DSC00641Mobil-mobil buatan Jerman memang bukan mobil-mobil yang punya image supercar. Supercar lebih didominasi merk-merk Italia macam Ferarri, Lamborghini dan Bugatti. Meskipun begitu, Jerman sebenarnya tidak kalah. Nama besar Porsche tentu tak perlu diragukan.

Tidak terlalu populernya supercar Jerman memang lebih dikarenakan karakter orang-orangnya yang lebih logis. Membuat mobil dengan power tak terkontrol dan bahan bakar extra boros itu bukan Jerman banget. Orang Jerman lebih suka logis, tak terlalu emosional seperti orang Italia hehehe… Karena itu, bukannya menggali power, Jerman lebih senang menggali teknologi yang menuju ke arah handling dan sisi safety yang lebih baik plus efisiensi bahan bakar yang mumpuni. Pasar otomotif Jerman tak semata menjual power besar, mereka selalu menampilkan klaim konsumsi bensin dan emisi yang dihasilkan. Jadi mobil bermesin bagus itu yang bertenaga besar, irit dan emisi rendah.

Meskipun tak dikenal dengan mobil supercar bertenaga gila, jangan lupa, mereka punya juga lho… Tau kan Bugatti Veyron yang bertenaga 1000 PS lebih itu? Memang merknya Italia, tapi di belakangnya banyak orang Jermannya. Jangan lupa, VW sebagai produsen mobil (kayanya terbesar saat ini) pasti tak ingin sebatas joss jualan, mereka juga punya idealisme sendiri. Nah, muncul deh tuh mobil paling ga logis powernya..paling sia-sia deh ditaro di jalan umum.. mobil pemenuh napsuuuuuuu! Yup, Bugatti Veyron kabarnya hadir atas titah VW. Jangan lupa, VW membawahi produsen-produsen otomotif macam Audi, Porsche, Bugatti, Lamborghini, MAN, Seat, Skoda, Ducati dan sebagainya…

Kembali ke judul! Orang-orang yang tau otomotif, terutama roda 4 pasti tak asing dengan istilah Autobahn. Orang bilang sih jalan tolnya Jerman. Bedanya, ini jalan bukan macam tol di kita yang dipungut bayaran, ini gratis… Jalan penghubung antar kota ini begitu terkenalnya, karena di lokasi-lokasi tertentu memang tak ada batasan kecepatan. Tidak heran kan, mobil Jerman cepat-cepat? Namun, karena ada aturan, mobil supercar mereka biasa dipasangi limiter sehingga top speednya cukup 250 Km/jam saja.

DSC00627

Dengan konsep Uni Eropa yang bebas keluar masuk negara sesama anggota UE, banyak juga WN UE lainnya yang mencoba “wisata Autobahn”. Yup, Jerman jadi kebanjiran pengebut roda empat. Rekan kerja ane bahkan cerita, jadi banyak orang-orang wajah Asia yang juga ngebut di Autobahn. Nah, berhubung di bagian tertentu tak ada batas kecepatan, tancap gas di sini bisa pol dan legal. Namun, bukan dalam artian boleh balap dan ugal-ugalan di jalan lho… Jarak antar kendaraan harus diperhatikan. Zig-zag juga tak diperkenankan. Kalau ada yang membandel, wah kalau kena Polisi bisa dikandangin mobilnya, dan ga ada cerita wani piro???? Barang bukti biasanya rekaman video yang ada di mobil polisi yang patroli biasa dan berpenampilan mobil sipil. Di sana juga tak hanya denda, tapi ada sistem poin yang bisa membuat SIM dicabut. Kapan ya Indonesia bisa seperti itu??? Selama masih wani piro, ya lupakan sajalah….

Iklan