DSC00437Di mesin motor biasanya tertera kapasitas mesin motor itu. Bahkan bukan biasanya, tetapi sampai saat ini, di motor keluaran baru, selalu tertera kapasitas mesinnya. Misalnya di CB 100 tertera 99 cm3, di GL 100 103 cm3 dan sebagainya.

Apakah sebenarnya yang penting bagi pengguna kapasitas mesin? Saya rasa bukan itu! Yang lebih penting adalah kapasitas oli mesin! Nah, dari sini kita bisa tau, berapa oli yang dibutuhkan saat penggantian. Sayangnya, tak banyak motor yang di mesinnya tertulis kapasitas mesinnya.

Salah satu contoh misalnya, sampai hari ini saya tak tahu pasti, GL 100 sebenarnya butuh oli 1 liter atau 800cc… (jangan ketawa-red). Untuk tau itu, harus nanya sono-sini dan browsing! Namun, tak semudah itu kan…. kadang dapat jawaban dari orang atau internet, tetapi muncul pemikiran: Benar ga tuh info????? (over kritis.de)

Cara lainnya bisa ditempuh untuk memastikan. Setelah isi oli 1000 cc/800 cc, kita tinggal tegakkan motor dan cek volume oli dari tangkai pengukur oli. Nah, selama masuk toleransi, artinya aman!

Namun, tetap saja tidak puas! Bahkan kadang muncul lagi pemikiran: Jangan-jangan tangkai pengukur olinya sudah tidak bawaan motor! sebel kan kalau sudah begitu.

Nah, ini bisa hilang kalau si produsen sudah menuliskan ini-itunya motor di motornya sendiri… Misalnya di motor yang dijadikan model, tak sebatas kapasitas mesin, kapasitas oli juga tertera, yakni 3200 ml! Enaknya lagi, viksovitas oli pun tertera di tutup oli, yakni SAE 10 W-40. Sebuah hal sederhana yang sangat membantu kan…

Iklan