dari janjinya pada Kim, istri yang dinikahinya sejak 18 tahun lalu. Doi berjanji untuk mundur tahun 2006, tetapi baru terjadi di tahun 2008.

Troy Bayliss Portrait Rennrad Sebagai seorang racing-junkie, ternyata mundur total dari balap itu tidak mudah. Seringkali dirinya merasa sakaw untuk kembali ke WSBK dan mendapatkan penawar sakawnya: Kemenangan!

Sehari-hari, untuk memerangi kecanduannya ini, Bayliss main mobil, tetapi kendaraan V8nya itu membuatnya cepat bosan. Untung saja ada anak-anak dan keluarganya. Selain itu, pria 42 tahun ini memerangi gairah sembalapnya dengan bermain sepeda. Seminggu, dia melahap sekitar 500 km! Gila! dan itu rutin Bro! Doi menjaga kondisi badannya selalu siap untuk race!

Kemungkinan untuk comeback memang bukan tak mungkin. Apalagi doi merasa ingin melampaui rekord Carl Fogarty, ya kurang 7 kemenangan lagi! Dan, Bayliss optimis bisa mencapainya. Selain itu, Motor Ducati untuk 2012 juga sangat digdaya, ini semakin memancing minatnya untuk comeback, sebab doi memang baru mau comeback kalau motornya oke.

Ini bukan tak mungkin, sebab doi kenal dekat dengan bos tim balap Ducati dan orang-orang Ducati lainnya yang bersedia membuatkan tim balap dan menyalurkan material terbaik untuknya.

Hanya saja, masih ada satu halangan besar baginya untuk comeback… Harus membujuk istrinya dulu tuh hihihi….

Sylvain Barrier hat den Lauf des Superstock 1000 Cups in Brünn gewonnen

Judul yang berlebihan? Fans buta BMW? Bukan saudara-saudara… Kalau melihat WSBK saat ini, memang BMW masih kerepotan. Leon Haslam pun jadi redup setelah menunggangi si picek nan ganteng, posisinya jelas-jelas menurun dibandingkan tahun lalu, ketika masih menunggang Gixxer yang sayangnya minim support dari Suzuki, padahal titel juara dunia ke dua WSBK bagi Suzuki bukan tak mungkin digapai.

BMW S 1000 RR masih yang terbaik? Yup, secara standard ini motor yang paling gila, kompetitif dan sekaligus ekonomis. Yup, harganya hanya sedikit lebih mahal dari Yamaha R1, tetapi fiturnya tak kalah dengan Ducati maupun Aprilia yang harganya jauh di atasnya.

Kalau melihat WSBK, tentu kurang tepat, sebab di sini motor sudah banyak ditunning sana-sini. Bayangkan saja, harga CBR 1000 RR standard zamannya Toseland yang masih di bawah 14000 Euro ketika ditunning harganya jadi jauuuh di atasnya. Tim Hanspree menjual juga lho motor yang sama plek dengan yang dipakai Toseland seharaga 80 ribu Euro! Mahal sih.. Tapi masih jauh lebih murah dibandingkan motor di Moto2 lho… Kalex saja minta 115 ribu Euro untuk satu motornya.

Kalau melihat WSBK kurang tepat, maka kalau lihat kejuaraan Superstock 1000 lebih tepat. Salah satu jebolannya ya Baldovini yang bernaung di bawah panji BMW Italia dan sangat mendominasi tahun lalu. Tahun ini, ternyata BMW masih tampil terdepan, meskipun tak segila tahun lalu. Hanya Ducati dengan 1198 R yang bisa ikutan ngerecokin podium. Sekarang, bandingkan harga motor standardnya kurang dari 16000 Euro, sedangkan si Diva Italia lebih dari 38000 Euro!

Melihat Thunder 125 yang baru, ada yang perlu disayangkan di sana. Apalagi kalau bukan modelnya yang laksana tak berubah, gaya yang diusung belum bisa dibilang klassik, tetapi masih berada di zona jadul!

Sebenarnya bisa dimengerti, agak sulitnya membuat desain motor batangan yang cuma dibekali mesin 125 cc teknologi lama. Kapasitas kecil, tenaga kecil, di pasar Indonesia bisa jadi bahan cela-celaan kalau tampangnya kelewat sporty.

Thunder 125 baru sebenarnya secara desain baik-baik saja, tetapi yang namanya karakter manusia “pembosan” harus juga diperhatikan. Teknologi berkembang sayang sekali kalau tidak diikuti perubahan tampang yang signifikan.

Sebagai penggemar motor klassik, tentu saya menantikan keberanian Suzuki untuk sekalian saja mengeluarkan versi klassik Thunder 125. Tentunya lumayan banyak yang perlu ubahan, mulai tanki, jok, knalpot, speedometer, lampu sen, spatbor depan-belakang dan velg. Yup, sayang nih motor tidak keluar yang versi jari-jari!

Kenapa gaya klassik? Ya sesuai lah dengan mesinnya yang bertenaga kecil. Gaya klassik kan asiknya jalan santai, hemat bensin, ga brutal main rem dan gas, ya eco riding lah.. Apalagi ini motor memegang predikat motor batangan dengan konsumsi bahan bakar paling irit bukan?

