Meine Damen und Herren, Bajajsche Motorenwerke memang sedang begitu genjar menggempur pasar motor tanah air dengan produk-produk yang kaya fitur, tetapi harga ekonomis, walaupun sayangnya bentuknya lama-lama kesannya begitu-begitu saja dan terkesan kurang berani bereksperimen. Dengan lumayan kuatnya komunitas penunggang Bajaj di kota besar dan dunia maya, Bajaj pun semakin diuntungkan. Hanya saja, sayang kabar-kabarnya komponennya tidak mudah diperoleh, sebab masih terlalu tergantung dari pihak Bajaj sendiri dalam penyediaannya.

Sebenarnya, pihak Bajaj di Indonesia tak perlu juga terlalu tergantung pada India dalam penyediaan parts. Pihak Bajaj bisa saja melirik industri-industri rumah tangga untuk memproduksi komponen Bajaj, terutama yang fast moving. Soal kualitas mestinya sih tidak kalah, asal ada dana saja… Andaikan pun kualitasnya tak sanggup sebaik India, bukan alasan juga.

Berandai-andai nih Bro… Seandainya saya pihak berwenang Bajaj, saya akan mengorder komponen-komponen fast moving murah untuk semua varian Bajaj. Soal kualitas memang diusahakan baik. Kalaupun kualitasnya kurang baik, saya akan tetap memproduksinya! Yang penting kan ADA! Soal Kualitas pelan-pelan menyusul.. (bukan dalam artian komponen yang diproduksi mengorbankan faktor keamanan lho… ) Kalau para produsen kecil sudah bmulai membuat komponen untuk Bajaj, ketersediaan parts pasti lebih terjamin. Andaikan kualitasnya rendah, Bajaj tak perlu pasang merk di kemasan, jadi tak perlu tertulis komponen asli keluaran Bajaj! Yang penting tertera: untuk Bajaj x, Bajaj y dan seterusnya..  Misalnya ada sepatu rem dan kopling untuk Bajaj keluaran Sesat Racing, paking dan piston plus ring keluaran Sesat Product dan sebagainya.

Beralih ke Bayrische Motorenwerke alias BMW, terutama keluaran jadul. Meskipun sudah beredar 50 tahun lebih, pemilik BMW tak perlu takut kelangkaan komponen, sebab sudah banyak juga yang buat lokalnya, sebagian besar di Bandung (makanya ijk sebut Bandungische Motorenwerke). Mau yang original juga ada yang simpan, mau import dari Jerman juga bisa, tergantung dana! Waktu menunggunya pun juga tak lama, dalam dua minggu barang dari Jerman sudah bisa dipasang.

Lucu juga ya kalau dipikir-pikir, penunggang Bajaj harus kesulitan mendapatkan komponen, kalau kita bandingkan dengan BMW oldtimer. KAsihan juga kalau harus menunggu lama dan bahkan keluar duit banyak hanya untuk memperoleh komponen. Bagi pemilik BMW tidak masalah, sebab sebagian besar dipastikan BMW tidak dipakai harian. Harga komponen mahal pun tak masalah, sebab memang statusnya sebagai motor untuk investasi dan hobby. Nah, kalau Bajaj kan saat ini belum berstatus motor untuk investasi, kasihan dong kalau pemiliknya beda-beda tipis dengan pemilik BMW dalam pengadaan komponennya.

Melihat rencana Bajaj yang masih ingin membanjiri Indonesia dengan produk-produknya, sebaiknya Bajaj benar-benar menghapus dulu masalah kelangkaan parts dan memastikan, kasus serupa tak terulang lagi. Kalau tidak, bisa-bisa menyusul nasib produsen-produsen Cina.. inget, kalau nama baik sudah rusak, susah tuh.. Jangan cuma menawarkan produk, tapi , ada kesan menyampingkan soal pelayanan purna jual.. nanti ditereakin Bon Jovi: you promise me heaven but put me to hell hihihi

Iklan