DSC09968Suatu hari saya main ke rumah teman dan kebetulan membaca rubrik sms pembaca yang berjudul “berkendara semaunya”.

Isi keluhan pembaca itu ternyata tertuju ke penggemar Vespa yang bisa dibilang tak peduli pada kondisi kendaraan dan memodifikasi kendaraan tanpa memperhatikan aturan.

DSC09969Sebagai penggemar motor, saya pribadi juga menyukai motor yang keluar dari pakem standar. Melihat motor modifikasi memang menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi penikmatnya. Memodifikasi motor pun merupakan tempat penyaluran kreativiotas dan menjadi manifestasi unjuk diri. Orang punya kebutuhan untuk diperhatikan, diakui, dan bisa menunjukkan, siapa dirinya. Namun, entah apa bisa dibilang oknum atau tidak, ada anak-anak Vespa yang memang aliran modifnya extrem total… Jika dilihat di siang hari, menarik sekali, tapi di malam hari sayangnya banyak yang tak pakai penerangan, minimal lampu rem lah… Hmm.. apa ini bentuk pemberontakan pada aturan dan keteraturan yang memang kacau ya… Sebab bisa dimengerti demikian.. Banyak institusi ataupun orang di negeri ini yang seharusnya memberikan keteraturan, tetapi malah menyalahgunakan atau dengan bangganya berdiri di atas aturan-aturan. Mengingat hal itu, sikap antiotoritas anak-anak Vespa aliran ini bisa dipahami…

Di sisi lain, tentu yang melihat sifat dan bentuk kendaraan urakan ini merasakan ketidakadilan di sini. Maklum, Polisi dirasa segan berurusan dengan anak-anak Vespa, yup, banyak Vespa tak berSTNK, tak hidup suratnya, dan yang berbahaya, tak dilengkapi lampu dan perangkat keselamatan berkendara lainnya, bisa dengan tenang melenggang di jalan raya. Mereka-mereka yang menyukai lifestyle ini pun tentu membeli Vespa…. Rasa braderhut malah bias disini… Braderhut hanya sebatas saling menghormati dan bersaudara dengan orang-orang yang menggunakan merk motor yang sama… menyedihkan, tapi begitulah jadinya arti braderhut bagi beberapa gelintir orang..

DSC09970Sebagai anak Vespa (eh bukan deng…udah tua, bukan anak-anak lagi hihihi…) saya bisa mengatakan, bagaimana Vespamu adalah pilihan..

Mau jadi pengendara yang  bersahabat bagi sesama pengguna Vespa dan pengguna jalan lainnya, atau mau jadi anak Vespa yang butuh pengakuan:Kau anak Vespa sejati…anti kemapanan…petualang..cool, cuek… (tapi di sisi lain meremehkan dan bisa mencelakakan pengguna jalan lainnya). Jadi, apakah  mereka anak Vespa yang butuh pengakuan dengan menonjolkan gaya cuek dan antikemapanan plus antiaturannya?

Atau ane masih belum memahami pola pikir mereka-mereka ini? Maklum, rasanya ane bukan anak Vespa..toh make Vespa sebulan sekali juga belum tentu hihihi………Ya semoga pada diberi keselamatan, anak Vespa asik-asik kok, naik motor apa lagi yang paling bikin kita saling bertegur sapa dan lempar senyum kalau bukan naik Vespa?

Iklan