070_Szene_Eigenbauten_Jean-Luc Borgetto_Drei-Zylinder_JLSP 503 .jpg.3637940

Para penggemar roda dua pasti dengan mudah mengenali motor balap klassik yang satu ini. Dijamin yakin 100% itu adalah MV Agusta yang digeber sang legenda, Giacomo Agostini. Yup, secara fisik siapa tak kenal dia tak akan tertipu, sebab memang dibuat meniru MV Agusta Agostini. Namun, coba perhatikan lebih baik logo di tankinya.. Apakah ada tulisan MV di  sana? Tidak, yang ada JL! Biasanya kita pahami JL sebagai Jorge Lorenzo, tetapi kali ini JL adalah singkatan dari nama depan seorang pria yang lumayan tua asal Prancis.

170_Szene_Eigenbauten_Jean-Luc Borgetto .jpg.3638120

Nah, itu dia orangnya, sudah tampak opa-opa kan. Namun, jangan remehkan dia.. Meskipun badannya kerempeng ala orang care kere, doi sama sekali tidak bisa diremehkan. Bikers akan merasa benar-benar menjadi bikers, jika bisa sehebat doi! Bukan cuma gape geber motor balap di usia senja, bukan cuma banyak duit untuk beli motor, JL yang merupakan kepanjangan dari Jean-Luc membuat sendiri motor ini! Pria yang mengoleksi banyak motor Inggris hingga motor legendaris Jepang macam Yamaha XS-1 dan Honda RC30 ini sudah sejak tahun 2002 berhenti bekerja, sepertinya rekeningnya sudah penuh wkwkwk…

Kembali ke keajaiban yang doi lakukan. Yup, sesuai judul, mesin yang dipakai adalah mesin 3 silinder Yamaha! Bukan dari mesin MT 09 lho, motor yang doi namai JLSP 503 ini (Jean-Luc-Special 500cc 3 Cylinder) sudah tercipta sejak tahun 2007! Doi menggunakan mesin Yamaha R6 keluaran tahun 2000 yang diamputasi satu silinder. Wah, jadi 450 cc dong?

Noop.. doi jatuh cinta pada penampakan motor 500 cc 3 silinder Agostini. Untuk mendapatkan bentuk hingga suara yang sama, doi membuat mesinnya menjadi 3 silinder. Kruk as pun dibuat dengan bantuan temannya menggunakan program komputer. Supaya bunyinya sama, maka jarak (apa tuh namanya??) ledakan per silinder 120 derajat. Hanya itu yang dibantu teman.. Sisanya doi main perasaan dan mengerjakan sendiri. Untuk kaki-kaki tentu pesan lah dari produsen aftermarket.

100_Szene_Eigenbauten_Jean-Luc Borgetto .jpg.3637994

Nah, untuk mengejar kapasitas 500 cc, diameter piston R6 yang hanya 44,5 mm di bore up menjadi 49 mm. Hasil akhirnya didapatkan kapasitas 495 cc (49 mm x 65,5 mm), ya mirip seperti motor Agostini. Mesin ini bertenaga cukup besar, tak jauh turun dari mesin R6 yang sekitar 120 PS. Mesin hasil amputasi dan modifikasi ini bisa memuntahkan 94 PS @ 13.200 rpm. Putaran maksimal mesin berkompresi 13,8:1 ini pun termasuk tinggi, bisa 14.500 rpm! Ga kebayang deh kalau digeber, maklum, bobot motor yang makan waktu pengerjaan 1100 jam ini hanya sekitar 125 Kg!

Apakah ini satu-satunya karya pria yang mengaku ini itunya dia pelajari sendiri? Tentu tidak.. ini karya nomor duanya. Karya lain pria yang juga berbahasa Inggris dan Jerman ini kapan-kapan kita bahas ya… Ini baru bikers! Bisa buat motornya sendiri… bolehlah nyombong kalo Ente sudah bisa buat motor sendiri wkwkwk…….

Iklan