You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2013.

DSC00392

Suatu hari saya ngelayap ke rumah teman naik Excel Rose. Sialnya, kabel kopling putus di jalan. Untungnya, rumah dia sudah 400 meteran dari lokasi, sehingga Excel Rose merayap lancar sampai ke rumahnya.

Nah, berhubung Excel Rose lagi out of order, saya pinjam deh PTS biru ini, lumayan, kali ini bisa agak lama mencoba si PTS jebolan 1983 ini.

Nah, ada beberapa catatan yang saya buat, tentu bandingannya dengan si Excel Rose. Berhubung keduanya lahir di tahun 80an, tentu karakternya sudah tak sama lagi dengan Vespa Excel dan PTS sesungguhnya, tetapi, pasti adalah kesamaan dan sifatnya yang tidak hilang.

Soal handling, wah PTS lebih jos! Untuk lalu lintas Jakarta, PTS gesit, ringan, radius putar besar dan mudah dikontrol. Untuk pengereman, PTS lebih enak, meskipun PTS ini remnya hanya ada di buritan. Excel Rose yang remnya depan belakang, rasanya lebih sulit dihentikan, sepertinya di sini faktor bobot ringan yang menguntungkan PTS. Dengan PTS, rider mengontrol motor seutuhnya, sedangkan Excel memaksa ridernya untuk lebih kerja keras.

Bagaimana mesinnya? Wah, jelas terasa bedanya, maklum, 3 speed Vs 4 speed, 100 cc Vs. 150 cc! Dari spek jelas bukan lawan sebanding, tetapi, dari waktu tempuh, seimbang lho… Ini lebih dikarenakan power delivery PTS yang lebih lembut dan teratur, sedangkan si Excel Rose maunya tereak dulu, baru ngacir! BTW, PTS ini dan Excel Rose juga sebenarnya sudah kena korek hihihi….

Berhubung speedometer PTS mati, tak jelas berapa speednya, tetapi cukuplah buat santai. Sedangkan, Excel Rose maunya asoy geboy… Dengan mudah Excel Rose tembus 100 Km/jam (speedometer) di gigi 3, itu juga belum pol bgt. Beruntung, akibat daya remnya pas-pasan, mikir 2 kali kalau mau geber Excel Rose to the limit. Jadi secara tenaga, Excel Rose menang telak, tetapi pas lihat meteran bensin dan isi tanki, Excel Rose langsung bertekuk lutut!

Untuk daya angkut beboncengan, PTS lumayan mumpuni, asal beban angkut totalnya tak lebih dari 160 kg hehe.. Ane sudah coba (ane 80 Kg ++ dan teman ane 90 Kg ++) Kalau lurus joss, tapi kalau cornering di kecepatan tinggi, motornya malas ditekuk, ih ngeriiii… Kalau Excel sih tak masalah dengan bobot segitu.

Soal suspensi, entah kenapa PTS lebih enak. Lebih mampu meredam gelombang, sedangkan si Excel Rose rasanya agak mentul-mentul. Kalau jalannya sebentar tak papa, tapi kalau jarak jauh, tangan bisa kesemutan dan stamina lebih terkuras. Namun, kalau boncengan, Excel akan terasa lebih oke bantingannya.

DSC00393

tersesat muter-muter

  • 2.481.083 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com