DSC00415Beberapa hari setelah bulan puasa berlalu, saya dan seorang teman muter-muter keliling Jakarta naik Vespa. Teman saya pun mengajak seorang teman lainnya yang baru juga keracunan Vespa. Jadinya, tiga Vespa sore itu menikmati jalanan Jakarta Selatan yang masih lengang.

Singkat kata, teman saya mengajak ketemuan dengan orang lainnya yang juga main Vespa. Katanya sih, orang itu akan bawa Vespa Kongonya. Teman saya pun ga tahan ingin lihat Vespa Kongo untuk pertama kalinya di depan mata.

Sampai di sebuah tempat nongkrong di kawasan SCBD, terparkirlah Vespa-Vespa yang ciamik. Tapi si Kongo belum ada. Masuklah kami ke dalam, dan ternyata teman-teman yang dimaksud salah satunya personel Club 80s, Vincent yang datang membawa GS eh, atau GL ya, ya pokoknya Vespa deh hihihi…

DSC00414

Tak lama datanglah Lembu Club 80s, ternyata doilah yang punya Vespa Kongo. Ngobrol-ngobrol Vespa pun seru, namanya juga anak-anak Vespa yang lagi hot-hotnya jatuh cinta sama Vespa.

Tapi itu kan mereka… saya bengong dan nguping aja… Maklum, soal Vespa, saya benar-benar dongo… kaya tampang si Excel Rose yang juga jadi keliatan dongo gara-gara sebelahan sama Vespa Kongonya Lembu.. hikshikshiks….

Pengalaman seru sih bisa menyaksikan Vespa Kongo di depan mata… apalagi Vespa yang kabarnya made in Germany ini juga merupakan Vespa yang sangat jadi incaran kolektor di Indonesia. Jadi jangan kaget kalau harganya lebih mahal dari Ninja 250 FI ABS, bahkan bisa-bisa lebih mahal dari ER6 hihihi….Maklum, selain cantik, sejarahnya juga menarik Bro… Sebagai hadiah presiden RI bagi pasukan penjaga perdamaian RI yang sempat dikirim ke Congo, tentu Vespa jenis ini jadi sangat berharga..wong piagam dari presiden aja benar-benar dijaga, apalagi hadiah spesial dari RI-1 yang ke-1 pula!