Rangka belakang kedua motor ini sepemantauan Blog Sesat tidak dikeluhkan, lumayan kuat lah, meskipun kena pasang box maupun untuk ngangkut barang dagangan. Namun, ada hal yang menarik ketika melihat kedua motor ini ditelanjangi bodi belakangnya.

Silahkan lihat sendiri, foto yang atas adalah rangka Tiger, sedangkan yang bawah adalah rangka Thunder 125. Di ujung pipa rangka Tiger hitam saya terdapat tutup dari bahan semacam karet yang menyumpal pipa rangka si macan. Kalau saya perhatikan di sekitar rangkanya, bisa dibilang ini motor bebas karat. Puas deh sama kualitas rangka dan pengecetan si Macan terbitan akhir 1997 ini. Usia lebih dari 13 tahun tak terlihat di sektor rangkanya.

Beralih ke Suzuki Thunder milik adik saya. Kalau tidak salah, ini motor usianya baru 3 tahunan. Tapi lihat rangka belakangnya! Entah masih standard atau tidak, atau keadaannya seharusnya tidak begitu (kata adik saya sih masih standard-red) , di ujung pipa rangka belakang tak terdapat tutup karet macam yang ada di Tiger. Sialnya, bagian itu pun menampakkan hasil korosi yang menimbulkan karat yang terlihat menggaggu. Hmmm, itu yang terlihat di ujung rangka, entah deh yang di dalam rangkanya, wah, bisa nggak panjang umur nih motor. Ya, mudah-mudahan di dalam rangka sudah diberikan atau diisi gemuk untuk rangka, sebab kalau tidak, ya, usia rangka takkan tahan puluhan tahun. Kualitas cat rangkanya juga saya nilai tak sebaik di tiger saya, sebab beberapa bagian ujung, macam lubang baut atau las-lasan juga sudah muncul sedikit karat.

Hmm… Ada kesan, motor murah, finishingnya juga murah… Coba dibuat macam BMW. Kata teman saya sih, di BMW Old Timer yang terkenal awet itu, rangka dibuat kedap udara, sehingga korosi di dalam pipa rangka tidak ada. Benar atau tidaknya saya tak tahu. Namun, seingat saya, di R27 pun tak punya bagian ujung pipa rangka macam di Tiger atau thunder 125 ini. Hmm, tidak heran BMW Oldtimer panjang umur dan tetap digemari hingga saat ini.

Iklan