Picture (6)-1

Yang namanya anak motor, salah satu budgetnya bisa dipastikan dianggarkan untuk kebutuhan si roda dua. Si Excel Rose termasuk yang lumayan banyak makan budget waktu ngebangunnya, tetapi setelah itu handal banget. Ga nyala sebulan juga gampang ngidupinnya, tak perlu bongkar karburator atau bersihkan busi segala. Mesin juga tidak pernah ngadat. Kalaupun ada keluhan, paling kabel kopling yang sudah putus 2x. Kata teman saya sih, itu karena cara bawa saya yang belum tepat. Setelah belajar lebih halus, lumayan rekord nih belum putusnya. Padahal awalnya saya sempat mau jual murah si Excel Rose..namun, setelah belajar cara ganti tali koplingnya, tidak jadi. Ternyata mudah dan cepat, saya kira harus buka batok segala hihihi..

Saat sedang servis tahunan, saya nanya-nanya sama Chik si dukun Vespa yang lumayan tenar hihi.. Masang reed valve di Vespa berapa duit?

Chik bilang 1,2 juta, belum termasuk karburator… Wah, lumayan juga ya.. tambah-tambah karburator yang bagus bisa-bisa jatuhnya 2,5 juta. Namun, dengan reed valve, campuran bensin akan lebih halus, power terutama di putaran bawah akan lebih meningkat, hitung-hitung lebih irit BBM juga.

Berhubung dananya besar, saya bilang: pikir-pikir dulu deh, entar-entar dulu, ini aja larinya sudah lumayan kencang. Yup, 120 Km/jam saja sih enteng… Justru sebenarnya yang dibutuhkan Excel Rose bukan reed valve dan karburator racing, tetapi rem cakram depan..

20150106_164836

Yup, Vespa klau sudah dikorek memang jago ngebut, tapi ga ada jago-jagonya dalam hal berhenti.. remnya benar-benar selevel di bawah rem kereta api hihihi…

Setelah tanya harganya, saya pun mundur teratur… Ujung-ujungnya bisa kena hampir 2 juta juga tuh kalau pasang cakram depan, sebab selain beli kaliper dan cakram, velg juga harus ganti.

Akhirnya, supaya Excel Rose tak bikin doyan ngebut, ngirit dan tak merengek minta rem cakram, saya minta Chik setting Excel Rose jadi irit saja hehehe…