You are currently browsing the monthly archive for November 2011.

Nah, Ini dia wajah pelakunya:

Jangan heran kalau dalam waktu dekat ini ketemu di jalan TVS Tormax 150 yang digeber dalam kecepatan extra tinggi. Yup, untuk mencapai top speed, pastinya motor memang harus digeber habis sejak gigi bawah.

Namun, kenapa bisa-bisa bakal banyak TVS Tormax yang digeber kencang di jalan? Tak ada asap tanpa ada api! Boleh jadi nih..boleh jadi lho ya… ini dipicu program Turbotune Challenge yang menantang pemilik TVS Tormax untuk membukukan top speed bebek 150 cc India ini.

Terlihat jelas program ini bisa dimanfaatkan TVS untuk mendongkrak popularitas TVS Tormax. Di sebuah petunjuk cara mengikuti lomba ini yang tertera di Motorplus minggu ini:

Test ride Motor TVS Tormax 150, set record pada speedometer, lalu pacu TVS Tormax 150. Kecepatan yang ditempuh akan terekam secara otomatis.

-Foto bukti kecepatan yang tertera di speedometer (auto speed recorder), dengan HP atau kamera foto, berikut dengan wajah Anda.

-Upload foto tersebut ke FB …………………….

Nah lho… tidak munafik kita sebagai pencinta motor juga mencintai kecepatan. Beberapa dari kita bahkan menganggap kecepatan sebagai sesuatu yang paling penting dan sangat dikejar. Dan kita juga menyadari, kebut-kebutan dijalan selalu mengandung risiko besar, yup, sehati-hati mungkin kita di jalan, ada saja hal atau orang lain yang bisa membuyarkan itu semua.

Saya pribadi juga tak banyak komentar soal ngebut di jalan. Saya juga pernah merasakan senangnya memacu kendaraan di jalan umum. Bikers papan atas dan para blogger pun juga banyak yang doyan memacu kecepatan motornya di jalan umum.

Yang jadi permasalahan bagi saya adalah, ketika sebuah produsen motor malah memacu konsumennya untuk memacu kendaraan mereka! Oke, sebelum kita lebih lanjut, saya paparkan dulu syarat yang diminta TVS:

-Usia 17-35 tahun dan memiliki SIM C

-Berbadan sehat dan bebas dari narkoba

-terampil mengendarai sepeda motor

-Menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara yang memenuhi standard

-Mematuhi peraturan lalu-lintas.

Memiliki akun Facebook

Sebenarnya banyak yang bisa dikupas dari iklan ini. Langkah Tormax memang bisa dibilang jitu, terlebih dengan penggunaan Facebook yang bisa menghemat biaya untuk promosi. Dengan Facebook, pemilik Tormax pun bisa terkumpul lebih cepat dan punya wadah untuk bertemu, bisa dijadikan cikal bakal kelompok konsumen yang mudah diajak berkomunikasi oleh si produsen.

Prasyarat yang lucu sebenarnya: Mematuhi Peraturan Lalu Lintas! Nah, di jalan mana ya yang legal untuk mengetest top speed motor???? Apa ada peserta yang bakalan khusus menyewa sirkuit untuk mengetest top speed? Kalau ya, artinya hanya sirkuit macam Sentul / yang memiliki track lurus lebih dari 1 Km lah yang bisa digunakan.

Hayo… jalanan mana tuh yang boleh digunakan untuk mencari top speed motor??? Atau memang legal ya, kan mayoritas jalan di Indonesia tak ada rambu yang menunjukkan limit kecepatan kendaraan bermotor…

Hmm.. entah apa kata pihak kepolisian atas hajatan macam ini…….. Sayang sekali kalau produsen malah memicu banyak orang untuk test top speed di jalan, terlebih cara mengikuti yang sangat mudah, dan di sisi lain hadiahnya menggiurkan… Juara 1 dapat 1 unit TVS Tormax 150, juara 2 dapat uang tunai 7,5 juta dan juara 3 dapat 3,5 juta. Dan, lebih menggiurkan lagi bagi masyarakat luas, sebab motor mereka tak perlu paling kencang, sebab untuk 20 orang peserta yang ikut akan diundi uang masing-masing 1 juta rupiah. Artinya, kalau saya punya Tormax, saya kirim foto saya dan speedometer Tormax yang memaparkan top speed motor saya dan saya ikutkan lomba, maka saya punya kesempatan meraih 1 juta rupiah. Yup, 1 juta  bis didapatkan dengan iseng-iseng ngetest top speed… menggiurkan bagi mereka yang sedang lupa pentingnya tanggung jawab berkendara di jalan raya.

