DSC00064 Gebrakan AHM menggelar OMR CB150R memang sesuatu yang cukup dinantikan penggemar balap, maklum, murah meriah! Di sini yang lebih diadu skill. Langkah ini tentu jadi arena penyaluran adrenalin para pembalap. Akhirnya ada juga balap motor yang lumayan kencang, tetapi biaya sangat ekonomis. Yup, kata ekonomis menjadi suatu hal yang sangat penting di zaman susah begini (dari dulu orang bilang zaman susah mulu… -_-‘)

Langkah ini bisa dibilang membawakan banyak keuntungan bagi AHM, mari kita telusuri dengan metode Suudzon:

1. Menang di balap akan menaikkan jumlah jualan! Pastinya banyak yang bisa membantah ini. Lihat saja kasus Honda CBR 250 yang sulit dikatakan bisa terdongkrak volume penjualannya berkat kemenangannya di IRS. Di sini tentu beda brader, masih ada masalah desain, keunggulan karakter Ninja 250 dengan mesin twinnya dan tudingan masalah hegemoni AHM atas regulasi di balap 250 cc itu.

Nah, disinilah mengapa dibuatkan one make race, yakni untuk menghilangkan tudingan-tudingan itu.

2. Kenapa mesin harus standar? Pasti ada maksudnya juga dooong… Penggantian dikatakan hanya pada knalpot dan sistem supply bahan bakar. Selebihnya bisa dibilang standard. Di sinilah AHM ingin menunjukkan superioritas CB 150 R atas kompetitornya yang itu tuh. Dengan menggandeng media tentunya…Dengan inilah mereka mencoba mengeksploitasi dan menyosialisaikan keunggulan speed si produk.

Lihat saja judul yang bisa lumayan kental tendensinya: Sentuhan ringan tembus 158 Km/jam! Dengar top speed segitu, bikers tanah air yang terhitung banyak mendewakan racing dan top speed bisa-bisa kena hipnotis! Bisa-bisa mereka lupa, motor ini digeber pembalap! Digeber di track yang memiliki straight lumayan panjang! Dan Itu diperoleh dalam rombongan ketika mencuri angin alias dengan slip stream!Dan tidak tahu juga kan konsumsi bensinnya jadi berapa atau olinya pakai yang harga berapa per liternya?

Dengan OMR ini jelas kan keuntungan yang bisa diperoleh? Guru Spiritual Blog Sesat, Ki Gede Anue  menyarankan, nantinya bisa dibuat kelas bebas yang bisa membebaskan biaya modifikasi mesin dan keseluruhan CB 150 R. Nah, kalau kelas ini dibuka, ini bisa membantu AHM untuk lebih mudah lagi menanamkan image, bahwa ini motor kencang, tetapi murah.

Kok bisa? Ya tentunya dengan banyak peserta yang ikut, otomatis banyak orang yang coba ngoprek ini motor. Tentunya diharapkan akan banyak juga tuh komponen-komponen after market yang dilabeli racing! Kalau sudah begini, kan jadi gampang jualan motor. Onderdil banyak tanpa harus memproduksi sendiri. Ini kan yang membuat RX-King sangat digemari, ya terbantu dengan melimpahnya parts! Ini juga yang membuat Ninja 2 tak dan 4 tak mudah laku di pasaran. Bedakan saja dengan nasib motor yang kencang tapi jarang partnya macam  FXR. Akibat permintaan yang sedikit, tak heran akhirnya doi didiscontinue!

Keuntungan lain jika OMR ini nantinya ada kelas yang bebas, otomatis motor-motor CB 150 R peserta akan jauh lebih kencang dari sekarang. Dengan pemberitaan media yang memberitakan top speed atau lap time misalnya, wah semakin terbantu saja penjualan ini motor. Yang ketar-ketir tentu pesaingnya, sebab sudah kalah start duluan. Kalau mau ikutan langkah yang sama, wah riskan kalah top speednya..(ingat ada media-red).  Kalau mau dioprek bebas, nanti jadi mahal dan bisa ada tudingan-tudingan: motor mahal karena biaya modif mesinnya selangit. Jadi bagaimana pesaingnya ini harus bertindak? Apakah mereka akan terpancing? Jika si pesaing bingung, Ki Gede Anue siap memberikan konsultasi xixixi…..