Sekitar dua minggu lalu, saya tersesat di Yogyakarta. Sayang waktu yang hanya dua hari saja tak memberikan saya kesempatan untuk mengeksplor Yogya. Bahkan saya hanya berkeliaran di jalan Adisucipto saja.

DSC00209

Awalnya sih sekalian ingin naik motor yang jauuuuuuuhhhhh… sekalian cari-cari pengalaman lagi. Sempat terpikir untuk membawa si BMW K100GL alias Honda GL 100 K Blog Sesat untuk pecicilan jauh-jauh, tetapi cuaca sedang lumayan buruk dan sering hujan deras. Sebenarnya bukan itu sih yang menghalangi, tetapi waktu yang kurang dari 3 hari tak memungkinkan naik motor, apalagi motor tua wkwkw… Jakarta-Yogya bisa 2 hari (santai dan full trouble-style). K 100 GL sih lumayan bebas masalah, kan motor sehari-hari, tapi speednya itu lo yang tergolong lelet, maklum masih 100 cc. Belum lagi suspensi dan pengereman yang alakadarnya, ga banget buat nguber waktu.. Akhirnya, ijk memutuskan naik pesawat saja..

DSC00287

Sampai sekitar Magrib di Yogya, ijk langsung naik taksi ke penginapan. Ya, cari yang 200 ribuan sajalah… maklum, mashikere…….

Yang penting tak jauh dari hotel New Saphir, tempat dimana ijk kudu gentayangan dua hari kedepannya. Berhubung di New Saphir minimal rogoh kocek 800 ribuan per malam, ijk cari penginapan lain di sekitarnya, sebut saja Mew Saphir, cocok untuk musafir dengan keterbatasan dan kebutuhan khusus kaya ijk xixixi…

DSC00288

Paginya, ijk menuju ke New Saphir. Jalan kaki tentunya (bokek-red). Lumayan, dengan jalan kaki kita bisa lebih menangkap banyak hal yang barangkali menarik, terutama buat an allien in Yogya seperti saya.

Hal yang aneh pertama di jalan Adisucipto adalah putaran khusus motor… Hehehe..di Jakarta dan Depok, saya tak perna ketemu yang model beginian. Wah, sedikit ada keistimewaan bagi bikers di Yogya yah… Sayang ada juga yang menggunakanannya tak semestinya, lihat saja ada motor yang melawan arus di foto!

DSC00289

Singkat cerita, di hari ketiga, ane pulang ke Jakarta. Dari New Saphir bertolak pukul 15. 45. Pesawat Check in 16.30. Hmm, kepikiran sudah niat mau jalan kaki, toh di google map kelihatannya pendek wkwkwkw (anak SD juga udah ngerti skala peta-red).

15 menit pertama, ane jalan santai saja. Lumayan bisa lihat museum Affandi. Pas lewat sana, ada cewe ber-Scoopy jatuh karena jalanan berpasir. Untung tidak cedera parah (dan untung motornya tidak nabrak saya-red).

DSC00290

Perjalanan ane lanjutkan dengan hati senang dan matahari sore pun ramah menyertai…

Wow, banyak bengkel motor. Jualan knalpot racing juga marak! Hmmm.. dilarang nggak ya??? Kesan saya, di Yogya banyak yang pakai knalpot racing. Yang khas di RX-Kingnya yang rata-rata berwarna gelap, setang tinggi dan berknalpot kolong. Ya, begitu deh kebanyakan karakter RX-King yang kelihatannya di Yogya banyak penggemarnya.

DSC00291

Perjalanan pun ane lanjutkan dengan hati masih tenang…

Wow, baru sekarang ketemu tukar tambah aki motor…

Biasanya di Jakarta dan Depok yang ada tukar-tambah aki mobil. Tidak ada yang khusus motor lah… Yang ini sudah khusus, ada harga, ada garansinya pula… Hmmm, perlu ditinjau lebih lanjut prospeknya di Depok..

