Dalam suatu kesempatan ane bertemu teman ane yang Varionya dipasangin ban Michelin (Achtung: Varionya standar!), cerita-cerita sama dia ada aja yang aneh, terutama soal gaya-gayaan. Teman ane yang satu ini lumayan ajaib deh.. Begini ceritanya (Sebut saja namanya Mawarno):

Suatu siang dia hendak makan siang ke luar tempat kerjanya. Sampailah ia di pom bensin Pertamina di kawasan Pondok Indah. Melihat antrian motor ngantri premium begitu panjang, dalam hatinya dia menertawakan sambil berujar (dalam hati), “hahaha..ngantri deh lu sana!”

Dia pun mengarahkan motornya ke satu dispenser yang sama sekali tak ada pengendaranya. Dalam hatinya, ngisi Pertamax/Pertamax Plus full tank mah sudah biasa, paling 3 literan! Dengan harga belum nyampe rp. 12000 per liter, duit di dompet yang 150 ribu cukuplah untuk ngisi full tank dan makan siang. Begini kira-kira dialognya sama mas-mas penjaga dispenser Pertamax itu:

Mawarno: Isi mas, full tank! (dengan suara mantabs dan penuh keyakinan)

Mas2: Maaf, mas..(belum selesai ujarannya, Mawarno memotong)

Mawarno: Udah… cepetan, udah biasa kok!

Mas2 pun mengisi Vario Mawarno hingga full tank. Dia pun menagih pembayaran pada Mawarno: 121.000 mas! 

Mawarno: Apaaaaaa???? (merasa ada yang salah)

Mas2: seratus dua puluh satu ribu Mas! Kan mas sudah biasa… 

Mawarno pun melihat dispensernya… harga memang tertera rp. 121.000. Wow, hanya untuk bensin 3 literan kok semahal itu? Shell V-Power saja masih 12.000an!

Mawarno pun melihat dispensernya, dan ternyata bukan Pertamax biasa, bukan Pertamax plus, tetapi Pertamax Racing! Seliternya saat dia beli Rp. 40.000. Pantesan aja kenanya Rp. 120.000 lebih saat mengisi full tank!

Dengan tetap menjaga gengsi, Mawarno pun mengeluarkan  bunga terakhir   ketiga lembaran 50 ribuan terakhirnya (sambil memikirkan jatah uang makan siangnya berkurang). Dia melihat, warna bensinya keabu-abuan. Dan ketika dipakai tenaga Varionya jadi yahud dan mesinnya jadi lebih menggerung.

005491Ya, begitulah kira-kira kisahnya. Si mas2 penjaga dispenser pastinya sudah mau mengingatkan, tetapi tidak ingin menjadi tidak sopan dan terkesan merendahkan..

Si Mawarno pun bercerita, para pemotor yang mengantri premium pun melongo melihatnya, bahkan ada sebuah sedan Camry yang sedang isi bensin juga  sampai buka kaca dan melihati Varionya Mawarno.

Wajar sih kalau si Mawarno sampai menderita karena ketidaktahuan dan gengsinya. Ane rasa, banyak dari kita juga yang tak tahu Pertamax Racing Fuel ini. Bahan bakar balap domestik dengan RON 100 ini memang awalnya dijual dalam kemasan galon 20 liter dan dalam dispenser hanya bisa ditemui di POM Bensin di daerah Kuningan (Jakarta Selatan) dan Pondok Indah! Awalnya sih masih 35.000 per liter, nah, saat teman saya mengisi Varionya, sudah 40.000 per liter. Ada yang mau gaya di pom bensin Pertamina? Silahkan isi motor (biasa) Anda dengan Pertamax Racing Fuel!

Iklan