Kata orang bijak, hidup itu harus diwarnai keseimbangan. Kadang kita harus melihat ke bawah agar kita bersyukur dan merasa beruntung. Namun, kalau begitu terus katanya juga kurang baik. Ingat, jadi manusia kalau mau maju, tidak boleh cepat puas.

Nonton pameran bisa jadi bagi saya adalah salah satu cara untuk melihat ke atas. Banyak mobil baru atau motor baru dengan harga yang lumayan tinggi, bahkan sebagian besar tidak belum terjangkau oleh saya (berusaha optimis-red). Herannya, mau mahal kaya apa itu barang, ada aja yang beli. Setan-setan yang beredar di sekeliling kita kadang berusaha menghibur dengan mengatakan: “ah, tuh mah korup… hasil nipu… hasil bunga pinjaman.. hasil magabut…” pokoknya yang jelek-jelek. Bisikan malaikat yang bilang: “itu hasil kerja keras… itu karena banyak amal…” rasanya terdengar sayup-sayup saja.

Benarkah melihat ke atas selalu akan menimbulkan rasa hidup kita kurang, kita mashikere, kita harus kerja jauh lebih keras?

DSC00610Saya rasa tak selamanya begitu. Melihat ke atas kadang membuat kita bisa merasa bersyukur.

Misalnya melihat harga velg aftermarket BMW di samping, awalnya saya merasa kere bangeeeett….. tapi habis itu saya merasa bersyukur, motor saya velgnya tak semahal itu. Si Excel Rose misalnya, dengan 800 ribuan sudah punya sepasang Velg alumunium baru yang tak akan bermasalah dengan karatan. Alhamdulillah, dengan 800 ribu saya rasa saya sudah sama bahagianya dengan pemilik BMW yang bisa beli velg aftermarket 40 jutaan ini…

Yup, bahagia seseorang bisa mahaaaaaaaaaaaal sekali, tetapi kadang bahkan tanpa uang sepeserpun, saya yakin saya juga bisa bahagia….

Iklan