Vespa 46 ternyata tak ada hubungannya sama sekali sama Valentino Rossi. Vespa. Vespa ini ternyata rancangan prototipe dari tahun 1946. Melihat rancangan dahsyat ini, bos Piaggio, Roberto Colaninno pun tak ragu dan langsung memerintahkan untuk memproduksi massal Vespa ini. Piaggio memang sukses hingga saat ini menjual lebih dari 17 juta unit ke seluruh penjuru dunia.

Motor yang tadinya hanya dihadirkan untuk studi sebagai prototip ini mendapat sambutan meriah dari pengunjung EICMA 2011, dan ketika si boss pun jatuh hati, siap-siap deh penggemar Vespa tahun depan kehadiran si ganteng nan semok ini. Rencananya akan hadir dalam 2 kapasitas mesin, yakni 125 dan 150 cc. Motor dengan 3 klep ini akan disuplai oleh injeksi, maklum, aturan ketat di Eropa sana brader… Yang kecil menghasilkan tenaga besar juga, yakni 12 PS, sedangkan yang 150 cc hanya 13 PS. Jauh lebih besar kan dibandingkan motor matic tanah air yang kisarannya masih di bawah 10 PS. Ki Gede Anue menyarankan, menabunglah dari sekarang!

Akhirnya nongol juga dengan jelas di depan mata sosok yang selama ini bikin jantung penggemar motorsport berdetak lebih kencang dan bikin kompetitor ketar-ketir. Dari sisi marketing jelas, motor ini pasti bisa jadi mata bor ampuh untuk memperbesar pasar Ducati dan mengasah nama mereka di ajang balap.

Pengembangan motor sekelas 1199 Panigale tentu butuh duit tak sedikit. Dari yang sudah-sudah dalam sejarah permotoran, langkah macam ini riskan, sebab kalau sampai gagal di pasar, keuangan perusahaan bisa terancam, nggak balik modal bo…

Namun, Ducati melangkah di atas pijakan yang aman dan penuh perhitungan. Ini dikarenakan keuangan Ducati yang sedang oke berat. Sejak 2007, penjualan Ducati terus meningkat (wah, Stoner bawa berkah tuh…). Penjualan dan porsi pasar Ducati meningkat di pasar global (termasuk Indonesia pastinya). Kemunculan Panigale memang patut untuk merayakan kesuksesan Ducati (bukan di MotoGP pastinya) di janag WSBK dan dalam bidang penjualan. Juara Dunia yang sebenarnya tak diperhitungkan dan rekord penjualan memang patut dirayakan. Del Torchio menerangkan, tahun 2011 ini bahkan Ducati mencetak rekord sepanjang karier mereka dengan menjual 42000 unit motor dan omset 480 juta Euro, naik 20% dari tahun lalu! Yup, Ducati terbukti sukses membelah krisis moneter!

Kembali ke judul hihihi… Apakah Panigale pasti anti gagale, terutama di WSBK? Jangan senang dulu Bro… jangan bilang skak mat dulu… Secara spek memang Panigale unggul berat, bahkan power to weight rationya selevel di bawah MotoGP, tapi jangan lupakan yang namanya ATURAN!

ATURAN ini memang terlahir untuk mencegah adanya dominasi di WSBK. Yup, Panigale yang menggunakan mesin V2 bertenaga 195 PS dan berat kosong 164 kg itu masih harus berhadapan dengan ATURAN!

ATURAN tahun-tahun sebelumnya memang sudah lumayan menjegal Ducati untuk tampil dominan, tetapi Ducati masih bisa berhasil meraih banyak posisi numero uno, bahkan masih bisa juara dunia. Logikanya, dengan Panigale, Ducati memang tak bisa ditandingi. Namun, ATURAN bisa membatasi power motor ini. Congor injeksi Panigale bisa mentok kena pembatasan, bahkan kalau dirasa masih mendominasi, ukuran intake injeksi masih bisa dipangkas 2mm, kalau masih dominan, akan dipangkas lagi 2mm!

