030_Fahrbericht Royal Enfield Continental GT.jpg.2679182Kalau membicarakan motor India yang ada di tanah air, pasti yang pertama teringat adalah merk Bajaj. Selain lumayan pernah menggebrak dan produknya masih banyak bersliweran, merk Bajaj juga sudah lama dikenal dengan Bajaj roda tiga dan Bajaj yang menduplikat Vespa 2 tak. Di posisi ke-2 tentu ada nama TVS. Pabrikan yang banyak gebrakannya ini menawarkan motor berfitur lumayan canggih dengan harga extra ekonomis. Namun, 3 S yang masih lemah jadi kambing hitam kegagalan TVS di Indonesia. Kalau menurut Terawang Gaib Ki Gede Anue, masalah nomor satu TVS bukannya 3S yang masih belum maksimal, tetapi desain-desain motornya yang terkesan sok modern tapi jadi terkesan kurang berkelas.

Nah, di posisi ke-3 pastinya pada tak bisa jawab. Yup, mayoritas orang di Indonesia, terutama yang bukan bikers tentu tak akrab dengan merk Royal Enfield. Royal Enfield sendiri pernah dijual bebas di Indonesia kok, saya ingat, sekitar tahun 1998, saat itu masih ada ATPM yang jualan Aprilia dan Royal Enfield. Royal Enfield kalau tak salah menawarkan Bullet 350..eh atau Bullet 500 ya? Namun, performanya yang loyo dan tak jauh lebih kencang dari Thunder 250 membuat motor ini tampaknya tak laku. Apalagi orang juga tahu, itu motor asal India! Seumur hidup saya belum pernah bertemu dengan Royal Enfield di Indonesia.

Nama Royal Enfield memang Inggris banget, sebab motor ini awalnya memang motor Inggris dan lumayan punya nama di dunia balap. Hanya saja, sejak tahun 1970, pabrik Royal Enfield di Redditch ditutup. Namun, Royal Enfiled kembali lanjut diproduksi di Chennai, India. Sejak itulah doi lebih dikenal sebagai motor India.

060_Fahrbericht Royal Enfield Continental GT.jpg.2679212

Singkat saja, tahun lalu Royal Enfiled menghadirkan produk yang secara tampilan dijamin bikin mata melirik. Tampilannya memang tak semewah Triumph Thruxton, tetapi justru terlihat lebih simpel dan manis. Secara harga, tentu saja lebih ekonomis dibandingkan Cafe racernya Triumph itu. Secara penampilan, tak sedikit yang lebih suka Continental GT deh. Namun, jangan bandingkan dengan Norton Commando, sebab beda kelas Bro… sama Thruxton saja sudah jauh, apalagi sama Commando, jauh ajaaaaa…

Namun, dibandingkan motor-motor India yang saat ini beredar di Indonesia, seandainya Royal Enfield masih jualan di Indonesia, wah hebat deh. Dijamin banyak fansnya, bahkan yang tadinya main motor Jepang pun bisa berubah pikiran begitu melihat tampilan sexy motor single silinder berkapasitas 535 cc ini. Menurut klaim Royal Enfield, Continental adalah motor jalanan produksinya yang terbesar tenaganya sepanjang sejarah perusahaan itu. Namun, jangan berharap terlalu banyak ya, hanya sekitar 30 Ps! Mesin 2 kelp ini terbilang enak akselerasinya hingga 4000 rpm, tetapi mulai berkurang serunya hingga mencapai power puncaknya di 5100 rpm, yup, rendah, bukan untuk kebut-kebutan!

Soal handling katanya sih oke, suspensi belakangnya dibekali Paioli, ya ngikut-ngikutin Oehlins, tapi ekonomis deh hehhe.. Soal rem juga tak main-main, berani pasang Brembo di depan! Yup, Brembo, bukan Bybre! Rangka juga bukan KW2, sebab menggandeng Steve Harris yang piawai membangun chassis motor. Jadi, tak perlu meragukan rangkanya yang mengingatkan pada rangka legendaris featherbednya Norton Manx.

Kelemahannya adalah sulitnya motor ini dihidupkan di pagi hari. Katanya sih akibat campuran bensin yang terlalu sedikit, sebab motor ini dirancang menjadi motor yang irit bahan bakar. Jadi, selain olahraga nyelah-nyelah, tangan juga harus membuka gas dengan takaran yang pas (ini yang bikin susah kali ya: takaran yang pas!) Ya..barangkali ini fitur untuk membangkitkan nuansa klassik di GT hihihi…

230_Fahrbericht Royal Enfield Continental GT.jpg.2679382

Di Jerman, motor ini dijual seharga 6500 Euro. Sayang, dianggap terlalu mahal tuh! Maklum, orang sana juga melihat, ini motor asal India. Katanya lagi sih, kualitas pengerjaannya tak istimewa. Meskipun begitu, soal penampilan, Continental GT dinilai sebagai salah satu motor tercantik yang bisa diperoleh di pasaran saat ini.
100_Fahrbericht Royal Enfield Continental GT.jpg.2679252

Iklan