DSC00013

Duluuuuuuuu… (sudah lama ajah…) kita pernah berkenalan dengan BMW R25 yang lengkapnya kita sebut saja namanya R25/3, sekarang kita kenalan dengan pendahulunya, yakni BMW R25/2.

Meskipun bukan teroris, R25/2 punya nama alias di Indonesia (di Jerman tidak berlaku lho…). Di tanah air, doi dikenal juga dengan nama R25 Kuaci/ unyil. Jangan tanya saya kenapa disebut kuaci…saya belum lahir…(merasa muda-red)

DSC00014

Barangkali disebut kuaci karena bentuk tankinya dan dibilang unyil karena ukurannya yang kecil, terutama kalau dibandingkan dengan BMW boxer sezamannya macam R51/2 atau R51/3  (kebenaran info ini tak bisa dipertanggungjawabkan-red).

Apa bedanya dengan R25/3? Yang jelas beda banget tentu harganya (gedubrak…). Yup, Kalau R25/3 entry levelnya BMW klassik Indonesia, R25/2 jelas lebih mahal! Wajar, sebab motor ini lebih tua dan lebih langka. Harganya bermain di kisaran harga BMW R26 dan bahkan setaraf seharga BMW R27. Ribetnya lagi, kalau Ente sudah pegang duitnya, susah juga cari barangnya! Kalau sudah ketemu, lebih susah lagi bujuk yang punya untuk menjualnya.

DSC00012

R25/2 diproduksi tahun 1950-1953 sejumlah 38651 unit. Motor singel silinder OHV berkapasitas 247 cc ini memiliki kompresi rendah, hanya 6,5:1 (makanya BMW awet dan staminanya edan). Mesin yang sampai Era BMW R27 (1966) ini terlihat mirip menghasilkan tenaga 12 PS @ 5800 rpm. Dengan tenaga segitu, doi bisa ngacir sampai 97 Km/jam (80 Km/jam kalau pakai sespan).

DSC00015Motor berbobot kosong 142 Kg ini bisa menanggung beban total inklusif motor hingga 300 Kg. Tentu bisa lebih banyak lagi kalau dilengkapi sespan. Di zamannya, R25/3 sering dijodohkan dengan sespan LS 200 produksi Steib. Tentunya untuk menyesuaikan dengan pertambahan beban, gir gardan harus ada yang diganti.

DSC00011Apa bedanya doi dengan R25/3? Banyak, perhatikan saja foto-foto yang ditampilkan. Paling jelas terlihat tentunya suspensi depan yang gayanya laksana suspensi up side down hehehe…

Perbedaan jelas lainnya adalah tanki. Tanki BMW R25/2 yang berkapasitas 12 liter memiliki laci untuk alat di bagian atas, sedangkan laci R25/3 diletakkan di samping kiri tanki. Tampaknya, peletakkan laci di R25/3 dikoreksi BMW, sehingga di R26 dan R27, posisi laci alat kembali ke atas. Selain bikin tanki terancam bocor, alat-alat juga rentan jatuh kalau kunci laci sudah rusak.

Faktor pembeda lain yang gampang dikenali dibandingkan R25/3 adalah velgnya. Di R25/3, velg Weinmannnya berbahan alumunium dan berdiameter 18 inci, sedangkan di R25/2 19 inci dan bahannya plat baja. Lebih kuat, gagah dan lebih old scool…

Perbedaan lainnya yang mudah terlihat adalah batok lampu, rem depan dan knalpotnya. Silincer R 25/2 memiliki bentuk yang lebih extraordinary… Orang Jerman bilangnya knalpot burung walet hihihi.. kalau di bahasa Inggris dikenalnya knalpot model fishtail.

Oliver Kahn-Elvi Sukaesih, Sekian Terima kasih……..

DSC00016