20140914_093248-1Bagi orang-orang yang baru lulus kuliah dan mulai mencari nafkah, biasanya yang kita beli adalah barang-barang yang selama ini menjadi hobi dan mainannya. Lama kelamaan, kita berusaha untuk menjadi bijaksana. Kita berpikir, bagaimana uang yang dikeluarkan itu tidak menghilang begitu saja. Kita berusaha menjaga nilai uang itu.

Yang pintar sih mengerti, uang itu harus diapakan agar bisa berkembang. Menyimpan uang di bank saja bagi mereka jelas tidak cukup, sebab, meskipun jumlahnya bertambah, nilainya belum tentu. 1 juta rupiah saat ini jelas tak ada apa-apanya dibandingkan satu juta rupiah di tahun 80an..ya iya laaaaaaaah..

Salah satu hal yang paling umum dilakukan orang adalah membeli rumah. Di kawasan Jakarta, hal itu nyaris tidak mungkin! Kecuali, kalau kita punya pekerjaan dengan nominal 15 juta keatas… Tak banyak kan fresh graduate yang semujur itu?!!

Di Depok pun, harga rumah naik tak kalah cepat dengan akselerasi motor-motor MotoGP. Untuk nguber DPnya saja sudah ngos-ngosan. Mau ambil DP kecil, kreditan bulanannya yang bikin sekeluarga pun merasa sedih.

20140914_093322-2

Suatu hari Minggu, saya jalan-jalan dengan Excel Rose ke kawasan Ciputat. Melihat model rumah seperti ini, si Excel Rose langsung setuju. Katanya ” Gan, warnanya cocok sama warna ane…”

Memang cocok banget dengan si Excel Rose. Jalan depan rumahnya yang bisa lewat 4 mobil bun begitu menggiurkan. Namun, kalau ngambil ini rumah ngimpiiiiiii kali yeeeeeeee… Gaji saya masih harus 3-4 kali lipat lebih besar hahaha…

Singkat kata, kami pun pulang dengan hati ikhlas dan damai. Ya, namanya juga jauuuuuuuuuh dari jangkauan, jadi tak perlu ada rasa sedih. Beda kalau suatu barang itu bisa kebeli, tetapi keduluan orang kan..

Impian beli rumah pun tertunda dan pelan-pelan sirna setelah tahu biayanya. Hingga suatu hari saya kembali tersesat ke daerah Cikreteg di Sukabumi kalau tak salah. Tak jauh dari Bogor kok..

20150201_073000

Nah, silahkan lihat rumah kayu ini. Gimana kesannya? Rasanya liburan banget kan kalau lihat rumah seperti ini?

Saat itu, saya dan teman saya sempat ngobrol-ngobrol dengan mandor yang membangun rumah kayu ini.

Saya lupa ukurannya, tetapi kalau di Depok sih (sekitaran Margonda, Beji), rumah seukuran begini barunya sudah di atas 300 jutaan semua. Bahkan rata-rata saat ini sudah 400-500 jutaan. Sebuah nomina yang berat dijangkau oleh orang-orang dengan gaji di bawah 8 juta per bulan.

20150201_075033

Nah, menurut si mandor, rumah model begini tidak mahal. Kayunya dan rumahnya dibuat di Palembang. Nah, nanti di Jakarta atau di Jawa kembali dirakit. Lama perakitan hingga jadi rumah tak lama, sekitar 3 minggu saja. Malah bisa lebih cepat lagi. Yang menarik, harga yang ditawarkan sampai rumah ini jadi, masih di bawah 70 juta rupiah. Entah 64 atau 68 juta deh..

Wah, seru juga nih punya rumah begini. Keren, nyentrik, terjangkau lagi… Saya jadi mengkhayal, bagian bawahnya dibuatkan tiang-tiang beton, Dan dindingnya kombinasi bata merah, kayu dan kaca, terus jadi garasi motor ala Cafe dan tempat nongkrong dan otak-atik. Eh, mesti beli tanah dulu ya???? Wah, sama aja susahnya wkwkwk….