Wacana mobil listrik saat ini sedang hangat-hangatnya, terlebih semenjak kecelakaan yang menimpa DI 19 itu.. Setelah kecelakaan itu, pembicaraan mengenai mobil listrik semakin hangat dan meningkat pesat frekuensinya. Bahkan pembicaraan-pembicaraan itu hadir di jam-jam yang terkategorikan dalam prime time. Dari pembicaraan-pembicaraan itu, ada beberapa produsen mobil listrik lokal yang sudah eksis dan bersiap-siap menggempur pasar. Kendala mereka tentu pada teknologi yang banyak masih perlu diimport sehingga harga jual masih masuk kategori MAHAL! Belum lagi untuk mengisi setrum itu mobil listrik, salah satunya, diperlukan 3000 watt! Rumah sapa yang listriknya sudah 3000 watt??????? Keitung jari lah…

Sebenarnya, daripada jauh-jauh pemerintah katanya mau mensuport industri mobil listrik nasional yang akan digunakan untuk KTT atau apalah di Bali nanti, ada industri motor listrik nasional yang sayangnya belum terekspos… Padahal disinilah jalan keluar untuk pertama-tama MEMASYARAKATKAN kendaraan listrik. Di luar negeri motor-motor listrik sudah banyak, tempat-tempat pengisian baterainya pun sudah dipersiapkan, seperti di kantor-kantor dan pusat perbelanjaan. Ya, dimana ada parkiran, bisa dipikirkan tuh untuk dibangun stasiun mini pengisian..kalau bisa sih lebih banyak lah dibandingkan stasiun pengisian aqua galon wkwkwk..kalau perlu sebanyak isi pulsa.

Kembali ke kesulitan untuk memasyarakatkan kendaraan listrik yang relatif mahal dan masih dianggap kendaraan yang tidak handal, tidak bisa jarak jauh, dan hanya untuk yang kelebihan duit. NAH, disinilah dia image yang harus dibangun! KELEBIHAN DUIT! Harusnya sifat banyak orang Indonesia yang mementingkan gengsi dan gaya harus dieksploitasi! Masukkan kendaraan listrik yang mengedepankan istilah LIFESTYLE! Kalau perlu diidentikan dengan: KENDARAANNYA ORANG BERDUIT YANG CERDAS!

Untuk memancing minat orang-orang macam begini, tentu butuh desain yang tidak STD! Nah ini dia, kebanyakan mobil listrik nasional desainnya STD dan bikin ga napsu… Kalau dieksploitasi di sisi desain, beda ceritanya… Lihat saja Minerva yang bisa dibilang mengandalkan desain! Not bad kan???????

Untuk menyapa kalangan atas, desain yang berkelas itu dibutuhkan. Salah satunya tentu dengan desain klassik! Ingat definisi klassik? Berkelas dan tidak termakan zaman! Lihat nih desain yang mengingatkan pada aliran sesat Bro Irawan alias One08:

E-Bike_Italjet-Diablo_050_jpg_2079350

E-Bike_Italjet-Diablo_030_jpg_2079340E-Bike_Italjet-Diablo_040_jpg_2079345

BAgaimana Brader??????? Mulai ngiler kan melihat produk produsen Italia yang terkenal dengan matic-matic kencengnya itu. Buat produk semacam ini saya rasa ecek-ecek buat industri motor tanah air. Baterai yang dipakai pun simple, tidak besar dan berharga yang bikin dompet cenat-cenut! Kalau habis baterainya pun mudah saja digenjot!

Btw, ini sepeda listrik di Jerman sana tidak butuh SIM, sebab top speed dibatasi 25 Km/jam saja. Harganya belum jelas, diperkirakan berkisar di 2000-2500 Euro, atau seharga motor-motor bebek di Jerman macam Honda Innova (Supra 125 injeksi) dan Suzuki Address (Shogun 125 injeksi).

Nah, untuk penggemar sepeda masa kini yang marak di tanah air, rasanya harga 20-30 juta untuk sebuah barang yang berkelas, tahan banting dan bisa menaikkan image dan gengsi pemiliknya adalah hal yang layak dibeli dan punya peluang untuk sukses di pasaran! Apalagi untuk memproduksinya saya rasa tak perlu investasi besar-besaran dan masih bisa dikejar industri rumahan…

Iklan