Valentino_rossi_Sturz_Desmosedici_jpg_2080297Lanjut ke pembicaraan dan prediksi Rossi di MotoGP tahun ini. The Doctor yang mantan Alien, tetapi gagal jadi Alien di Ducati kembali akan menggeber motor yang bisa dikategorikan motor Alien. Kali ini pekerjaan Rossi bisa dibilang lebih ringan sebenarnya. Prestasinya di Yamaha bisa dipastikan pasti membaik dibandingkan dengan 2 tahun belakangan ini. Di Ducati, Rossi menyangkal kurang semangat tempur. Yup, tahun lalu Rossi jatuh 12 kali di atas Desmosedici, itu artinya jatah jatuh 3 tahun di atas M1! Sebagai pembalap yang juga ditugaskan mengembangkan motor, doi diharuskan memaksa kemampuan motor. Nah, katanya sih beban ini hilang tahun ini dari pundak the Doctor. Beban itu masih lebih berat dipikul Lorenzo.

Mungkin yang dipertanyakan adalah hubungannya dengan Lorenzo, memang diakui baik-baik saja kata Lorenzo, tetapi banyak lah yang bilang itu hanya basa-basi. Ada yang mengatakan, kembalinya Rossi tak disukai Lorenzo. Tapi, seperti yang kita bahas sebelumnya, wacana kembalinya Rossi tak lepas dari ulah Lorenzo yang tahun lalu sempat main mata dengan Honda. Yang menarik, menurut Lin Jarvis, Yamaha benar-benar memperingatkan kepada kedua ujung tombaknya, duel ala Motegi 2010 tak boleh terjadi lagi! Tapi, apakah the Doctor kali ini mau dengar????

Kepindahan the Doctor pun tak sepenuhnya disetujui Burgess yang masih merasa hutang janji pada Ducati dan publik pencinta GP. Doi merasa tak nyaman menyerah di tengah jalan… Tetapi, doi juga membela diri, bahwa Ducati terlalu berorientasi pada motor. Rangka hanya mengikuti motor! Padahal, menurutnya, mesin motor juga harus disesuaikan rangka dan titik beratnya. Doi menyebutkan sulitnya Ducati menuruti kemauannya untuk membuat rumah kruk as yang baru. Posisi kruk as ini menentukan balance motor, tetapi Ducati tidak tanggap. Belum lagi masalah chasis yang didaulat jadi biang kerok kegagalan Ducati. Burgess mengatakan, kalau di pabrikan Jepang, kalau chasis dianggap bermasalah, pabrikan Jepang pasti menyiapkan beberapa chasis altenatif! Ingat, beberapa, bukan hanya satu! Bahkan Pedrosa sempat menggunakan 9 chasis dalam satu musim! Kelambatan Ducati dalam memutuskan kebijakan inilah yang dinilai Burgess memicu pindahnya Rossi!

Kepindahan Rossi dilihat Hayden sebagai peluang. Menurutnya, dengan begitu, Hayden punya lebih banyak kesempatan untuk didengar Ducati, apalagi doi yang saat ini paling senior di sana. Menurutnya, banyak yang salah menggambarkan, bahwa Ducati tak mendengar Rossi. Salah satu keuntungan Ducati pernah punya Rossi tentunya keputusan Ducati yang pada akhirnya memakai chasis alumunium. Menurut Hayden, kedepannya Ducati akan menggunakan chasis ini. Selain itu, power delivery motor pun harus dibuat lebih jinak, terutama saat keluar tikungan supaya tidak melebar. Kembali ke pernyataan Burgess yang mengeluhkan sistem injeksi di Desmosedici, sebaiknya memang ada perbaikan di sektor ini. Menurut Burgess, sistem injeksi di Desmosedici terlalu sederhana, beda dengan M1 yang bahkan punya sistem injeksi dobel!

Gobmeier yang kini mengepalai divisi balap Ducati menggantikan Preziosi mengatakan, tidak akan ada revolusi di Ducati, hanya ada perbaikan-perbaikan kecil di segi teknis dan organisatoris. Doi sendiri pun tak muluk-muluk, menurut targetnya, doi butuh 2 tahun agar Ducati bisa mencapai level setara kompetitor.