Di sektor mesin, Panigale harus bersedia tidak boleh memakai setang piston nonstandard, sebab aturan melarang motor 2 silinder mengganti setang piston, sedangkan 4 silinder boleh. Hmmm, pastinya Ducati sudah memahami hal ini, tentunya mereka sudah siapkan setang piston terbaik untuk motor V2 ini. Wah, aman deh…

Weits…belum aman ternyata… Aturan baru kembali semakin mendesak Ducati. Bobot untuk mesin 1200 cc dua silinder ditingkatkan jadi 6 Kg dibandingkan tahun 2011. Yup, kini mesin 2 silinder 1200 cc diharuskan berbobot minimal 171 Kg, sedangkan 4 silinder tetap 165 Kg! Artinya APA??????? Artinya berat Panigale yang 164 Kg harus ditambah! Wa… sia-sia deh dietnya (untuk turun di WSBK, kalau di jalanan sih joooooosssss……)

Yup, 1199 Panigale memang seng ada lawan, bahkan tak mampu Desmosedici RR versi jalan raya sekalipun yang powernya dibungkam di kitaran 180 PS. Secara harga yang kabarnya masih ada yang di bawah 30000 USD, Blog Sesat berkeyakinan, motor ini tak pakai rangka dari bahan karbon.

 Untuk kelas WSBK tentunya akan sangat menengangkan. Kedigdayaan extra dahsyat 1199 masih harus berhadapan dengan aturan lainnya lho… Kini, tiap pembalap akan dibatasi 1 motor untuk satu pembalap per serinya.. nah, kalau sampai ndlosor, kan berabe tuh.. disinilah ketangguhan rangka monokoknya dipertaruhkan reputasinya.

Bagaimana di Superstock yang merupakan balap superbike yang masih miriiip standard? Tampaknya juga tak semudah itu bagi Panigale, sebab untuk satu musim kompetisi, tiap pembalap dijatahi 3 mesin saja! Wow, sebuah ujian untuk ketahanan mesinnya!

Tak mudah juga ya bagi 1199 Panigale untuk mendominasi balap WSBK maupun superstock. Namun, performanya sebagai motor standard di jalan raya sudah tak perlu diragukan, doilah Diva barunya! Seng ada lawan!!!!!!!!

Supersport duel lawan supersport mah sering… Karena itulah Blog Sesat menyelenggarakan duel dan test komparasi dua motor yang berbeda merk, beda cc dan beda tujuan. Duel kali ini menghadirkan Yamaha YZF-R6 2004 yang akan menantang seniornya, Vespa Special 90 lansiran tahun 66. 

Metode yang digunakan dalam komparasi ini adalah metode empiris dan subjektif. Jadi, buat yang doyan dengan keobjektifitasan, maaf, Anda tersesat kalau sampai kemari.

Soal Power: R6 Menang telak (1:0)

Soal Handling dalam kota: Vespa lebih lincah dengan radius putar lebih jauh (1:1)

Soal Pengereman: R6 jelas-jelas lebih pakem (2:1)

Soal gaya: Wah, itu soal selera, jadi tetap kedudukan (2:1)

Soal Bobot: Vespa menang (2:2)

Soal perawatan dan onderdil: Vespa lebih mudah dan jauh lebih ekonomis (2:3)

Soal komunitas: Jelas Vespa menang telak! 1 Vespa 1000 Brothers gitu lho… (2:4)

Soal Konsumsi Bensin: Vespa yang cuma satu silinder dan cc 90 jelas lebih irit dibandingkan 4 silinder 599 cc. (2:5)

Soal investasi: Vespa menang lagi karena harganya bergerak naik, sedangkan R6 second cenderung turun (2:6)

Soal kenyamanan: R6 dirugikan oleh panas mesinnya yang mengganggu (2:7)

Priit..priiit… demikianlah saudara-saudara, 90 menit berakhir dengan kemenangan tak terduga…

Roda itu bundar!

Mengerem adalah sebuah aktifitas yang pasti dilakukan semua bikers selain mengegas. Bedanya, kalau mengegas habis-habisan tak dilakukan semua bikers, mengerem habis-habisan biasanya mau tak mau akan dilakukan bikers yang sehari-harinya mengandalkan motor untuk wara-wiri, terlebih lagi kalau medannya kota besar yang banyak didapati manuver-manuver “ajaib” para pengguna jalan.

