0250627_jpg_2057569

Fans MotoGP banyak yang tidak sabar menanti mulainya kompetisi MotoGP 2013. Memang tidak lengkap tanpa Stoner, tetapi kembalinya The Doctor yang gagal total praktiknya di Ducati menjanjikan hiburan ala Rossi yang sering menyajikan aksi salip-salipan yang membuat jantung kadang turun ke perut.

Dari segi motor, dengan penggunaan mesin 1000 cc, Yamaha semakin diuntungkan sebenarnya. Apalagi kalau rencana pembatasan perangkat elektronik dan ECU tunggal diberlakukan, Yamaha tampaknya yang paling bisa memetik keuntungan dari pembutungan kemampuan motor. Yup, dengan handling terbaik, dipastikan Yamaha punya peluang besar, sebab pembalap mereka lebih terkontrol mengail potensi mesin motornya. Selain itu, duet Lorenzo dan Rossi terbukti maut, kedua pembalap ini punya karakter pejuang dan ahli memaksimalkan motor tanpa banyak berbuat kesalahan. Jadi, akankah 2013 menjadi milik Yamaha?????

You orang tahu lah, Rossi dan Lorenzo bisa jadi senjata yang mematikan kalau dihunuskan ke lawan. Tetapi, bagaimana kalau hunus menghunus senjata terjadi di dalam tim? Inilah kekuatiran yang sempat terlontar dari mulut Furusawa baru-baru ini. Meskipun katanya sih tidak akan ada lagi sekat bak tembok Berlin di garasi Yamaha, Furusawa mengkhawatirkan rivalitas rekan satu team ini kembali kambuh dan ngrinya lepas kontrol. Maksudnya, Yamaha sendiri tak bisa lagi mengontrol rivalitas kedua ujung tombaknya.

Furusawa terkenang eskalasi konflik di tubuh Yamaha 2010 lalu. Menurutnya, di situ ada kesalahan manajemen juga. Tadinya, si Bos team Yamaha, Masahiko Nakajima, sangat menyukai Valentino Rossi. Kesalahan terjadi, karena Nakajima dinilainya terlalu cepat menyukai dan mengutamakan Jorge Lorenzo. Nakajima melakukan itu, karena kadang sulit juga untuk berkomunikasi dengan Rossi. (Maklum, superstar kali ya, jadi kadang agak sulit untuk diatur-atur-red). Si anak baru, Lorenzo yang lumayan kencang dan bersinar sebaliknya sangat mudah untuk diajak berkomunikasi dan sangat kooperatif (mudah diatur-red). Tak heran, Nakajima pun berpindah kelain hati. Nah, Valentino yang merasakan ini jadi meradang…begitulah kira-kira awal mulanya. Akhirnya pindahlah Rossi ke Ducati, yang tahun 2011 itu pun langsung disesali sendiri oleh the Doctor.

Kok bisa Rossi balik ke Yamaha??? Ya, selain memang M1 adalah babynya Rossi dan segala kenangan manis dan prestasi yang diraihnya dengan Yamaha, ternyata ada faktor lain juga tuh.. Kabarnya, Rossi bisa balik ke Yamaha karena tak langsung akibat tindakan Lorenzo sendiri. Jadi, di awal 2012, Lorenzo mulai lirik-lirikan sama Honda dan berunding dengan Honda. Aksi mulai main serong Lorenzo ini bikin gempa lokal di kubu Yamaha. Nakajima yang merasa happy2 aja dan merasa semua berjalan lantjar djaja merasa dikhianati. Pikiran dan perasaannya pada Lorenzo pun berubah. Lorenzo yang dipikirnya loyal dan setia ternyata sama saja dengan pembalap lain. Ya, manusiawi lah..tiap pembalap kan memang cari masa depan yang pasti dan kalau bisa lebih baik. Sakit hatinya Nakajima atas Lorenzo inilah yang akhirnya membuka wacana untuk kembalinya Valentino Rossi di Yamaha.

Kembalinya Rossi ke Yamaha memang membuat pencinta GP sedikit bergairah. Tetapi Burgess melihat hal lain. Valentino Rossi yang hijrah kembali bersama dirinya dan krunya tentu menggeser orang-orang yang bekerja sebelumnya di Yamaha. Yup, harus ada beberapa orang yang kehilangan pekerjaan di Yamaha. Yah, begitulah kisah di belakang panggung, yang di panggung alias sirkuit masih harus tunggu beberapa bulan lagi ya…

 

 

 

Iklan