Akhirnya nongol juga dengan jelas di depan mata sosok yang selama ini bikin jantung penggemar motorsport berdetak lebih kencang dan bikin kompetitor ketar-ketir. Dari sisi marketing jelas, motor ini pasti bisa jadi mata bor ampuh untuk memperbesar pasar Ducati dan mengasah nama mereka di ajang balap.

Pengembangan motor sekelas 1199 Panigale tentu butuh duit tak sedikit. Dari yang sudah-sudah dalam sejarah permotoran, langkah macam ini riskan, sebab kalau sampai gagal di pasar, keuangan perusahaan bisa terancam, nggak balik modal bo…

Namun, Ducati melangkah di atas pijakan yang aman dan penuh perhitungan. Ini dikarenakan keuangan Ducati yang sedang oke berat. Sejak 2007, penjualan Ducati terus meningkat (wah, Stoner bawa berkah tuh…). Penjualan dan porsi pasar Ducati meningkat di pasar global (termasuk Indonesia pastinya). Kemunculan Panigale memang patut untuk merayakan kesuksesan Ducati (bukan di MotoGP pastinya) di janag WSBK dan dalam bidang penjualan. Juara Dunia yang sebenarnya tak diperhitungkan dan rekord penjualan memang patut dirayakan. Del Torchio menerangkan, tahun 2011 ini bahkan Ducati mencetak rekord sepanjang karier mereka dengan menjual 42000 unit motor dan omset 480 juta Euro, naik 20% dari tahun lalu! Yup, Ducati terbukti sukses membelah krisis moneter!

Kembali ke judul hihihi… Apakah Panigale pasti anti gagale, terutama di WSBK? Jangan senang dulu Bro… jangan bilang skak mat dulu… Secara spek memang Panigale unggul berat, bahkan power to weight rationya selevel di bawah MotoGP, tapi jangan lupakan yang namanya ATURAN!

ATURAN ini memang terlahir untuk mencegah adanya dominasi di WSBK. Yup, Panigale yang menggunakan mesin V2 bertenaga 195 PS dan berat kosong 164 kg itu masih harus berhadapan dengan ATURAN!

ATURAN tahun-tahun sebelumnya memang sudah lumayan menjegal Ducati untuk tampil dominan, tetapi Ducati masih bisa berhasil meraih banyak posisi numero uno, bahkan masih bisa juara dunia. Logikanya, dengan Panigale, Ducati memang tak bisa ditandingi. Namun, ATURAN bisa membatasi power motor ini. Congor injeksi Panigale bisa mentok kena pembatasan, bahkan kalau dirasa masih mendominasi, ukuran intake injeksi masih bisa dipangkas 2mm, kalau masih dominan, akan dipangkas lagi 2mm!

Di sektor mesin, Panigale harus bersedia tidak boleh memakai setang piston nonstandard, sebab aturan melarang motor 2 silinder mengganti setang piston, sedangkan 4 silinder boleh. Hmmm, pastinya Ducati sudah memahami hal ini, tentunya mereka sudah siapkan setang piston terbaik untuk motor V2 ini. Wah, aman deh…

Weits…belum aman ternyata… Aturan baru kembali semakin mendesak Ducati. Bobot untuk mesin 1200 cc dua silinder ditingkatkan jadi 6 Kg dibandingkan tahun 2011. Yup, kini mesin 2 silinder 1200 cc diharuskan berbobot minimal 171 Kg, sedangkan 4 silinder tetap 165 Kg! Artinya APA??????? Artinya berat Panigale yang 164 Kg harus ditambah! Wa… sia-sia deh dietnya (untuk turun di WSBK, kalau di jalanan sih joooooosssss……)

Yup, 1199 Panigale memang seng ada lawan, bahkan tak mampu Desmosedici RR versi jalan raya sekalipun yang powernya dibungkam di kitaran 180 PS. Secara harga yang kabarnya masih ada yang di bawah 30000 USD, Blog Sesat berkeyakinan, motor ini tak pakai rangka dari bahan karbon.

 Untuk kelas WSBK tentunya akan sangat menengangkan. Kedigdayaan extra dahsyat 1199 masih harus berhadapan dengan aturan lainnya lho… Kini, tiap pembalap akan dibatasi 1 motor untuk satu pembalap per serinya.. nah, kalau sampai ndlosor, kan berabe tuh.. disinilah ketangguhan rangka monokoknya dipertaruhkan reputasinya.

Bagaimana di Superstock yang merupakan balap superbike yang masih miriiip standard? Tampaknya juga tak semudah itu bagi Panigale, sebab untuk satu musim kompetisi, tiap pembalap dijatahi 3 mesin saja! Wow, sebuah ujian untuk ketahanan mesinnya!

Tak mudah juga ya bagi 1199 Panigale untuk mendominasi balap WSBK maupun superstock. Namun, performanya sebagai motor standard di jalan raya sudah tak perlu diragukan, doilah Diva barunya! Seng ada lawan!!!!!!!!

Iklan