Bikers yang memang doyan motor pasti ingin tampil dengan kendaraan yang beda dan menuai decak kagum. Bagi mereka yang mengendarai motor baru, pastinya tujuan tadi dicapai dengan langkah modifikasi, sedangkan mereka yang naik motor tua bisa dua jalan, yakni modifikasi, yang satunya lagi restorasi kembali ke bentuk originalnya.

Soal motor baru mudah saja, tinggal sesuaikan aliran modifikasi yang dikehendaki dengan budget. Kalau mau modifikasi agak berat, tentunya harus diserahkan ke bengkel modif berpengalaman, sebab kalau salah, motor malah kelihatan beda tipis dari odong-odong. Yang perlu diingat sih: Jangan kebanyakan bongkar pasang dan buang-buang duit untuk modif, sebab kalau mau dijual lagi, lupakan saja biaya modifnya tadi…Misalkan mau modif Tiger hingga mirip moge dengan kaki moge asli dan fairing berkualitas, wah bisa-bisa kena 50 jutaan.  Biasanya, kalau modif semahal itu, status motor lebih sering jadi pajangan atau kendaraan akhir pekan. Kalau buat saya sih, daripada modif habis 50 juta, mending cari moge sekalian!  Tapi duit ya duit masing-masing, terserah…

 Bagaimana dengan restorasi motor tua? Hmmm.. lebih aman sebenarnya kalau dibalikkan ke original, sebab harganya dipastikan meningkat. Namun, tetap saja harus ada hitung-menghitungnya, sebab restorasi bisa jadi jauh lebih mahal dibandingkan modifikasi. Prinsipnya, jangan mengeluarkan biaya restorasi hingga harga motor + biaya restorasi lebih tinggi dibandingkan harga motor itu di pasaran, KECUALI kalau motor klassik itu mau disimpan cukup lama.