pistonPiston racing yang benar-benar punya kualitas piston untuk balapan merupakan komponen penambah tenaga yang langsung terasa khasiatnya. Selain berkhasiat menaikkan kompresi, meringankan putaran mesin dan tahan digebuk kompresi tinggi plus awet untuk berkitir extra tinggi, piston jenis ini juga sangat berkhasiat bikin kantong jebol!

Tahun 2007an saya ke Kebon Jeruk III dalam rangka menghidupkan kembali Tiger Hitam yang pistonnya sudah aus. Piston aus=kompresi bocor (anehnya tidak berasap putih lho…). Karena sudah parah, mesin tak bisa hidup, sebab mesin tak mampu menyedot bensin dari karburator.

Singkatnya, saat itu ada 2 macam piston Tiger. Katanya sih dua-duanya original, hanya saja yang satu 200 ribuan, yang satunya lagi 500 ribu (impor dari Jepang). Berhubung dananya ada dan malas bongkar pasang mesin karena piston loyo, saya ambil yang Jepang. Nah, di masa itu, katanya ada piston racing (belum seperti sekarang yang berlimpah ruah dan murah). Kalau baca-baca, piston asal USA itu satunya 1,7 juta (ih ngeriiiiii… -_-‘ )

Nah, gimana caranya membuat piston racing dengan gaya manual tech alias cuma modal kikir dan bor tangan?

Sebenarnya intinya ada bagian-bagian yang dibuang dengan tujuan untuk meringankan body piston itu sendiri. Saya coba cari-cari literatur via internet dalam bahasa Jerman. Sialnya, orang-orang Jerman pada menyarankan tak usah buat piston racing sendiri, ada ilmunya dan butuh alat. Orang Jerman punya karakter tidak suka yang coba-coba dan tanpa hitungan. Nah, beda dengan orang Indonesia yang doyan ambil risiko dan coba-coba (makanya, jangan sampai ada wacana bikin Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indoensia deh!)

Di Otomotif yang saya baca (jadi bungkusan tukang sayur heheh…) ada 2 tips. Tips ini lebih ke menaikkan volume oli yang nempel di piston. Tips pertama dalah memperbesar jalur oli di tepian pin piston. Nah, selain meringankan, pin piston dijamin lebih terlumasi dengan baik. Saya sudah coba yang ini, dan sampai hari ini Tiger Hitam sejak 2007 belum ganti piston (tapi jarang pake juga sih hihihi).

Tips ke-2, bisa minta ke tukang bubut untuk buat jalur oli di badan piston. Katanya sih lebih licin jadinya, otomatis power bisa naik lho… Hanya saja harus hati-hati, jangan terlalu dalam, salah-salah pecah. Di sobekan tabloid otomotif itu hanya ada 1 jalur oli buatan saja, entah apa bisa lebih… Mungkin riskan kalau lebih dari satu ya..

Nah, yang ekstrem, ada juga yang memapas bagian bawah piston. Ya, piston racing itu kalau kita lihat di moge memang badannya pendek-pendek ya. Cara ini memang termasuk efektif mengurangi bobot dan mudah dilakukan, hanya saja, risikonya piston cepat minta ganti. Ingat Bro, bentuk piston kan silinder yang makin ke bawah diameternya makin membesar (coba ukur pakai sigmat)

Kalau saya pribadi punya cara lain dalam mengurangi bobot piston. Saya lebih senang mengamplas kasar bagian dalam piston. Jadi bagian luar dan bentuk piston tak ada perubahan, hanya sebelah dalamnya saja yang saya tipiskan sedikit.  Cara ini dijamin lebih aman deh, si Tiger Hitam kan baik-baik saja sampai saat ini dan sudah saya test ke Jawa Tengah non stop kok.

Barangkali ada yang mau nambahin/ bagi-bagi pengalaman?

Iklan