220_Faszination Kurve.jpg.2832018Jika sebelumnya kita sudah bahas kemampuan Kurven ABS MSC Bosch, tentu kita lumayan dibuat terpana dan ingin segera (jika mampu-red) membeli piranti seharga 399 Euro ini.

Penting lo punya peranti macam malaikat pelindung ini, tau sendiri kan kalau terkadang di tikungan kita dipaksa mengerem keras. Semakin penting lagi bagi mereka yang doyan touring ke luar kota, maklum, speed tinggi, keadaan jalan kurang terprediksi. Bisa jadi tikungan buta tiba-tiba begitu tajam atau ada permukaan jalan rusak. Bisa jadi juga karena ada pengendara error yang menyalip di tikungan buta. Dengan alat ini, risiko celaka akibat mengerem keras saat rebah bisa banyak diminimalisir.

Nah, sekrang kita bahas kelemahannya. Pertama, motor Ente harus KTM 1190 Adventure hihihi… (Kayanya kelemahan pertama ini membuat kita tak perlu bahas kelemahan lainnya-red). Yup, KTM hanya mencangkokkannya secara optional ke model ini. Kurven ABS tak bisa sembarang dipindah-pindah, ingat, kemampuannya harus memperhitungkan motor, ban dan keadaan jalan!

Keadaan jalan tak semua sama kan, kadang ada garis putih, kadang ada plat besi tutup gorong-gorong, kadang mulus, kadang ada oli tumpah… nah, yang aneh-aneh begini tak bisa dilacak oleh si Gyro sensor! Peranti ini hanya mengolah input signal yang masuk ke prosessornya sebanyak 100 kali per detik, yang masuk ya kekuatan rem di roda depan dan belakang, kemiringan motor, posisi gigi dan sebagainya, tetapi bukan keadaan jalan!

Untuk KTM 1190 yang sudah dipasangi Kurven ABS ini pun tak bisa sembarangan, sebab setting Kurven ABS ini adalah ketika si motor menggunakan ban bawaannya, yakni buatan Continental. Jadi, kalau ganti Swallow karena bokek atau ganti Battlax dkk., Kurven ABS jadi tak maksimal. Jangan begitu, tekanan ban bawaan pabrik saja harus sesuai. Ketika si tester mengurangi tekanan ban, motor memang masih terasa terlindungi kinerja peranti ini, tetapi rider merasakan sedikit kesulitan dalam mengontrol motor .