tamburini1024hoch.jpg.3120228

Seminggu sudah sang maestro kelahiran 28 Nopember 1943 ini pamit dari kehidupan, tetapi karya yang ditinggalkannya jelas tidak mungkin terhapus dari sejarah permotoran dan benak penggemar roda dua. Dialah Massmo Tamburini, desainer motor yang bisa dibilang penentu kunci kesuksesan motor Italia. Dengan desainnya, Italia dikenal memiliki motor-motor dengan desain terbaik, mewah, elegan dan membangkitkan gairah tersendiri yang tak ditawarkan desain-desain motor negara-negara lain. Ducati 916 di awal 90an dan MV Agusta F4 tentu tak pernah absen dari pemilihan-pemilihan motor tercantik sepanjang masa. Dan itu baru sebagian kecil, motor beken lainnya adalah Ducati 851, 888, 996, Cagiva Mito, MV Agusta Brutale dan masih banyak lagi.

Finale_Ducati_916_010.jpg.1697446

Motor-motor karyanya benar-benar klassik! Berkelas dan tak termakan waktu! Lihat saja desain sejak Ducati 916 yang fenomenal. Doi dikenal sebagai desainer yang membekenkan rangka tralis dengan kualitas sanggup bersaing dengan rangka twin spar Jepang. Doi juga dikenal dengan pembuat desain knalpot undertail dan menyatukan lampu sen dengan spion.

GAris-garis desain 916 pun mewarnai motor-motor yang ingin tampil cantik hingga sekarang. Tak heran, bahkan Panigale pun masih banyak mewarisi dasar-dasar desain 916. Pabrikan Jepang pun ada yang “meneladani” desain 916, yakni Yamaha dengan R1nya. R1 pun dijuluki Japanese 916. Bahkan desain itu pun dibuktikan manjur ketika ditularkan ke desain-desain motor full fairing Yamaha lainnya. Suka tidak suka, R125/R15 dan R25 nantinya kalau ditarik-tarik ke belakang ya turunan desain Ducati 916 ini!

-eine-ab-modell-1999-996-sps

916 dan F4 merupakan salah satu motor yang paling mendekati keinginan Tamburini, meskipun doi sendiri sebenarnya masih kurang sreg dengan adanya lampu depan. Namun, tak bisa kan tanpa lampu depan…

Bagaimana sebenarnya Tamburini yang anak seorang petani beranak banyak ini bisa jadi desainer top dunia? Itu semua tentu kuasa Tuhan hihihi….

Doi memang punya passion terhadap motor dan di tahun 1966 sempat mengenyam pendidikan di sebuah institut teknik di Rimini, tetapi tidak selesai. Bersama Giuseppe Mori dan Valerio Bianchi, dia mendirikan sebuah firma yang bergerak di bidang sanitasi, spesialisasinya sih pemanas suasana ruangan.

Nah, karier besarnya dimulai oleh Honda sebenarnya! Tak percaya????

Lah, itu kata Tamburini sendiri lho… Berawal dari sebuah kecelakaan di sirkuit Misano. Pria penggemar motor ini terjatuh saat menggeber Honda CB 750. Kecelakaan terjadi karena rangka dan suspensi CB 750 saat itu yang tak mumpuni! Ane pernah coba, benar bener nih si Om… masih stabilan Tiger lah hihihi…

Dari kecelakaan itu muncul niatnya untuk memperbaiki performa rangka dan suspensi CB 750. Doi pun menggabungkan perusahaannya dengan Bimota Meccanica. Di sana dia menjadi desainer dan ahli rangka-suspensi.

Proyek pertamanya adalah HB1.. tau kan, bukan Hamengkubuwono, tetapi Honda-Bimota 1. Yup, sampai saat inipun kerja Bimota ya masih gitu-gitu aja…

HB1 hanya dibuat 10 unit! Dan karya ini sukses dan membuat Tamburini terkenal se-Italia!

69_MV_Agusta_F4_Serie_Oro

Tahun 1983, doi meninggalkan Bimota dan gabung dengan team balap Gallina. Doi membuat motor balap TGA 500. Karyanya ini membuat sang taipan motor, Claudio Castiglioni kepincut. Castiglioni pun melakukan PDKT dengan Tamburini, dia mengorder desain untuk membuat motorsport 125 cc demi membuka segmen pasar baru. Tahun 1984, Cagiva Aletta Oro diperkenalkan dan sukses!

Kerjasama dengan Castiglioni yang pemilik Ducati, Cagiva dan kemudian MV Agusta adalah periode emas dalam hidup Tamburini, dan bahkan bisa dibilang periode emas permotoran Italia. Sebagai kepala riset pengembangan Cagiva, Tamburini bisa menunjukkan bakat seni dan kemampuan maestronya, jelas, kabarnya doi tak perlu pusing memikirkan budget!

Dalam usia 70 tahun pun dia meninggal di Rimini, kota yang sungkan ditinggalkannya. Ciao Tamburini………

Iklan