0332468.jpg.2229922Siapa tak kenal balap motor dengan lambang sama plek dengan balsem cap kaki tiga? Kalau disebut Isle of Man Tourist Trophy tau semua dong? Sebuah balap motor di sebuah pulau dengan panjang trek 60 Km lebih! Sulit sekali tentunya membayangkan, kalau pembalap harus menghafal tiap-tiap tikungan di sebuah lintasan yang panjangnya hampir 20 kali sirkuit biasa.

Balapan ini dikenal extra berbahaya karena kanan-kiri pohon, rumah dan tembok, bukannya gravel pasir yang aman. Meskipun kanan-kiri penuh bahaya dan nyaris tak mentolerir kesalahan pembalap, kecepatan rata-rata di ajang ini masih di atas MotoGP! Dan itu pun diraih dengan motor superbike umum yang ente sebaiknya tidak beli di Indonesia karena jadi mahal ajah!

Kabar duka kembali terjadi lagi… Kali ini yang harus merelakan kehidupan di dunia ini adalah seorang pembalap berusia 43 tahun asal Jepang, Yoshinari Matsushita. Pembalap asal negara matahari terbit ini mengalami kecelakaan fatal saat training di bagian utara lintasan balap.Doi bukan orang baru di ajang TT, sudah dari 2009 ikut geber superbike dan superstock. Bahkan tahun 2011 di posisi 5 dengan menggeber motor listrik di ajang TT Zero. Salah satu prestasi terbaiknya adalah juara balap endurance di Motegi tahun 2008.

Kecelakaan di lintasan sepanjang 60,725 Km itu sudah mengantarkan si matahari terbenam. Dia tak diantarkan pacuan asal negaranya, tetapi malah di atas si picek nan ganteng S 1000 RR. Menariknya, motor yang digunakan menggunakan nomor 74, nomor yang identik dengan Daijiro Katoh yang juga sudah wafat akibat kecelakaan di Suzuka.

Ya, begitulah balapan.. Bahaya, tetapi membahagiakan. Di TT memang tak perlu disangsikan lagi bahaya dan ketegangan yang dihadirkannya. Saking bahayanya, para pembalap senior selalu diminta kasih wejangan-wejangan ke pembalap baru. Di sini, mereka tak pernah dianjurkan membalap dengan hati alias napsu, disini, membalap harus pakai otak! Beda dengan MotoGP yang sudah terlalu pakai otak. Penonton merindukan sosok-sosok pembalap yang juga membalap dengan hati dan tak kehilangan unsur emosionalnya.

Hmmm jadi ingat doi :  (scan dari majalah Femina hihihi)

sic

Iklan