Mengerem habis-habisan seringkali malah membuat celka diri sendiri, biasanya sih malah terjatuh karena kehilangan kendali motor. Ban yang mengunci, baik depan maupun belakang dipastikan memancing risiko besar, apalagi kalau kedua ban sampai mengunci! Karena itulah ABS tercipta, untuk memastikan pengereman bisa semaksimal mungkin tanpa kehilangan grip di ban. Sebab, bukan cuma jarak pengereman jadi molor, tetapi bahaya toh..

Nah, kalau kita lihat cara kerja race ABS, kita bisa menarik manfaatnya. Jadi, ketika mengerem, ABS akan terlebih dahulu mengirim sinyal ke rem belakang, bukannya sekaligus mengerem bersamaan dengan rem depan dan rem belakang. Setelah sepersekian detik, baru ABS mengirim sinyal ke rem depan. Jadi, ABS bukan sebatas mencegah ban mengunci, tetapi juga menjaga agar posisi motor saat mengerem maksimal, yakni tak terlalu tertumpu di ban depan. Gejala stoppie dan nyungsep pun diminimalisir.

Jadi, coba saja sendiri melatih diri kita, biasakan mengerem sepersekian detik dulu dengan ban belakang, baru diikuti pencet rem depan. Ya, kalau sudah terlatih, mudah-mudahan jurus itu bisa keluar secara reflek di saat-saat dibutuhkan.

 Memang hingga saat ini sepantauan Blog Sesat belum ada kepastian resmi dari Suzuki untuk turun di MotoGP 2012. Tertinggal jauh dari Honda, Yamaha dan Ducati yang sudah test resmi di berbagai sirkuit penyelenggara MotoGP, Suzuki malah belum memperkenalkan motor 1000 ccnya.

Ada rumor yang mengatakan Suzuki akan mundur dari MotoGP, ada yang mengatakan Suzuki akan tetap andalkan mesin 800 cc, bahkan ada yang bilang mesin Gixxer 1000 cc yang akan dipakai di GSV-R 2012. Kabar yang mengatakan kepastian turun atau tidaknya pabrikan asal Hamamatsu ini tahun depan ternyata belum ada juga di Phlillip Island lalu. Di Malaysia??? Wah, semua jelas memikirkan Marco Simoncelli..

Wah, sepi dong kalau pabrikan yang di Eropa  identik dengan balap ini harus mundur. Namun, itu kan belum pasti, masih ada harapan lah… Ya, minimal dengan 3 prediksi tersebut di atas.

Omong-omong, kabar yang sampai ke Blog Sesat awal Oktober lalu menyebutkan, Suzuki sebenarnya sudah membuat motor 1000 cc untuk MotoGP mendatang dan motor itu sedang dalam rangkaian pengetesan. Harusnya sih Suzuki sudah mengeluarkan pernyataan resmi, sebab menyangkut juga nasib pembalapnya Bautista, yang masih menantikan kepastian dari Suzuki.

Kabarnya, Suzuki akan memberi kepastian selepas rangkaian test motor 1000 cc ini yang sayangnya dikabarkan belum sempurna dan didera masalah. Hmmm sepertinya kalau Suzuki merasa motornya tidak siap untuk 2012 ini, mereka akan mundur dulu.. Ya atau minimal bertahan dengan motor 800 cc dulu.. Kita lihat saja nanti, siapa tahu di seri Valencia ini Suzuki akan buat pengumuman resmi.

Untuk menghadapi tantangan WSBK yang tahun depan disinyalir semakin didominasi Ducati, BMW pun tak tinggal diam. BMW S 1000 RR pun turut dibenahi. Hasilnya, motor terkuli di kelas Superbike saat ini pun dipoles supaya lebih mantebs di tahun 2012 nanti. Para penggemar motor sport BMW pun ditawari lumayan banyak perbaikan S 1000 RR versi 2012 nanti.

Cara paling mudah untuk menggaet korban baru tentunya dengan menawarkan penampilan baru. Caranya pasti dengan warna baru yang lebih terkesan dinamis dan funky… sayang di mata Blog Sesat malah terlihat norak..

