Sebelum bulan puasa lalu saya tersesat ke salah satu kraton di Cirebon, ya sambil nunggu jadwal kereta ke Jakarta yang masih 2 jam lagi.

Banyak hal menarik yang bisa dilihat di kraton ini, misalnya lukisan Prabu Siliwangi yang terkenal itu.. Selain itu ada kereta kuda yang original dan tiruannya tersimpan di sana, ada mata air kejayaan yang katanya nggak boleh direbus kalau airnya dibawa pulang, ada juga bangunan kraton sendiri tentunya yang punya ornamen-ornamen yang mengandung filiosofis dan nilai sejarah yang menarik disimak.

Namun, ada yang mengganggu juga.. Di tiap bangunan, ada penjaganya yang meminta sumbangan sukarela..jadi ribet juga ya kalau tiap bangunan harus rogoh kocek, sebaiknya ya di awal gerbang saja sudah cukup. Lagipula, dulu kata rekan ane sih kraton Cirebon ini tak begitu, gratis-gratis saja keluyuran di wilayah kraton.

Menuju ke judul.. Kok mal praktek? Jadi begini Bro, ada bapak2 yang bert9indak jadi semacam pemandu wisata, ya semacam kurator kalau di museum. Dia menjelaskan bangunan-bangunan, sisi dan filosofis ornamen-ornamen di bangunan kraton. Nah, di dalam bangunan kraton, ada keramik-keramik yang disusun menempel di tembok. Si bapak-bapak yangsepertinya  usianya sudah lebih dari 40 itu menjelaskan, ubin-ubin keramik yang bergambar itu dari Cina.

PErmasalahannya adalah, gambar-gambar yang ada di keramik itu motifnya eropa, gambar orang-orang eropa, malah ada kincir angin khas Belanda. Baru-baru ini bahkan ada yang meneliti, keramik-keramik ini bergambarkan cerita-cerita dari Alkitab. uniknya, keramik-keramik ini juga tertempel di mesjid Kraton Cirebon..

Nah, karena ragu dan berpikir, barangkali si bapak ini salah ngomong, ya aya tanya lagi asalnya dari mana tuh keramik. Dia kembali bilang: dari Cina.

Wah, zaman dulu orang Cina dah tau gambar Eropa dan keadaan Eropa dong, aneh kan… Dan ane tanya rekan ane yang ahli kebudayaan. Dia bilang: ngaco tuh orang, dah lo diem aja…

Begitulah Brader.. ternyata doi ngaco menjelaskannya.. yang bikin kesel sih matrenya itu lho..

Kan di berbagai tempat kita sudah nyumbang sedikit-sedikit untuk “uang kebersihan”, nah di akhir perjalanan, si bapak minta duit, ya untuk penjelasannya itu kali ya..padahal kami saat itu lihat-lihat sendiri saja, dianya saja yang nempel terus dan menjelaskan.

Dan saya kasih deh beberapa puluh ribu… Eh dia masih nempel aja..padahal katanya sukarela, tapi kok masih minta..

Kini dia bilang: Yang beberapa puluh ribu untuk orang-orang jaga bangunan-bangunan tadi, dia belum dapet..

Rekan saya bilang: dah nih, ceban aja hihihi……

mal praktek memang ada di mana-mana, termasuk Blog Sesat yang doyan mal praktek, waspadalah..waspadalah!!!!!