015_Ducati_1199_Superleggera.jpg.2620730Ducati Panigale bisa dibilang Superbike terdahsyat dalam dasawarsa ini. Setelah Aprilia RSV4 dan BMW menggempur dan membuat heboh, Panigale seakan membuat kedua rival Eropanya itu menjadi motor yang biasa saja.

Motor twin 4 tak ini menjadi motor twin pabrikan dengan tenaga terbesar sepanjang sejarah. Tampangnya yang fresh bisa dibilang yang tercantik dan tersexy yang ada di pasaran saat ini. Tampangnya yang unik dan tak bisa tertukar dengan superbike lainnya memang layak dapat jempol sekelurahan, sebab, meskipun ada perubahan paradigma besar, desainnya tetap bisa mempertahankan ciri Ke-DUCATIannya.

Bagaimana dengan prestasi? Sayang, semakin mirip dengan MotoGP, penyakit Desmosedici menular ke Panigale sebagai motor yang bertugas menggempur WSBK. Motor yang terlalu MotoGP membuat Panigale tak bisa maksimal dikebut banyak orang, butuh pembalap super untuk bisa membawa Panigale di level WSBK. Yup, karakternya yang terlalu GP membuat motor ini di satu sisi super menggigit, tetapi di sisi lain semakin tak mentolerir kesalahan. Beda dengan pendahulu-pendahulunya yang benar-benar rider friendly.

060_Ducati_1199_Superleggera.jpg.2620870

Ducati 916,996, 998,1098 dan 1198 adalah motor-motor yang bisa membawa Ducati merajai WSBK. Apa kesamaan di antara motor-motor itu?

Sama-sama powernya kalah dibanding motor pesaing yang 4 silinder!

Nah, sama-sama kalah, tetapi sama-sama merajai! Aneh kan… Panigale yang powernya setara malah gagale totale, apa artinye?????????

Perubahan Paradigma Ducati yang ingin punya motor dengan power setara 4 silinder 1000 cc malah jadi senjata makan tuan. Tenaga yang extra besar adalah senjata mematikan, tetapi di sisi lain harus benar-benar bijak digunakan dan rapih penyalurannya ke aspal, tanpa itu, ban akan bubar grak sebelum race berakhir.

Bersahabatnya Ducati dengan ban jelas menjadikan faktor yang membuat Ducati macam 916 super berjaya… Di saat pembalap-pembalap lain kewalahan mengontrol motor di akhir-akhir lap, Ducati masih enak ditekuk-tekuk dengan grip yang sebenarnya juga sudah minim. Dengan keunggulan inilah Fogarty mendapat gelar King Foggy dan jadi pembalap paling legendaris di WSBK. JAdi di eranya, Doohan penguasa GP 500cc, Foggy penguasa WSBK. Dengan frame teralis khas Ducati, motor-motor WSBK Ducati juga terkenal mudah ditaklukkan dan lebih mentolerir kesalahan pembalap.

Dua keunggulan inilah yang diubah Ducati. Keunggulan yang sebenarnya kekurangan (kurang power dan kurang rigid) diubah jadi extra powerful dan extra rigid. Namun, faktor human error jadi sama sekali tak terakomodir di sini. Kalau mau jadi juara WSBK, Ducati butuh Dewa balap (susah tuh-red).

Memang sih di Superstock Ducati nyaris juara kalau tak ada S1000RR dan di jalanan jadi motor Superbike terganteng sekaligus salah satu yang terganas, tetapi di WSBK yang ubahannya lebih banyak, Ducati tak berkutik, bahkan ini jadi masa tersuram Ducati di WSBK. Jadi tanda tanya, apakah memang korekan dan tunning Panigale sudah sedemikian mentoknya sehingga sulit dikembangkan lagi? Sepertinya untuk menjawab inilah Ducati meluncurkan Ducati Superleggera yang extra ringan dan bertenaga hingga 220 PS di kruk as. Sebuah pembuktian, bahwa Panigale masih bisa dikembangkan untuk WSBK. Kita lihat saja karier Panigale di WSBK 2014, kalau gagal maning, namanya bisa-bisa jadi PANICGAGALE…….