DSC00769Satu lagi motor sempat tersesat ke rumah keluarga sesat, satu unit Suzuki GSX-750 Police jebolan 1985. Motor ini ya masih bisa dibilang abangnya Satria 150 F lah, teknologinya mirip, sama-sama DOHC (tapi klepnya 16 wkwkw), sama-sama berpendingin udara plus oli. Oil cooler membuat motor ini lebih praktis dalam perawatan dan relatif tidak serewel adik-adiknya yang sudah menggunakan radiator.

Kita mulai dari spek motor ya.. Meskipun perawakannya besar, ya jelas lebih besar lah dibandingkan Bandit 400 atau Yamaha R6, bobotnya ternyata tak terlalu berat. Berat kosongnya 208 Kg, sudah tergolong ringan untuk motor di eranya. Duduk di atas GSX ini juga membuat sampeyan merasa tak terintimidasi. Dengan tinggi cukup 170 cm, kedua kaki sudah bisa menapak sempurna. Setang yang tinggi dan radius putar yang besar membuat doi nyaman dipakai sehari-hari atau meliuk-liuk di jalanan parkiran. Karena ground clearancenya rendah, sampeyan juga relatif mudah untuk memundurkan motor ini. Namun, ada negatifnya juga, GSX ini relatif mudah mentok polisi tidur yang agak tinggi, jadi harus lebih hati-hati melintasi polisi tidur.

Mesin GSX 750 ini berkapasitas 747 cc. Mesin 4 tak 4 silinder inlinenya bisa menyemburkan 90 HP @ 9500 rpm dan torsi maksimum 68 NM @ 8500 rpm, sudah cukup banget lah buat touring atau berakselerasi di jalanan umum. Keempat karburator vakum Mikuni 32 mm cukup menyediakan power untuk si GSX, menurut test, GSX ini punya top speed 217,2 Km/jam dan untuk urusan akselerasi 402 meter, motor dengan 5 tingkat percepatan ini hanya butuh 12 detik.

20140731_135914-1

Bagaimana sensasi mengendarai GSX jebolan 1985 ini? Nomor satu yang pasti keren adalah tampilannya: klassik khas 80an dengan mesin yang besar. Melihat mesin menjulur lebih lebar dari tanki rasanya gimana gitu… Bunyi khas 4 silindernya juga membuat perjalanan lebih sensasional. Bunyinya masih lebih kasar dibandingkan Yamaha R6.

Meskipun kapasitasnya 150 cc lebih besar dibandingkan R6, power GSX ini sama sekali tidak intimidating. Salah narik gas masih aman lah kalau motor tegak dan jalanan tidak licin. Tarikannya tidak terlalu galak dan membuat kita serasa beralih dimensi. Akselerasinya terhitung jinak dan terkontrol. Kalau naik R6 rasanya nguiiiiiiing…….. tau-tau udah jauh, kalau naik GSX ini rasanya Wuuuuuuuuunnnngg… ga jauh-jauh amat dan karena badannya yang besar, sampeyan akan terlihat agak rusuh hehe…

IMG-20140713-WA0000-1

Yang istimewa dari motor ini adalah kenyamannannya. Nyaman Bro.. handlingnya tergolong ringan dan nurut, sudah hampir tak ada bedanya dengan handling motor baru sekarang. Rem pun juga tak ada keluhan, apalagi suspensi depan dan belakangnya sudah adjustable alias bisa disetel-setel. Dibandingkan CB 750 tahun 1982 yang pernah saya coba juga, handling GSX 750 1985 jauh lebih nurut, rem jauh lebih pakem dan tenaga jelas lebih ada, beda generasi banget… Mungkin karena GSX sudah monoshock, sedangkan CB masih stereo. Oh ya, untuk pengereman mendadak, memang GSX belum dibekali ABS, tetapi garpunya sudah antidive! Teknologi balap yang sudah bisa dinikmati di moge jalanan!

Melirik GSX untuk dikendarai sehari-hari sah-sah saja. Konsumsi bahan bakarnya termasuk irit. Saya pernah coba memakainya sejauh sekitar 20 Km, sebelumnya saya isi Shell V-Power full tank. Rpm tak terlalu tinggi, normal lah, tapi saya tidak tau berapa rpm karena spidometer dan tachometernya mati. Untuk menempuh kira-kira 20 Km itu, saat saya buka tankinya, wah, nyaris tak berkurang.. Ya perkiraan saya sih, tak sampai 1 liter, atau separah-parahnya ya berkurang 1 liter lah..

Yang agak ajaib dari motor ini adalah panas mesinnya. Beda dengan CB 750 1982, CBR 400 RR dan R6 yang pernah saya coba, GSX ini tergolong adem! Panas memang ada, tetapi tidak menyengat di kaki. Riding 30 menit saja di sor e hari tak akan membuat ridernya turun motor dengan peluh bercucuran hehe..

Kelemahannya ada juga! Selain ground clearance yang pendek, doi harus rutin dipakai. Kalau tidak, aki dan karbu vakumnya malah ngambek. Nah, kalau sudah ngambek, rada repot juga, susah hidupnya dibandingkan moge yang masih pakai karburator biasa.

Kelemahan lainnya adalah, velgnya yang depan ring 17, tetapi di belakang ring 16. Nah, pilihan bannya terbatas. Bagi yang senang ganti velg lebar juga repot, sebab lengan ayunnya tergolong sempit. Kalau mau ganti velg lebar ya harus ganti lengan ayun lebar juga.

Area setang juga agak sulit kalau mau diganti setang pendek. Bisa sih, tetapi kabel-kabelnya itu harus ikut diganti semua, sebab setang bawaannya tergolong tinggi, jadi kalau mau ganti setang pendek, keluar biayanya lumayan banyak.

Kelemahan lainnya adalah desain airboxnya. Kalau membersihkan saringan udara saja sih gampang. Namun, kalau mau membersihkan airbox menyeluruh kan harus dilepas biar enak disiram-siram. Nah, airbox di GSX ini baru bisa dicopot kalau turun mesin! haha… cacat desain nih dari sananya…

Ya, begitulah kira-kira sharingnya.