060_Test und Technik_Fahrbericht_BMW R nineT.jpg.3027718

Kemunculan BMW R NineT memang menjadi pelepas dahaga bagi fans BMW yang merindukan gaya klassik, maklum, belakangan ini BMW terlalu berani dalam membuat desain. Desainnya memang unik dan dijamin mudah dikenali, tetapi desainnya tidak cocok dengan selera orang kebanyakan, bahkan kalau itu bukan BMW, dijamin desainnya jadi bahan dagelan.

BMW R NineT sudah terdeteksi sampai di tanah air sejak beberapa bulan lalu, banyak yang sudah melihat langsung motor kece ini di tanah air. Banyak yang langsung jatuh hati bukan karena desainnya semata, tetapi karena ukurannya yang terhitung kecil dan kompak, jadi buat orang Indonesia dengan tinggi 170cm, motor ini tidak membuat jinjit jinjit sedep… Hanya harganya saja yang lumayan bikin ngilu-ngilu biker papa seperti saya huhuhu… Bisa beli rumah Bro…

Kalau buka OLX, R NineT dijual 500 juta off the road. Bro juga bisa cek di dealer resmi BMW di Bali, atau ada juga gerainya di Pacific Place Jakarta. R NineT dijual off the road seharga 484 juta. Kok beda dengan OLX? Entahlah.. padahal keduanya sama-sama off the road. Barangkali karena belum termasuk ongkos kirim sih. Kalau tak salah 484 juta itu harga di Bali.

Nah, sekarang pertanyaannya, kenapa hingga saat ini motor sehraga 14.500 Euro di Jerman ini tak beredar di jalanan? Padahal seru juga kalau bisa melihat langsung wajah dan performanya. Berikut ini kira-kira hasil akselerasi motor bertenaga 110 PS ini :

Top Speed dari klaim official BMW: 217 km/h

Akselerasi: 
0–100 km/h   3,3 sek
0–140 km/h  5,5 sek
0–200 km/h  13,3 sek

Ga kalah juga tuh dalam soal akselerasi 0-100 Km/jam dibandingkan motor superbike modern!

Konsumsi bahan bakarnya juga lumayan, untuk 100 Km, R NineT negak 5,3 liter bensin, jadi untuk jalan-jalan santai antar kota, motor kece bertanki 18 liter ini sanggup keluyuran hingga 339 Km.

Oke, kita kembali ke keganjilan, kenapa R NineT hanya dijual off the road?

060_Vergleichstest_BMW_R_nineT_Stand.jpg.3088048

Kabarnya sih, karena motor ini belum sepenuhnya lulus perizinannya..apa tuh, TPT kali ya?

Bukan motornya yang belum tembus, tetapi karena ban bawaan, yakni Continental Road Attack C2 belum bersertifikat SNI hihihi… Kata BMW Indonesianya sih, sedang diusahakan perizinannya, ya bayar-bayar dikit lah, optimis tembus kok.. Kalau tidak tembus ya, artinya versi Indonesia mungkin bisa dipasangi ban moge yang sudah SNI, dan atau ban yang sudah dipakai moge-moge yang umum dijual Kawasaki, Yamaha dan Suzuki di Indonesia, pasti ada deh, kan ukurannya umum kok: 120/70 ZR 17; 180/55 ZR 17

Kabar dari Jerman, kalau mau enak, bisa ganti dengan Metzeler Roadtec Z8. Permasalahannya, ban tipe dan merek ini sudah SNI belum ya? Repot juga ya, motor jadi belum berkeliaran di jalan karena bannya belum tembus aturan di sini hihi…

Foto dan Pengukuran: http://www.motorradonline.de

http://www.motorradonline.de/vergleichstest/bmw-r-ninet-und-bmw-r-1200-r-im-test-daten-und-messwerte-bmw-r-ninet/534764?seite=2