Picture (3) (1)

Pada suatu hari Minggu di tahun 2014, kedua produk Suzuki ini bertemu muka. Minggu pagi yang cerah itu pun mereka manfaatkan untuk lari-lari kecil di jalanan Ibukota. Mendengar raungan mesin berpakasitas besar dan menikmati hembusan udara libur Jakarta di atas motor klassik Suzuki memang menjadi sebuah cerita yang layak dan indah dikenang.

Bagaimana cerita test ride gank Suzu Peyot Tua ini? Begini ceritanya:

Teman saya mengendarai GT 250 dan saya memilih menikmati kenyamanan GSX 750. Lihat dari posturnya saja sudah ketahuan kan, bahwa GSX 750 benar-benar motor besar! Hanya bannya saja yang kecil, lainnya gede dooong… Lihat saja, GT 250 itu sudah lebih besar dibandingkan dengan Honda Tiger, nah, kebayang kan besarnya si Mr. Big GSX 750?

Picture (4)

Jika naik GT, rider akan merasa tinggi, sebab posisi duduk yang tegak dan posisi jok yang lumayan tinggi. Feeling semitrail didukung suspensi dan rangka ala sport, GT benar-benar memberikan feedback yang sangat baik ke pantatmeter sehingga rider sangat bisa merasakan traksi ke jalan. Dalam hal ini, saya akui, GSX kalah Bro… GSX lebih didesain untuk memberikan kenyamanan berkendara, sehingga traksi ban ke jalan dan keadaan permukaan jalan tidak terlalu terasa dan terdeteksi pantatmeter. GSX memang menjejak mantap ke jalan, tetapi karena suspensinya extraempuk, rider dibuat takut untuk lebih berakrobat kecil-kecilan menggunakan GSX. Beda lainnya yang begitu terasa, rider GSX lebih berposisi in the bike, sedangkan GT on the bike. Posisi setang kedua motor ini sama-sama santai, tetapi GSX bakal terasa lebih santai, wajar, sebab posisi duduknya lebih rendah. Dalam keadaan kencang, rasanya lebih enak geber GT dibandingkan GSX, sebab setang GSX terasa lebih tinggi dan lebar.

Bagaimana pengereman? Wah, dua-duanya meskipun sudah berumur, tetap oke banget mempertahankan performanya. Di sini, GSX lebih tahud remnya, sebab di depan sudah dobel cakram dan di buritan juga sudah cakram. GT, meskipun remnya terlihat simpel dan sudah berumur, tetap yahud berperforma. Karena GT lebih ringan, ujung-ujungnya sih saya prediksi kemampuan berhentinya sama baik, hanya saja lebih nyaman mengerem dengan GT. Mungkin karena remnya tidak intimidating dan posisi duduk GT lebih nyaman untuk mengerem. Setang GSX yang lebih tinggi, membuat motor ini agak ngeri saat mengerem keras, maklum, tangan juga dituntut lebih kuat di sini.

Picture-2

Bagaimana performa mesinnya? Di atas kertas, GSX jauh di atas GT, bisa 3 kali lebih bertenaga dibandingkan GT. Namun, karena bobotnya yang berat, tak mudah juga menundukkan GT yang hanya 247 cc! Jadi, kalau sama-sama jaga rpm, GSX jelas menang. Namun, kalau ditarik dari putaran mesin rendah, GSX akan tertinggal lebih dulu dibandingkan GT yang digeber dengan rpm yang optimal.

Untuk suara, kalau stasioner dan digeber, menurut saya GSX lebih senyap dibandingkan GT. Namun, ya sesenyap-senyapnya GSX jadul ya tetap lumayan gahar suaranya. Nah, kalau GT yang digeber, yang dengar bakal lebih banyak heheh… Uniknya GT 250 ini juga ada di suara mesinnya. Saat digeber di rpm menengah dan atas, bunyinya malah lebih keluar bass nya, jadi malah mirip motor 4 tak 4 silinder hehe..

Soal panas mesin, GT enak lah, tak terasa lebih panas dibandingkan Honda Tiger standar, sedangkan GSX yang masih oil cooler ini ya mirip-mirip Tiger standar deh panas mesinnya, mungkin sedikit lebih terasa, sebab ukuran mesinnya yang lebar, bahkan keluar-keluar lebarnya dibandingkan tanki. Namun, untuk ukuran moge 4 silinder, GSX ini yang teradem yang pernah saya test.

Bagaimana konsumsi bensin? Memang tidak diukur, tetapi saya berani pegang GSX untuk masalah irit-iritan bahan bakar hihihi… GSX yang sudah dilengkapi karbu vakum tergolong irit Bro, sedangkan GT, dari bunyinya saja, sudah terasa borosnya haha…

Ya, begitulah ceritanya……