Hari gini, di Indonesia, kata racing menjadi kata kunci untuk jualan produk-produk di bidang otomotif, terutama roda dua. You know lah, banyak pengguna roda dua yang tingkat pemikirannya belum baik dan banyak juga yang belum cukup matang. Yang begini-begini kalau kena embel-embel racing langsung napsunya tergugah. Ada produk dengan embel-embel racing, langsung deh tertarik. Niscaya kalau ada yang jual spion racing dan dibilang bisa nambah top speed, niscaya masih aja ada yang percaya.

Mulai dari jualan motor, helm, pelumas, parts, Velg, knalpot, semuanya dikasih cap racing! Padahal seringnya malah punya performa di bawah keluaran pabrik. Ya, kalau sebatas itu ane tak masalah, duit ya duit masing-masing. Yang mengusik adalah kalau bawa motornya kaya racing juga! Makan jalur orang, curi angin, rem habis-habisan, buka gas pol-polan, ada orang jalan santai  dengan kecepatan normal dan tidak ngalangin jalan, di gas-gas dan klakson-klakson, kadang “dikentutin pake knalpot racingnya. Grrr… naik darah nggak sih..

Ki GEDE ANUE menghimbau, kalau mau racing, bukan begini caranya… pakai A***S!

*www.kemakan_iklan.de