Berhubung kalau kita bahas Yamaha VS Honda berisiko besar menimbulkan kebakaran besar, kita bahas BMW VS  Ducati saja ya…

Banyak aspek yang bisa ditelusuri dan didalami, tetapi kita telusuri sebagian kecil saja dengan metode subjektif. Untuk ini, kami, Blog Sesat, mengumpulkan beberapa juri yang akan mendapatkan kesempatan menyebutkan opininya. ACHTUNG! Segala keputusan juri tidak bisa diganggu gugat!

Kita mulai dari penjualan. Hmmm, maaf, saya tidak melampirkan data, jadi seingetnya aja nih.. Karena kedua pabrikan motor Eropa ini berasal dari dua negara berbeda, maka kita intip kemampuan mereka dalam membombardir negara pesaing.

Ducati yang asal Italia bisa dibilang kalah telak di Jerman. Mereka berada di papan bawah dalam volume penjualan. Berbanding terbalik dengan BMW yang merajai pasar domestik, hanya Suzuki yang kadang sanggup mengganggu posisinya dalam jualan per bulan, bukan per tahun. Honda membuntuti ketat Suzuki, disusul Yamaha dan Kawasaki. Jadi, di Jerman, BMW bisa di posisi satu, sedangkan Ducati tetap menjadi tamu yang dalam penjualan domestik Jerman tidak membahayakan.

Beralih ke Italia, dimana Ducati menjadi tuan rumah. Dalam sebuah artikel dari dua tahun lalu, didapat info bahwa volume penjualan Ducati di dalam negrinya juga tak besar. Sialnya, BMW berhasil unggul di atas Ducati di negeri sendiri! Yup, Ducati dikalahkan BMW di kandang sendiri dalam hal penjualan. Kenapa bisa begitu? Menurut Ki Gede Anue, ini tak lepas dari line up produk kedua pabrikan. BMW punya line up relatif lebih lengkap dan punya image yang lebih baik dalam hal DAYA TAHAN.

Nah, kenapa DAYA TAHAN BMW lebih bandel? Ya memang BMW merancang mesin-mesin mereka untuk panjang umur. Caranya: CC besar-tenaga kecil! Beda dengan Ducati yang punya karakter sport, mau tak mau motor-motor Ducati harus dibekali dengan mesin hi-performance. Akibatnya, DAYA TAHAN menjadi faktor nomor dua. Nah, orang-orang yang butuh mesin awet disinyalir lebih banyak jumlahnya dibandingkan orang-orang yang menuntut performa sebagai hal terpenting. Jadi, orang beli Ducati karena desain dan faktor fun plus gengsi yang ditawarkan, tetapi bukan karena mencari keawetan mesin. Yup, awet tidak identik dengan Ducati.

Dalam perkembangan selanjutnya, disinyalir Ducati mulai memberikan perlawanan. Multistrada berhasil menjadi pendekar Ducati yang ditugaskan menahan gempuran BMW GS series. Meskipun masih jauh dalam soal volume penjualan, Multistrada sudah mampu memenuhi ekspektasi Ducati.

BANDEL! BMW punya image bandel, sebab secara elektronik BMW memang yahud. Ducati sebagai pabrikan yang awalnya memproduksi peralatan elektronik secara kecanggihan sebenarnya tidak kalah, tetapi dari segi tahan bantingnya Ducati punya image tak sebaik BMW.

HARGA! Apakah Ducati lebih mahal dibandingkan BMW? Tidak brader… Kedua pabrikan ini memang harganya di atas pabrikan Jepang, tetapi mereka memang memberikan motor dengan fitur di atas pabrikan Jepang. Ini dimengerti benar di Jerman. Buktinya, harga 2nd motor BMW maupun Ducati tetap tinggi, depresiasinya tak separah motor Jepang!

PARTS! Wah, disini BMW saya rasa unggul. BMW tetap mensuplai motor-motor yang sudah uzur sekalipun. Tapi inget artikel dulu kan… Menurut Om Graziano Deru, BMW punya kebijakan 1:15. Artinya, kalau sampeyan bangun motor BMW dengan beli parts ketengan original, harganya bisa 15 kali lipat motor itu ketika ditawarkan BMW di pasaran. Bagaimana dengan Ducati? Entahlah… Ducati yang sudah berumur jaraaaaaaaaang keluyuran di jalan. Disinyalir pemilik terlalu sayang memakai motornya keluar, bisa jadi karena parts untuk Ducati lebih sulit didapat.

MERCHANDISE: Ducati mahal merchandisenya? hihihi… BMW menurut ane lebih mahal lagi brader… Enaknya, Ducati lebih pintar disini, sebab mereka punya daya jual merk lebih baik, terlebih lagi mereka sudah turun satu dasawarsa di MotoGP dan juara sejati di WSBK. JAdi, dalam hal jualan Merchandise, BMW dijamin bertekuk lutut!

KLASSIK! Nah, pasti sampeyan menebak Blog Sesat akan memenangkan BMW…. Tidak Brader…

Kedua pabrikan ini punya nilai klassik, tetapi berbeda. BMW punya komunitas motor klassik yang sangaaaat luas. Sedangkan Ducati TIDAK! Bukan apa-apa, lihat point sebelumnya, Ducati klassik itu langka dan mesti benar-benar dirawat. Peredarannya sempit dan sulit ditemui di jalan maupun event-event motor klassik. Nah, menang BMW dong….

Eittsss.. itu kan motor klassik yang sebenar-benarnya. Nah, kalau di line up barunya sekarang, secara gaya Blog Sesat lebih senang melihat ke kubu Ducati. Saat ini BMW seperti mengabaikan gaya klassik di line up mereka. BMW sedang sibuk dengan gaya sangar, macho nan futuristis. Disinilah Ducati bisa memukul telak BMW. Ducati punya line up motor baru dengan gaya klassik nan elegan.

Tapiiiiii… apakah Ducati akan menang…ketika ane lihat-lihat line up Ducati Jerman, oh no… kok Ducati Sportclassic tak ada????? Di website lain tertera, kalau motor Ducati favorit Blog Sesat ini didiscontinue……. sayang sekali….

Iklan