Beberapa minggu lalu, bertepatan dengan hari terakhir kita melihat Super Sic di grid MotoGP, saya memenuhi undangan untuk membuat E-KTP. Di daerah Pancoran yang banyak pak pulisinya itu, saya bertemu dengan dua orang alaywati mengendarai Mio merah berknalpot racing dan kalau dari belakang terlihat tak menyalakan lampu (meskipun siang sih). Sudah tahu itu daerah “anker” karena pak Pulisi yang bergentayangan, eh, kedua alaywati ini nekad saja. Yang bawa motor tidak pakai helm! Hanya yang bonceng yang pakai. Wah, dalam hati, nantangin nih…

Benar saja, seorang polisi menghampiri dan memeriksa surat-surat. Ane yang berada tepat di belakangnya cuma bisa mengamati. Dalam hati: nah, rasain….. Eh, begitu pak polisinya pergi (sambil membawa sesuatu –sepertinya SIM), kedua alaywati cekakak-cekikik sambil melambai-lambaikan tangan ke arah pak pulisi yang berjalan meninggalkan mereka. Hmmm mungkin tengsin kali ya dilihatin banyak bikers di perempatan Pancoran itu. Biar kelihatan cool, mereka sok asik-asik aja.

Hmm.. ada-ada saja.. Sudah pakai knalpot racing, tidak pakai helm, naik motor sambil ngobrol cekakak-cekikik, nekad lagi lewat Pancoran…Benar-benar preman..

Ane jadi teringat pengalaman dulu, ketika ane masih tergabung di “Bedil Karo Mawar”. Saat itu ane sedang main piano di sebuah pub dan ada fans cewe yang menemani..maklum, vokalis top hihii..

Maksud hati ingin menolak, tetapi kita yang terjun di dunia entertainment kan dituntut untuk ramah terhadap fans. Kebetulan juga fans yang ini kece, jadi ane ladeni saja. Ouupss… mendadak cewe ane datang dan langsung ambil tempat di sebelah ane. Dan, ane pun duduk di antara dua wanita cantik..enak enak enak…

MEndadak cewe ane langsung memukul fans ane.. doi terjatuh…doi pun langsung dilempari gelas sama cewe ane.. untung si fans cantik bisa menghindar.. Gagal melayangkan gelas ke wajah orang yang dicemburuinya, cewe ane langsung merenggut baju fans ane, lalu menggampar doi bolak balik..

Sejak saat itu, ane akui, cewek juga manusia preman….