Wacana pembatasan kendaraan dari awal tahun 2000an sudah ada, tetapi baru sebatas wacana pembatasan mobil tua. Dalam bincang-bincang dengan teman-teman yang doyan mobil tua, saya cukup kaget dengan keyakinan mereka, bahwa itu tidak akan terjadi. Katanya sich: ntar jendral-jendral pada ngamuk hihi… Ya, tidak salah ucapan itu, sebab banyak pembesar negeri ini yang doyan dan koleksi mobil tua.

Ketika baru-baru ini muncul wacana yang ingin ada pembatasan mobil bisa perpanjang Stnk kalau mobil itu berusia 10 tahun ke bawah, teman-teman saya tetap yakin dengan argumen yang sama. Malah mereka menantang… Yakin macet berkurang kalau kendaraan berumur maksimal 10 tahun saja yang boleh lewat jalan protokol? Itung saja dulu…

Ngeri juga kalau sampai terjadi, itu sangat tidak adil…memiskinkan masyarakat menengah dan memperkaya industri otomotif sekaligus membuat jalan lebih lancar bagi kendaraan pribadi kaum elit. Kalau mau lancar, perbaiki sarana angkutan umum. Kalau berkaca pada Jerman, angkutan kota atau regional diatur pemerintah kota…jadi sopir ya gajinya fix dan flat..dengan begitu, tidak ada ugal-ugalan atau ngetem terlalu lama. Selain itu, ada tiket Semesteran untuk pelajar dan mahasiswa…bayangkan, dengan biaya misalnya 60€ mereka bebas naik kereta,tramp dan bis selama 6 bulan! Ga heran, di Jerman bisa dibilang tak ada siswa dan mahasiswa yang ke sekolah atau kampus dengan kendaraan pribadi. Ngajak jalan cewe juga  ga bingung Gan wkwk…

Kembali ke wacana pembatasan usia motor..ngeri ih kalau sampai terjadi, tapi cara menjegal perpanjangan stnk mungkin saja terjadi, dengan uji emisi misalnya. Yang ini saja tak jadi-jadi ya wkwkwk… Dan apa iya efektif, sekarang saja banyak motor tak berplat nomor seliweran dengan santainya…ingat, jangan bikin aturan kalau tak bisa menegakkannya!

Iklan