Variasi warna yang memang ngejreng memang tak seradikal disaat BMW di akhir tahun 80an meluncurkan K1, tetapi warna yang ditawarkan terkesan membuat motor picek nan ganteng ini tampil terlalu ramai.

Perbedaan desain sepintas memang tak terlihat, ya layaknya Yamaha R1 gress. Perubahan di S 1000 RR secara tampang tergolong minimalis, misalnya sirip hiu di fairing sebelah kanan motor yang dibuat lebih besar.. lebih adem dan enteng tentunya. Foot step untuk boncenger pun dikatakan didesain lebih tipis. Yang jelas terlihat beda ya sektor buritan. Stop lamp dan body belakang mengalami pembaruan. Namun, sayang tidak sesuai selera ane, sebab S 1000 RR jadi tampak semakin ramai!

Bagaimana sektor mesin? BMW masih tetap setia dengn mesin sebelumnya. Revisi hanya sebatas untuk memperbaiki torsi motor. Dari spek power yang diberikan, tampaknya memang tak ada peningkatan peak power, tetap di 193 PS. Bisa jadi di atas dyno jet naik lho… BMW gitu lho… Ya, power S1000RR lama pun cukup banget untuk mendorong motor berbobot 204 KG (206,5 dengan race ABS) ini.

Pembenahan torsi kabarnya didukung dengan penggunaan final gir yang lebih enteng, wah, tambah gila aja tuh power bawahnya. Untuk memanjakan biker yang doyan ngebut, putaran gas pun dibuat lebih singkat dan demi keamanan, sektor race ABS dan kontrol traksi (Dynamic Traction Conrtol) pun kena sentuhan magis…

Stabilitas tentunya tak bisa dikesampingkan kalau motor mau lebih bertaji di lintasan balap. S1000 RR kini dibekali steering damper dengan 10 tingkat setelan. BMW pun merevisi rangka, sudut komstir, poros lengan ayun, panjang egas suspensi belakang dan suspensi USD si Picek nan ganteng. Spidometer pun juga kena sentuh. Kini layar LCDnya bisa disetel dengan 5 tingkat kecerahan dan menjanjikan informasi yang lebih beragam.

Ya, meskipun gayanya jadi agak kealay-alayan, i’m still loving you baby…

Tak jarang para pria menjadikan tampang motor menjadi salah satu kriteria utama untuk memilih calon tunggangan. Maklum, tampang calon tunggangan terbukti punya adil menentukan tampang calon boncenger. Sesuai prinsip attaktivitas yang diutarakan Prof. Dr. Arie Slight MBA. SE. (Sarjana Edan): “Tingkat keattraktivitasan tunggangan berbanding lurus dengan tingkat keattraktivitasan boncenger.”

Jadi, apakah motor yang sangat attraktiv bagi para wanita cantik? Apakah yang ini:

Ternyata bukan…………….

Bagaimana dengan yang lebih modern, sporty, gagah dan garang:

Sayangnya juga bukan……….

Wanita memang makhluk misterius dan suka-sukanya mereka.., ternyata motor yang sudah terbukti begitu atraktif bagi wanita cantik, bahkan bidadari sekalipun adalah:

Tanggal 15 Oktober lalu Blog Sesat berulang tahun yang ke-3, tetapi berhubung sedang ada beberapa halangan dan kejadian tidak enak, maka tidak ada apa-apa. Tidak ada juga yang perlu dirayakan, tak ada prestasi yang bisa dibangggakan, tak ada sensasi yang sudah diciptakan, tetapi ada kebahagiaan dan kebanggan tersendiri sudah bisa menjamu brader yang tersesat kemari. Berikut percakapan seorang wartawan dengan seseorang dari redaksi Blog Sesat

Apa visi dan misi Blog Sesat ke depan?

Tidak ada……..

Apa Blog Sesat ingin lebih meningkat mutu dan kuantitas postingan?

Tidak tuh……..

Apa Blog Sesat akan sering parkir?

Sepertinya…..

Apa yang akan dijadikan daya tarik Blog Sesat kedepannya?

Bisa tetap hidup saja sudah syukur alhamdulillah…

Ada pesan untuk orang-orang yang sering tersesat kemari?

Jangan banyak berharap dari Blog sesat……

 

 

*Wawancara diambil di sebuah ruang karantina RSJ gurem di kawasan Jakarta Selatan

 

tersesat muter-muter

  • 2.463.461 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com