Valentino Rossi will jetzt ein Aluminium-Chassis, welches Casey Stoner Anfang 2008 als den falschen Weg erachtete

Kemelut handling tak selamanya membawa hal buruk bagi Ducati. Dengan kemelut itu plus hadirnya Valentino Rossi di Ducati, tim MotoGP mereka menjadi tim yang paling banyak mendapatkan perhatian media dan paling ramai diperbincangkan, tim lain yang juga bermasalah dalam prestasi, mana pernah diperhatikan segitunya…Tim pabrikan yang punya sponsor semakin di depan dan satu hati pun layak iri pada perhatian media terhadap Ducati dengan VR46nya.

Seperti yang situ tahu, Rossi sudah merengek minta chassis alumunium yang diduga bisa membawa angin perubahan yang cukup untuk membawanya bertarung di barisan terdepan. Gosip pun mengatakan, yang nempel di GP12 yang ditest hari kamis lalu hingga pukul 18.30 oleh Rossi CS adalah rangka yang beda, bukan lagi karbon, tapi alumunium. Makanya muncul istilah GP12.1. Bahkan dengan begitu, diprediksi akan muncul GP11.2….. Sebenarnya produsen rangka karbon di Borgo Panigale masih membuat beberapa varian rangka karbon, tetapi pendapat Rossi dan Burgess tentu tak bisa dikesampingkan. Oleh karena itu, Ducati memfasilitasi mereka untuk mengetest rangka aluminium.

Tapi…… ada tapinya nih……… Kalau kilas balik ke 2008, Casey Stoner pernah berpendapat, rangka yang dari tralis tak sebaik rangka karbon! Nah lo… Namun, itu kan kata Stoner, Rossi dan Burgess boleh dong tidak mengikuti dan percaya begitu saja. Istilah kata, biar yakin ya harus coba sendiri!

Kembali lagi ke 2008 lalu.. Ketika Stoner membandingkan rangka karbon dengan rangka tralis, doi sudah bilang, rangka karbon menuju ke arah yang lebih baik dan menurut dia sanggup untuk menjawab tantangan pengembangan di masa depan. Berangkat dari pernyataan ini, berarti pemilihan Rossi mencoba rangka aluminium tidak salah. Yang salah, kalau doi minta rangka kembali pakai rangka tralis. Sebenarnya, menurut Guareschi tahun 2008 lalu, karakter motor tidak berubah dengan penggunaan rangka karbon.

Sekarang ke masa kini. Katanya sih, rangka alumunium yang dicoba bentuk dan konstruksinya sama plek dengan yang dari karbon. Namun, apa iya semudah itu.. Bukankah dulu pernah dikatakan, rangka karbon juga bisa diubah-ubah tingkat kelenturannya? Artinya, kalaupun mengubah ke aluminium, –dengan asumsi kelenturan dengan karbon sama– justru malah rugi secara bobot kan.. Sebab rangka alumunium masih lebih berat dibandingkan rangka  karbon.

Konsekuensi lainnya yang lebih berat, rangka alumunium membuat power mesin GP11 turun! Kok bisa???? Bisa dong… ingat, kalau konstruksinya sama persis, artinya rangka aluminium nantinya juga punya fungsi integral dimana sebagian dari rangka berfungsi juga sebagai airbox. MEskipun aluminium bukan penghantar panas yang baik, tetapi doi masih lebih baik menghantarkan panas dibandingkan karbon. Menurut Ducati, suhu udara di airbox kalau menggunakan rangka alumunium bisa mencapai 100 derajat (rasanya celcius-red).

Udara panas, artinya udara jadi tidak sepadat ketika udara itu dingin, dan ini punya efek negatif terhadap power mesin…

Nah, artinya, kalau mau pakai rangka alumunium, pasti ada yang beda kan.. dan untuk membuat perbedaan ke arah yang benar, pastinya butuh waktu, dana dan serangkaian test…

Iklan