Buat Bro yang kerap didera getaran yang tak diharapkan di setang, silahkan pakai cara ini: selipkan karet ban dalam di dudukan setang maupun raiser. Teknik nyaris nggak modal ini dijamin ampuh lho mengurangi kekuatan getaran di setang. Perlu dipraktikkan, terutama yang getaran di setang sampai-sampai membuat kesemutan, ya demi alasan kesehatan lah. Getaran berlebihan bisa menimbulkan gangguan syaraf juga lho..ngeri kan. Jadi, kalau mau daerah setang lebih bebas getar, coba saja cara ini, hanya butuh waktu 5 menit kok…

Beberapa waktu lalu, sebuah Yamaha R6 keluaran 2004 tersesat dan jatuh ke tangan salah satu oknum Blog Sesat. Wah, mantebs, sekali starter langsung mesin menderu merdu, maklum, injeksi dan masih tergolong baru.

Pertama kali bawa doi keluar pada malam hari, sekitar jam 8 malam. Jalanan lumayan ramai, tetapi tidak macet, lumayan deh untuk ukuran Jakarta, jalan 40-80 km/jam.

Kejutan pertama muncul saat berhenti di lampu merah ketiga, setelah sekitar 10 menit riding. Wah..keluar cairan dari bawah mesin..ngeriii, langsung saja mesin dimatikan. Kemudian setelah dicek sana sini, ternyata itu air radiator. Wah,lega… kirain oli mancur… Langsung darurat tambah air mineral botolan, mesin pun kembali joss. Rupanya air mengucur akibat kipas pendingin tidak dinyalakan (khilaf saudara-saudara, otomatisnya sudah tidak berfungsi rupanya, jadi pakai saklar manual). Gila, cepet banget overheat! Padahal malam hari dan baru 10 menitan plus dipakai rpm rendah, terlebih lagi ini motor sudah naked! Setelah kipas dinyalakan, dipakai jalan lebih dari 3 jam di siang hari pun tak masalah!

Bagaimana power mesin 4 silinder inline 599 cc berkompresi 12,4:1 ini? Woow, tidak ada istilah kurang power untuk jalanan Jakarta. Mesin berpower 123 PS @ 13000 rpm dan torsi max 68,5 Nm @ 12000 rpm. Kalau situ punya nyali dan jalanan kosong tersedia, top speed yang ditawarkan adalah 258 Km/jam. Ane sih ogah daaah..selalu terngiang-ngiang iklan CBR 900 RR di majalah: ridinglah dengan tanggung jawab! Yup, jangan nafsu! Power motor segede gini jelas lebih dari cukup untuk yang nafsuan (kecuali otaknya sudah rada error).

Buat harian sebenarnya ada beberapa faktor. Posisi riding yang sangat sporty pastinya banyak yang akan mengeluhkan, apalagi di jalanan Ibukota. Buat saya pribadi ga masalah, apalagi power sebesar itu memang menuntut riding position membungkuk plus foot step yang tinggi. Di kecepatan tinggi bisa dibilang top. Mesin ternyata enak juga untuk jalan pelan, sama sekali tidak ada permasalahan, bahkan gigi 3 untuk kecepatan 40Km/jam juga sama sekali tidak masalah, tidak ada gejala endut-endutan. Akselerasi bawah juga sangat terdosis dan terkontrol, jadi aman. Hanya saja, jangan coba-coba angkat rpmnya di atas sekitar 8000 rpm, asli galaknya keluar..ih ngeriii….. Ane cuma berani test geber sampai gigi 4 saja di TB. Simatupang di malam hari, entah berapa rpm dan berapa speednya, maklum, nih motor speedometernya dicopot. Tapi sempat juga serasa ga duduk di jok dan kaki lepas sesaat dari footstep. Mungkin kombinasi dari tarikan ala roket plus jalanan yang agak bergelombang. Pokoknya, habis ngerasain galaknya nih motor, saya merasa rada-rada bencong hihihi, nggak nggak nggak kuat… asli nggak kuat nahan ni motor di rpm tinggi dalam waktu lama..Jalanannya itu lho, jangan di jalan umum deh. Soal stabilitas sih ga masalah. motor berdeltabox alumunium III ini sangat stabil dan mampu menahan power mesin. Apalagi power mesin tersalur halus dan getarannya sangat minim terasa di jok. Nyaman deh…

Untuk pemakaian harian di Jakarta motor ini tidak recommended. Pertama, sudut putar kemudinya sangat kecil. Di jalan selebar 4 meter pun tidak cukup untuk putar balik! Sudah begitu, dalam posisi setang mentok, dijamin jempol kejepit! Nah, terang saja motor ini akan sangat kesulitan kalau harus nyempil-nyempil di parkiran motor. Bahkan bisa dibilang nggak muat deh. Selain itu, motor ini agak tinggi. Dengan tinggi 170 cm, agak jinjit, tetapi kalau memajukan motor dengan kedua kaki tidak masalah, sebab motor ini tidak terlalu berat, yang repot kalau harus ngatret alias mundur. Apalagi mundur dan agak nanjak, wah nggak nggak nggak kuat hihihi…

Yang membuat tidak nyaman selanjutnya adalah panas mesin. Asli lumayan selangkangan dibuat hangat sepanjang perjalanan, bahkan terasa saat motor jalan dalam kecepatan sedang. Ditambah dengan riding position yang sporty banget, turun dari motor ini rider akan merasa benar-benar habis berolah raga! Bagi mereka yang ingin lekas turun berat badan, silahkan pakai motor ini dan sejenisnya sebagai motor harian. Rasakan sendiri efeknya, it works lho…

Soal suspensi? Bagi mereka yang nyari kenyamanan, sorry, wrong bike! Layaknya supersport dan superbike, suspensinya keras, penting lho untuk merasakan traksi dan keadaan permukaan jalan. R27 masih lebih nyaman hihihi..

tersesat muter-muter

  • 2.437.547 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
arieslight pada Tidur Terlalu Lama……
Poleng pada Tidur Terlalu Lama……

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com