DSC00292

Ane pun berjalan lagi… mulai pegel juga.. Waktu pun sudah mulai menunjukkan 16.15. Bajaj dan ojek menawarkan jasa…

Tapi ane tolak, maklum, niatnya kan memang jalan kaki… tekad tetap bulat, dan langkah pun sedikit dipercepat… kepala celingak-celinguk cari toko yang jual oleh-oleh.. Singkat kata, ketemu oleh-oleh buat orang-orang di rumah dan di tempat kerja.. Bukan Bakpia 75 ataupun 25 kok hihihi…. tapi lumayan nambah bawaan, sepertinya sudah belasan kilo tentengan ane.

DSC00293

Melihat jam yang sudah 16.30, ane mulai bergegas dan berjalan lebih cepat. Bawaan yang tambah berat lumayan menambah tantangan, tetapi tekad sudah bulat, harus jalan kaki!!!!

Meskipun trotoar di Yogya tak sepenuhnya bisa dilalui (ada pedagang dan parkiran juga), tetapi lumayan menyenangkan menelusuri Yogya. Buat yang doyan motor tentunya seru, banyak motor tua yang masih dioperasikan. Ya, mayoritas sih motor batangan dan bebek Honda.

DSC00294

Ninja 250 juga ada…

bahkan sama dengan di Jakarta, virus melipat spion dalam berkendara juga menjangkit di Yogya…

Sayang sekali Bung……..

Lanjut…

Matahari semakin ramah bersinar, langit pun semakin remang-remang… itu artinya saya semakin panik… Di satu sisi mulai takut ketinggalan pesawat, di sisi lain, semangat 45 tetap membara..toh kelihatan kok pesawat-peswat yang landing dari arah barat. Kelihatannya airport tak jauh lagi..

DSC00295

Kaki pun mulai bonyok karena speed dan beban ditambah, tetapi Yogya masih menemani dan memberi semangat…

Foto di samping misalnya, biasa saja bagi banyak orang.. tetapi membuat saya senyum-senyum sedikit.. Maklum, di kepala saya kan harga murah=harga mahasiswa… Ternyata di Yogya ada yang lebih murah: tarif pelajar! Di dekat salon ini sudah ada fly over, semangat terus jalan kaki semakin membara mengimbangi kaki yang membonyok dan baju yang basah oleh keringat dan hati yang berdebar cemas ketinggalan pesawat. Apalagi di jam sudah menunjukkan 16.50, sudah melewati waktu check in. Meskipun biasanya satu jam setelah check in mulai masih bisa masuk pesawat, hati lumayan mulai panik.

DSC00296

Akhirnya sampai di sekitar komplek AURI. Wah, senangnya bisa lihat pesawat (bawaan dari masa kecil). Langsung ingat film TOP GUN yang kemudian diikuti sineas Indonesia dengan film Perwira Ksatria (kalau tidak salah) yang dibintangi Dede Yusuf, Donny Damara dan Dian Nitami. Sebuah film yang waktu saya kecil membangkitkan semangat untuk mengejar cita-cita jadi pilot pesawat tempur. Lebih seru lagi adalah, di film itu bisa melihat F-16 yang waktu itu baru dibeli oleh Indonesia. Keren deh, jauh lebih keren dari HS-Hawk yang sebelumnya jadi andalan AURI. Mengalami percikan memori masa lalu, semangat bertambah…. Speed ditambah, panik tak ditambah (tapi nambah dengan sendirinya), maklum, mulai gelap dan sudah jam 5 sore!

Akhirnya semangat semakin menggebu begitu melihat pertigaan ke bandara Adisucipto. Masih ingat juga, sebab ada plang besar Indonesian Ducati Bike Week di sana.

DSC00297

Selamaaaaaaaaaaaaaat… selamaaat… saya tidak ketinggalan pesawat. Lumayan juga jalan cepat 1 jam 30 menit lebih dengan beban belasan Kg dan panik mengancam. Semua terbayar dengan rasa puas. Dan pas baru duduk di ruang tunggu yang adem berAC, saya bisa menyaksikan Airbus A320 Citylink mendarat mulus…. pemandangan indah buat pencinta pesawat terbang seperti saya. Saya tiba, doi pun tiba…

Sayang belum sempat menikmati Yogya sepenuhnya..next time lah..maunya naik motor hihihi…….. Tschuesss Yogya..wir sehen uns!