Sejak kemunculannya pertama kali di tahun 1998, R1 sudah menjadi standard baru di dunia Superbike. Dengan mesin 1000 ccnya, R1 memiliki tenaga nyaris setara dengan motor-motor yang berlaga di ajang WSBK yang saat itu masih 750 cc. Tampangnya yang agresif pun berkiblat pada si sexy Ducati 916, sebuah langkah jitu, sebab dijamin bikin bikers klepek-klepek kena pelet. Sampai saat ini pun, si Japanese 916 tetap mempertahankan desain 916nya. Semakin mirip lagi bahkan ketika knalpot undertail melengserkan knalpot besar di sisi kanan R1 tahun sebelumnya.

Saat ini, dari sisi power para motor superbike Jepang, R1 sudah berada di posisi buncit! Soal bobot juga bisa dibilang sudah tak lagi ideal dengan standard terkini! Terlebih lagi dengan menggeliatnya BMW dengan S 1000 RR dan ngamuknya Ducati dengan Panigalenya plus superiornya Aprilia dengan RSV4nya, superbike-superbike Jepang benar-benar didesak untuk mempertahankan pamornya.

Meskipun R1 secara power paling memble, teknologi crossplane membuat motor ini nyaman dikendarai. Belum lagi ditambah sasis dan suspensi Yamaha yang memang sudah sejak dulu jadi trademark pabrikan ini. Dengan tampang yang tetap terbilang salah satu yang terganteng di pasaran, R1 tetap punya banyak fans setia.

Perbaikan di sisi elektronik 2 tahun lalu lumayan membawa R1 secara eletronik tak terlalu tertinggal, apalagi dari pabrikan-pabrikan Eropa. Namun, di sisi power, doi memang butuh pembenahan serius, maklum, terloyo saat ini dibandingkan 3 rival Jepang dan 3 rival Eropanya!

Nah, pihak Australian Motorcycle News menangkap sosok yang diduga kuat R1 baru di Eastern Creek Australia. Nih fotonya saat tertangkap kamera paparazzi sedang ngaspal di sirkuit:

Yamaha_YZF_R1_prototyp_jpg_2170963

Lho, kok?????? Itu mah R6!!!!!!!

Tunggu dulu Brader… jadi memang benar fairing yang dipakai milik R6 sekarang. Gossipnya sih, itu untuk mengelabui orang-orang yang lihat. Kalau diperhatikan seksama, dan oleh orang yang sehari-harinya kenal moge-moge Yamaha, ketahuan beda!

Pertama, knalpotnya yang sepintas mirip R6 jelas lebih besar! Itu merupakan sinyalemen, kapasitas mesinnya lebih besar! Sang wartawan pun menjamin dengan keyakinan penuh, itu motor menggunakan mesin berteknologi crossplane! Bedanya jelas bagi orang yang tahu, apalagi di saat yang sama, motor misterius ini didampingi S 1000 RR yang jadi sparing partner, jadi semakin kontras beda mesin dengan timing 180 derajat dengan crossplane yang 270 derajat.

Hmmm, omong-omong S 1000 RR, tampaknya memang Yamaha berusaha mengimbangi motor yang powernya memang masih yang terbesar saat ini dan sama-sama berkarakter 4 silinder inline!

Yamaha_YZF_R1_prototyp_010_jpg_2170979

Dari sisi kiri, terlihat perbedaan juga ada pada lengan ayunnya, bukan berat ke bawah, tetapi semakin menjulang ke atas. Lengan ayun baru ini juga dinilai lebih panjang. Hmmm.. pastinya untuk meminimalisir getaran saat berakselerasi tuh! Langkah yang sama dengan yang ditempuh S 1000 RR ketika insinyur BMW merancang mesin sekompak mungkin demi adanya ruang bagi swingarm yang lebih panjang.

Yamaha_YZF_R1_prototyp_020_jpg_2170994

Menurut pengamat yang nggak jelas siapa orangnya, poros lengan ayun terlihat lebih tinggi dibandingkan R1 generasi terkini, tetapi tidak setinggi poros swingarm di R6.

Yang menimbulkan teka-teki adalah, bagaimana bentuk fairingnya nanti. Apakah Yamaha akan pakai model R6, atau nantinya tetap lebih mirip R1 sekarang? Beda yang benar-benar membedakannya bukan di segi tampang Bro, tapi dari posisi intakenya. R1 ada di kiri-kanan di samping front lamp, sedangkan R6 di tengah di antara kedua front lamp.

Kita tunggu saja kehadirannya! Sayangnya, digosipkan masih lama! Baru akan diluncurkan di akhir 2014! Wah, kalau begitu, ini namanya R1 2015 dong….

 

 

Iklan