yamaha_yzrf-r1_1024.jpg.2742830Tenang…tenang, bukan R1 di Indonesia kok yang kena recall, tapi yang ada di Jerman. Lagipula, yang di Indonesia kan belum resmi dijual Yamaha..

Ada yang menarik sebenarnya dalam kasus recall kali ini, sebab yang kena recall bukan R1 model 2013, tetapi yang model 2010 (RN 221). Menurut Yamaha Jepang, model yang satu ini mesti diinstalasi dengan tambahan kabel body extra.

Hebat ya, masih tanggung jawab pada model yang sudah terbit 3 tahun lalu. Kalau di sini, itu artinya garansi sudah lewat masanya.

Apa permasalahannya? Oh, rupanya masalah kabel body yang saat pengerjaan dan proses pembuatannya dinilai kurang sempurna. Jadi, tahanan kabel body di model ini terlalu besar. Efeknya adalah, putaran langsam yang tidak stabil dan ketinggian. Jadi orang kita bilang gasnya ngebandang/ ngegantung. Yamaha kuatir, ini bisa membahayakan kalau sedang menikung di tkungan tajam atau saat rebah, sebab berisiko ban belakang bisa kehilangan traksi.

Hmm… ribet juga ya motor injeksi, injeksinya sempurna, tapi kalau kabel bodynya ada yang error atau kelebihan hambatan saja, sensornya sudah bisa ngaco.  Beda dengan karbu yang tinggal bersihkan dan setel.

Apa pelajaran bagi kita yang bisa diambil? Ya minimal kita tahu, kalau rpm motor injeksi kita tak stabil atau gas ngegantung, bisa jadi karena masalah perkabelan. Jadi, terutama di musim hujan ini, pemilik motor injeksi harus lebih extra hati-hati dalam menerabas air.

Sebaiknya kita ambil pelajarannya sekarang sebelum terlambat, sebab kalau sudah kejadian, kita hanya bisa ambil hikmahnya (sambil garuk-garuk tanah-red)

Iklan