20150124_120459

Januari tahun 2015 ini, si Tiger Hitam (bukan nama sesungguhnya-red) genap 17 tahun menjadi bagian Keluarga Sesat. Doi sebenarnya Tiger tahun 1997, tetapi mendarat di tangan saya Januari 1998, masa saat para pedagang motor menahan barang jualannya dan malas menjual motor. Asli.. para pedagang saat itu enggan menjual dagangannya! Ingat, itu kan lagi krisis moneter dan menuju puncaknya, saat ketika dollar naik terus dan harga barang juga ikut naik terus.. bahkan hitungannya juga harian! Untung saja ada pedagang di Kebon Jeruk yang mau melepas dagangannya.

Saat Tiger Hitam mendarat di rumah adalah salah satu saat terindah dalam hidup saya, maklum, first love..first motorcycle.. Karena itulah, si Tiger Hitam Insyaallah tidak bakal saya jual hihihi….

Seperti biasa, ritual tahunan yang perlu dilaksanakan tentunya bayar pajak. Sabtu ini pun saya kembali ke Samsat Keliling di Bricksriver Kalibata. Berbeda dengan 2 hari lalu yang hujan tiada henti, kali ini hanya mendung dan sesekali mentari mencuat. Akibatnya, tentu Samsat jadi ramai.. wah, liat yang ngantri SIM lebih dari 20an orang, ga bakal kejadian tuh kaya saya lusa lalu yang bisa selesai perpanjang SIM dalam 5 menit.

Samsat Keliling di Kalibata melayani di hari kerja pukul 08.00-13.30, sedangkan Sabtu 08.00-11.00. Namun, kalau mau datang, jangan mepet. Tadi, baru pukul 10.20, yang fotokopi sudah menutup pintu bus, pendaftaran pun menyusul 10 menit setelahnya. Ada dua orang yang saya lihat kecele.. hmm.. padahal baru 10.30..

Sama seperti Excel Rose yang turun dari Rp.83.000 jadi Rp. 77.500, Tiger Hitam juga turun pajaknya, dari Rp. 171.000 menjadi 140.000, ya lumayan lah, apalagi tu motor juga sudah tidak boleh dipakai melintas di Thamrin kan…

Iklan