Mengerem adalah sebuah aktifitas yang pasti dilakukan semua bikers selain mengegas. Bedanya, kalau mengegas habis-habisan tak dilakukan semua bikers, mengerem habis-habisan biasanya mau tak mau akan dilakukan bikers yang sehari-harinya mengandalkan motor untuk wara-wiri, terlebih lagi kalau medannya kota besar yang banyak didapati manuver-manuver “ajaib” para pengguna jalan.

Mengerem habis-habisan seringkali malah membuat celka diri sendiri, biasanya sih malah terjatuh karena kehilangan kendali motor. Ban yang mengunci, baik depan maupun belakang dipastikan memancing risiko besar, apalagi kalau kedua ban sampai mengunci! Karena itulah ABS tercipta, untuk memastikan pengereman bisa semaksimal mungkin tanpa kehilangan grip di ban. Sebab, bukan cuma jarak pengereman jadi molor, tetapi bahaya toh..

Nah, kalau kita lihat cara kerja race ABS, kita bisa menarik manfaatnya. Jadi, ketika mengerem, ABS akan terlebih dahulu mengirim sinyal ke rem belakang, bukannya sekaligus mengerem bersamaan dengan rem depan dan rem belakang. Setelah sepersekian detik, baru ABS mengirim sinyal ke rem depan. Jadi, ABS bukan sebatas mencegah ban mengunci, tetapi juga menjaga agar posisi motor saat mengerem maksimal, yakni tak terlalu tertumpu di ban depan. Gejala stoppie dan nyungsep pun diminimalisir.

Jadi, coba saja sendiri melatih diri kita, biasakan mengerem sepersekian detik dulu dengan ban belakang, baru diikuti pencet rem depan. Ya, kalau sudah terlatih, mudah-mudahan jurus itu bisa keluar secara reflek di saat-saat dibutuhkan.

Iklan