020_BMC_Werksreportage-Luftfilter.jpg.2512152

Nama BMC rasanya tak asing sebagai salah satu nama filter udara terbaik yang bisa diperoleh di pasaran. Harganya (kalau original) lumayan bikin dompet dan kejiwaan terguncang, mahal coy…. Kok bisa semahal itu?

Mahal memang, tapi kalau tahu itu barang memang barang bikinan Italia, Ente bisa berubah pikiran toh…

Nah, yang Ente lihat itu adalah Dr. Gaetano Bergami, sang pemilik perusahaan BMC yang juga mensupport team Yamaha MotoGP. Makanya, kalau Jorge Lorenzo gagal juara, si bos BMC bisa uring-uringan juga, sebab, dia merasa ada hasil karyanya tersemat di M1.

Om Bergami sebenarnya bukan ahli mesin, tahun 1951 dia kuliah hukum! Tapi, kecintaannya pada motor akibat diracuni ayahnya dengan BSA 650 dan Norton Commando muncul. Kecintaan ini membuat Om Bergami meluncur ke Jepang tahun 1972  untuk melihat, bagaimana orang Jepang membangun motor. Ingat, saat itu motor Jepang mulai mempecundangi motor-motor Inggris dengan motor yang lebih superior, tetapi harga jauh lebih ekonomis.

Om Bergami juga kenalapan dengan legenda tunner, Yoshimura dan melihat, bagaimana sang sensei berkarya. Bergami pun mengimpor karya-karya Yoshimura ke Italia. Beberapa tahun kemudian, doi mendirikan Bergami Motor Cycles (BMC), nah, singkatan ini belum tentu diketahui yang jual filter BMC lho.. Hanya kalangan terbatas yang tau, macam orang-orang yang doyan tersesat kemarih…

Tahun 1973, sudah sekitar 40 motor balap endurance yang sudah dibangun BMC. Nah, saat itu, BMC belum membuat filter. Rumah tunnning BMC ini tak bertahan terlalu lama, tahun 1984 BMC berhenti, mengingat gempuran dari Jepang yang begitu kuat. Orang-orang Jepang memilih membangun sendiri motor-motor balap mereka, akibatnya, lahan BMC pun mengering…

Awalnya BMC memproduksi filter udara ternyata karena Ferrari yang mencari produsen spesialis filter udara. Tahun 1995 itu, Ferrari pun mempercayakan BMC untuk membangun filter udara untuk mesin 12 silinder mereka. Ferrari memberi spek teknis dan BMC diminta menyelesaikan tugasnya dalam 2 minggu. Berapapun lo minta, kita bayar… begitulah kira-kira kata Ferrari.

Ternyata BMC dinilai sukses. Ferrari dengan dana tak terbatasnya terus mengorder ke BMC. Penjualan filter pun di tahun 1990an berkembang. Pekerja BMC yang tadinya hanya 5 orang, sekarang jadi 60 orang. Kerjasama dengan Ferrari pun mengangkat nama BMC dan membuka pintu kerjasama dengan perusahaan dan tim-tim balap lainnya. Bahkan saat ini juga dengan pihak militer!

Menurut Om Bergami, filter udara memang sederhana, tetapi tak ada batasan komposisinya. Sebut saja bentuk, material, ukuran, airbox, tingkat penyaringan, oli yang dipakai dan sebagainya. Segalanya bisa dikombinasikan dan dikembangkan demi terciptanya tenaga mesin maksimal dengan perlindungan yang optimal. Tiap-tiap filter pun dikatakan dikerjakan dengan tangan.

Hmmmm… tak heran kan kenapa filter BMC memang mahal…