170_Faszination Kurve_Bremsleitungen.jpg.2831968Sorry baru nongol lagi, maklum, ane termasuk korban banjir…

Oke, melihat judul di atas, mayoritas pastinya cuma tau kata ABS dan Bosch. ABS memang ABS yang sampeyan sudah kenal itu, sedangkan Boy Bosch, siapa tak kenal dia?????????

Nah, apa itu Kurven? Dalam bahasa Indonesia Kurven itu artinya kurva, dalam bidang lalu lintas atau otomotif, Kurven artinya tikungan, sedangkan dalam bidang percewean, Kurven itu artinya lekukan body hihihi…… Nah, kali ini kita kenalan dengan produk Bosch yang tak semata ABS, tetapi ABS “Tikungan”. Jika ABS biasa membantu motor mengerem semaksimal mungkin tanpa tergelincir alias sliding, Kurven ABS ini sama juga fungsinya, mirip lah, tapi tentu ada bedanya..

180_Faszination Kurve_Gyro.jpg.2831978MSC merupakan singkatan dari Motorcycle Stability Control. Perangkat ini melengkapi cara kerja ABS yang sudah ada. KTM memasang produk Bosch ini di KTM 1190 Adventurenya, perangkat elektronik ini untuk ukuran sebuah perangkat ajaib termasuk murah, tinggal tambah 399 Euro. ABS MSC ini mirip-mirip prinsip kerja kombinasi ABS+Traction Control yang pada intinya mencegah ban kehilangan traksi, bedanya kalau traction control berguna saat menikung sambil tancap gas, yang ini berfungsi utama menjaga motor agar tidak terjatuh ketika menikung sambil mengerem. Yup, menikung sambil mengerem jelas berisiko besar terjatuh, apalagi kalau menikung tajam plus mengerem keras, wah, dijamin dapat hadiah low sider deh…

220_Faszination Kurve.jpg.2832018

Dibanding traction control dan ABS biasa, perangkat ini katanya lebih kompleks. Kecepatan putar roda depan, belakang, di gigi berapa motor bergerak, kemiringan motor dan sebagainya diukur oleh Gyro-sensor.

Kita tak usah pusing memikirkan teknologinya, paling pusing mikirin belinya… Prinsip kegunaannya mudah saja. Jika ABS membantu pengendara amatir mengerem semaksimal mungkin, Kurven ABS juga sama, hanya saja bisa mengerem sekeras mungkin dalam keadaan menikung serebah mungkin! Gila ya kedengarannya. Jadi, seandainya Bro sedang rebah dan tiba-tiba harus mengerem sekuat-kuatnya, Bro bisa tetap melakukan itu tanpa harus menegakkan motor! Bahkan Bro hanya pencet rem depan saja atau rem belakang saja, perangkat ini yang akan bantu Bro urus semua itu, Bro terima beres aja!

027_Faszination Kurve_MSC.jpg.2832312

Cara kerjanya tentu tak mudah, sensor-sensor bekerja sesuai dengan perintah setting yang tak bisa diubah-ubah, disinilah kelemahannya yang nanti akan kita bahas. Kalau Bro lihat di grafik, garis hitam yang paling atas itu adalah grafik kekuatan rem yang dioperasikan pengendara, sedangkan zona hijau adalah zona aman. Zona merah adalah zona kekuatan rem maksimal motor bisa direm dalam keadaan menikung. Dari sini saja kita sudah tahu, kalau kekuatan rem yang dioperasikan si rider jauuuuh di atas zona aman. Nah, garis yang biru itu adalah fungsi si ABS MSC, dia membatasi kekuatan rem sedikit di bawah zona maksimal.

Ketika di test, rider pasti akan terpana pada kemampuan perangkat ini, motor akan tetap bisa direm dengan aman dalam keadaan menikung rebah! Tingkat keamanan pastinya bertambah.

Dari grafik itu Bro bisa lihat, garis biru (kekuatan pengereman ABS MSC) selalu berada di bawah garis merah (zona maksimum), artinya, kalau mau lebih kuat lagi mengeremnya memang bisa, tapi super riskan. Ini mirip dengan race ABS yang pernah kita bahas. Kemampuan pembalap pro dalam mengerem sebenarnya masih lebih baik dibandingkan kemampuan mengerem dengan bantuan perangkat ABS, tetapi kan tak semua orang punya kemampuan seperti pembalap pro! Artinya, perangkat ini membantu pengendara motor terlatih punya kemampuan stabil dalam mengerem mendekati kemampuan pembalap pro, tetapi belum bisa melalui kemampuan pembalap pro! Ingat, pembalap pro akan mau ambil risiko, sedangkan ABS adalah risiko maksimal dalam zona aman!

Iklan