Suatu hari ketika tersesat ke bengkel Vespa saya diceritakan si pentolan bengkel tentang kisah sebuah Vespa PTS yang jatuh ke tangan seorang yang cukup berada. Vespa PTS itu ditebus murah, hanya 2,5 juta… murah bener ya..

Nah, yang mahal ngebangunnya, habis 20 juta ckckck… Namun, buat orang yang punya rumah di pondok Indah, ngeluarin duit sebanyak itu bukan masalah, cuma kaya beli HP aja kali ya hihihi..(iriberat.de)

Si empunya mengecat PTSnya di tempat yang punya kualitas pengecatan top, tak heran bisa tembus 3 juta rupiah. Kualitas memang ada harganya Brader… Tak puas dengan tampilan saja, mesin pun di upgrade. Blok silinder dan knalpot pun didatangkan dari negerinya Mario n Luigi, untuk kedua komponen ini, 8 juta rupiah harus terbang ke negeri produsen Vespa.

Kaki-kakinya pun dibenahi. Velg asal Italia yang bisa pakai ban tubless seharga 1,6 juta sepasang dilapisi Battlax. Singkat kata, si empunya ingin PTSnya di test. Doi cuma mau tahu, sekencang-kencangnya Vespa berapa sih??? Doi pun meminta joki menggeber PTSnya di kawasan Pondok Indah, supaya melihat dengan mata kepala sendiri, doi menggeber HD dan mendampingi PTSnya.

Dan, setelah digeber sekitar 1 Km, spidometer Koso yang terpasang di Vespa menunjukkan angka 160 Km/jam saja. hiiiiii…ngeriiiiii… Apa rasanya tuh…

*Gambar hanya ilustrasi