Katanya hanya keledai yang bodoh yang terjatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Kali ini giliran saya yang memainkan peran si keledai. Entah benar, entah salah, saya diperdaya bengkel untuk kedua kalinya: dikasih oli mobil!

Yang pertama sudah lamaaa, lebih dari 7 tahun lalu. Saat itu saya sedang ganti oli. Sebut merk ah: Top 1, yang untuk motor pastinya, malah ada gambar Honda Tigernya.

Nah, mendadak si mbak-mbak penjaga bengkel bilang: “mas, ini oli Top one yang bagusan, yang racing!” Wuih.. darah muda langsung mendidih cuma gara2 denger kata “racing”. Di kaleng Top one pun ditampilkan gambar mobil Porsche ckckck… Dalam hati berkata, kalau buat Porsche, pasti oke nih! Singkat kata, akhirnya ganti oli Top One yang lebih mahal dari yang biasa saya pakai itu. Gak papa lah, toh satu merk, begitu pikir saya.

Dan hasilnya:.huhuhuhu… Racing your Oma! (Mbahmu-red). Tiap berakselerasi dengan keras kopling malah menunjukkan gejala selip, hilanglah sepersekian detik di awal buka gas. Dikit sih, tapi sensasi tarikan responsif dengan ban depan ngangkat-ngangkat malah hilang!

Kejadian kedua masih dalam kurun waktu 3 bulan ini. Di bengkel berbeda, padahal langganan, si Koh malah kasih oli Shell yang berkemasan kuning, bukan yang biru, yang biasa saya pakai. Karena malas bertanya dan tidak kritis, saya terima saja. Saya sebenarnya sudah tahu, itu bukan untuk motor. Wong tak tertulis sedikitpun “for motorcycles”. Namun, saya pikir, jangan-jangan memang bisa, kan saya langganan, masa dikadalin???!!!! Singkat kata, setelah pakai Shell kemasan kuning, saya langsung mengalami fenomena yang sama dengan yang pernah saya alami dulu. Akselerasi Tiger Hitam mengalami gejala selip kopling di awal tarikan. HUUGGHH.. langsung terbayang-bayang gambar kaleng Top One yang ada gambar Porschenya sambil mengatai diri sendiri: “bego …bego ….bego….”

Rasa penasaran kadang hasilnya tak beda dengan hasil kebodohan yah…

Semoga yang tersesat di sini bisa ambil hikmahnya…. Lebih kritislah terhadap bengkel. Kalau di kemasan oli tidak tertulis Oil for Motorcycles, ya udah, jangan kemakan omongan bengkel! Kok bengkel motor ngadalin pelanggan? Apa jangan-jangan dia dikibulin sama supplier oli, terus si bengkel mau tak mau ngibulin konsumen biar tidak merugi?

Iklan